2
69237

Belajar Aksara Sunda Lengkap [Huruf, Angka, Rarangken+Contoh Kalimat]

Sejarah panjang bangsa Indonesia tidak bisa di pisahkan dengan suku, etnis dan agama di dalam perkembangannya, tidak terkecuali suku Sunda. Setidaknya sejak tahun 1200 an masehi, Masyarakat sunda telah mengenal Aksara Sunda yangada di masa kejayaan kerajaan Hindu di Nusantara.

Pada masa itu pula perkembangan budaya, pendidikan dan agama mulai berkembang pesat. Pesatnya perkembangan suatu bangsa tidak lepas dari cara mereka berkomunikasi. Khususnya masyarakat sunda pada waktu itu, sudah mengenal tulisan untuk berkomunikasi.

Pada perkembangannya aksara sunda yang digunakan sekarang adalah hasil modifikasi baru. Karena sejatinya aksara sunda kuno mulai ditinggalkan secara paksa sejak adanya penjajahan bangsa asing ke bumi nusantara.

Pada abad ke 20 para peneliti, melakukan riset terhadap prasasti-prasati peninggalan kerajaan sunda dan sejarah Prabu Siliwangi. Sehingga pada tgl 16 Juni 1999 keluar Surat Keputusan Gubernur Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 343/SK.614-Dis.PK/99 yang menetapkan bahwa hasil lokakarya serta pengkajian tim tersebut diputuskan sebagai Huruf Sunda Baku.

Pengertian Aksara Sunda

Pajajaran Sunda

Secara pengertian bahsa aksara Sunda ialah huruf dalam basa sunda yang digunakan dalam menuliskan bahsa atau hitungan sunda. dalam sejarahnya kaidah penulisan kuno aksara sunda hampir sama denga aksara jawayang dipakai dalam menuliskan kata dalam bahasa Sunda..

Untuk lebih jelasnya akan di bawhas dalam point point di bawah ini. Jika anda belum mengetahui, dalam pembagian aksara sunda terdiri dari 4 jenis huruf sunda,diantaranya yaitu  Aksara Sunda Kuno, Aksara Sunda Pegon, Aksara Sunda Cacarakan dan Aksara Sunda Baku.

Namun seperti yang dijelaskan diatas tentang penerbitas sunda baku, saya akan mengulan kaidah-kaidah penulisan aksara baku.

Mempelajari aksara sunda kian hari kian sulit. Karena banyak orang yang mulai meninggalkan tulisan sunda meskipun sebagai orang sunda. dari hal itulah saya terinfirasi menulis tentang hal ini

Praktik Belajar Aksara Sunda

Aksara sunda

Belajar bahasa sunda sangat mudah, namun jika kita belajar aksara sunda itu yang agak susah. Namun tidak ada yang susah jika kita pelajari dengan sungguh sungguh

Aksara sunda yang akan kita pelajari adalah aksara sunda baku kaganga, yang terdiri dari 32 huruf sunda.

Belajar Aksara Kaganga (Aksara Sunda Baku)

bsasunda2
Aksara kaganga adalah aksara tradisional bahasa sunda hasil modifikasi dari tata cara menulis sunda kuno. Didalam perkembangannya tulisan sunda kuno yang di temukan dalam naskah atau prasati menggunakan aksara sunda cacarakan atau di sebut tulisan hanacaraka.

Salah satu bukti aksara sunda di pakai di prasasti ditemukan di prasisti batu tulis peninggalan Prabu Siliwangi Namun hal tersebut di ambil dari bahasa jawa, jadi dianggap bukan asli tulisan sunda, meskipun sudah disesuaikan dengan fungtuasi orang sunda.

  • Aksara Sunda Swara “Vokal Mandiri”

Aksara swara atau huruf vokal dalam bahasa sunda terdiri dari 7 huruf vokal, tidak halnya dengan bahasa Indonesia baku hanya terdiri dari 5 huruf vokal saja. Keragaman bahasa menjadi nilai utama, tidak dilihat dari perbedaanya namun dilihat dari kekayaan bahasa itu sendiri.

Berikut 7 aksara  swara “vokal”

Aksara Sunda Swara
Aksara sunda swara
Aksara swara atau huruf vokal mandiri adalah aksara atau huruf vokal dalam bahasa sunda yang digunakan ketika tidak memakai huruf konsonan. Contohnya Huruf “i” dalam kata “indah” dan “ikrar”, huruf “e” dalam kata “engga”.
  • Aksara Sunda Ngalagena (hurup Konsonan)

Aksara ngalagena dalam bahasa berarti bunyi suatu kata sebagai huruf yang dapat dilihat sebagai huruf konsonan. aksara ngalagena secara pengucapan diakhiri dengan vokal /a/. Jumlah huruf Sunda Kuno berjumlah 18 aksara ngalagena.

Susunannya huruf disesuaikan dengan aturan kedudukan alat-alat pengucapan atau artikulasi yang jelas. ada beberapa lambang bunyi yang keluar 3 kali seperti huruf dengan bunyi “nya” dan bunyi “ba” muncul 2 kali pengucapan.

Kedua bunyi aksara masing-masing tersebut  sering dipertukarkan secara bebas dengan nilai harkat bunyi yang tetap. Dalam aksara  ngalagena terdapat 3 sub jenis Aksara yaitu

  • Aksara Ngalagena Utama
  • Aksara Ngalagena Serapan
  • Aksara Ngalagena Khusus

Berikut Huruf huruf atau akasara ngalagena

Aksara Ngalagena Utama

Aksara Ngalagena Serapan

  • Aksara Sunda Khusus

Ada empat jenis aksara khusus tidak digolongkan kedalam aksara ngalagena, artinya aksara khusus ini tidak ada tempelan huruf vokal /a/ sebagaimana kelompok aksara ngalagena. Aksara khusus tidak terikat oleh tanda pengucapan.

Berikut pengucapan aksara khusus “pangwilet” namun dalam tradisi jawa di sebut ngalelet contohnya hhuruf “le/leu” . Sedangkan huruf khusus lainnya di sebut “pangreureu” dalam tradisi aksara Jawa dinamakan pacerek contoh huruf re/reu.
Berikut 4 jenis aksara khusus

aksara_khusus_kuno

Rarangken Aksara Dalam Bahasa Sunda

Rarangken adalah sebuah sistem aturan dalam pengucapan bahasa sunda. karena dalam satu aksara terdiri dari huruf dengan ditambahkannya vokal, karena dalam menyusun kalimat dalam penulisan perlu aturan agar bisa terbentuk kalimat.

Selain itu rarangken berfungsi sebagai aturan bunyi vokalisasi aksara. penempatan posisi rarangken ada di 3 posisi  penempatan yaitu penempatan di atas ( luhur) di gigir (pinggir)  dan di bawah (handap).

1. Rarangken Penempatan di Atas ( Luhur)

Rarangken di luhur adalah posisi penempatan rarangken di atas aksara/ngalagena. posisi rarangket di atas mempunya 5 jenis aturan bunyi.

  • Jenis Rarangken Panghulu

Rarangken Panghulu adalah rarangken yang berfungsi merupah vokalisasi dari /a/ ke vokalisasi /i/, berikut contohnya

 

panghulu_rarangken

Contoh Penggunaan

contoh_panghulu pengunaan

  • Jenis Rarangken Pamepet

Rarangken Pamepet adalah rarangken yang berfungsi merubah vokalisasi dai /a/ ke /e/, berikut contohnya

pamepet_rarangken

Contoh penggunaan

contoh penggunaan pamepet

  • Rarangken Paneuleung

Rarangken paneuleng meruakan rarangken yang berfungsi merubah vokal /a/ menjadi vokal /eu/, berikut contohnya

 

 

paneuleung_rarangken

Contoh penggunaan paneuleung

contoh_penggunaan paneuleung

  • Rarangken Panglayar

Rarangken panglayar adalah rarangken dalam aksara yang berfungsi untuk menambah imbuhan /r/ dan ngalagena

panglayar_rarangken r

Contoh pemakaian

contoh penggunaan panglayar

  • Jenis Rarangken Panyecek

Rarangken Panyecek adalah rarangken ungtuk menambah ingbuhan/ng/ pada kata ngalagena, contoh sebagai berikut

panyecek_rarangken ng

Contoh Pemakaian

contoh_panyecek ng

2. Rarangken di Pinggir (di Gigir)

Rarangken digigir adalah aturan rarangken yang ditempatkan di pinggir aksara konsonan atau aksara ngalagena. Terdapat lima jenis rarangken gigir, berikut penjelsannya

  • Jenis Rarangken PANÉLÉNG

Rarangken PANÉLÉNG adalah penempatan rarangken di samping kiri aksara ngalagena yang berfungsi  merubah vokalisasi /a/ menjad vokalisasi /é/. berikut contohnya

paneleng_rarangken e

contoh penggunaan

contoh_paneleng e

  • Rarangken Jenis PANOLONG

Rarangken panolong adalah penempatan rarangken di samping kanan aksara ngalagena yang berfungsi  merubah vokalisasi /a/ menjad vokalisasi /o/. berikut contohnya

panolong_rarangken 0

Contoh penggunaan

contoh_panolong 0

  • Rarangken PAMAÉH

Rarangken pamaeh adalah penempatan rarangken di samping kanan aksara ngalagena yang berfungsi merubah mematikan vokal.

Namun tidak bisa mematikan konsonan RA, NGA, HA, karena RA, NGA, HA sudah memiliki panglayar, panyecek dan pangwisad, terkecuali BOLEH digunakan untuk penulisan Singkatan. berikut contohnya

pamaeh_rarangken

Contoh penggunaan

contoh pamaeh

  •  Rarangken PANGWISAD

Pangwisad berfungsi sebgai rarangken untuk menambahkan imbuhan /h/ di aksara ngalagena, penempatan rarangken ini di sebelah kanan aksara ngalagena

pangwisad_rarangken

Contoh penggunaan

contoh_pangwisad

  • Rarangken PAMINGKAL

Rarangken pamingkal adalah rarangken yang berfungsi untuk menyeipkan huruf /y/ pada tengah tengan konsonan ngalagena, dengan posisi penempatan sebelah kanan, berikut contohnya

pamingkal_rarangken

Contoh penggunaan

pamingkal_rarangken (1)

3. Rarangken Penempatan di Bawah (di handap)

Rarangken dihandap adalah penempatan rarangken di bawah konsonan, yang mempunyai 3 jenis rarangket

  • Rarangken PANYUKU

Rarangken panyuku adalah penempatan rarangken di samping bawah aksara ngalagena yang berfungsi  merubah vokalisasi /a/ menjad vokalisasi /u/. berikut contohnya

panyuku_rarangken

Contoh penggunaan

contoh_panyuku

  • Rarangken PANYIKU

Rarangken panyiku adalah rarangken yang berfungsi untuk menyeipkan huruf /l/ pada tengah tengan konsonan ngalagena, dengan posisi penempatan sebelah kanan, berikut contohnya

panyIku_rarangken

Contoh penggunaan

panyIku_rarangken

  • Rarangken PANYAKRA

Rarangken panyakra adalah rarangken yang berfungsi untuk menyeipkan huruf /R/ pada tengah tengan konsonan ngalagena, dengan posisi penempatan sebelah kanan, berikut contohnya

panyakra_rarangken

Contoh penggunaancontoh_panyakra

4. Angka di Aksara Sunda Wilangan (Bilangan Aksara sunda)

Aksara wilangan atau angka bilangan dalam bahasa sunda merupakan angka dalam tatabahasa sunda. jika kita mengenal angka latin dengan urutan dari 0 sampai 9, di aksara sunda pun kita mengenal angka namun bentunya sangat berbeda jauh.

Jika Kaidah penulisan huruf latin arahnya dari dari kiri ke kanan sama juga dengan kaidah dalang aksara wilangan, yang membedakan adalah dalam penulisan angka sunda diapit oleh bar tanda pisah.

Seperti halnya bahasa-bahasa lain pasti mempunyai angka untuk cara menghitung. di huruf Sunda pun terdapat angka yang merupakan angka sunda kuno, berikut contohnya

Angka aksara sunda

Dalam setiap penulisan angka di batasi atau di apit oleh garis memisahkan angka yang lain.

Penggunaan Bahasa Sunda di berbagai daerah di Jawa Barat

Bahasa sunda merupakan bentuk pengucapan dari aksara sunda. Bahasa sunda atau “Basa Sunda” merupakan bahsa percakapan yang dipakai oleh suku sunda. Para peneliti menuliskan ada beberapa dialeg dalam penggunaan bahasa sunda.

Penggunaan aksara sunda dalam kehidupan sehari-hari sangat jarang di temukan. karna sejatinya penulisan bahasa sunda menggunakan huruf latin biasa. Aksara hanya digunakan dalam pembelajaran atau penulisan prasasti.

Bahasa sunda di bedakan menjadi 6 dialeg berdasarkan, pembagian daerah.

  1. Dialek Barat (Bahasa Banten)
    Dialek Barat adalah dilalek bahasa sunda Banten dan sekitarnya.
  2. Dialek Utara
    Dialek Utara adalah dialeg yang digunakan masayarakat wilayah Sunda bagian utara utara seperti Bogor bekasi, karawang, subang
  3. Dialek Selatan (Priangan)
    Dialek Selatan merupakan dialek yang digunakan daerah Priangan yang mencakup bandung, sianjur dan sukabumi kota
  4. Dialek Tengah Timur
    dialek Tengah Timur merupakan dialek bahasa sunda yang digunakan di daerah Kabupaten Majalengka dan Indramayu
  5. Dialek Timur Laut (Bahasa Sunda Cirebon)
    Dialek Timur Laut merupakan dialek di sekitar utara jawa barat, dialek ini bercampur dengan bahsa setempat. daerah meliputi Cirebon dan Kuningan, serta beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes dan Tegal
  6. Dialek Tenggara
    Dialek Tenggara merupakan dialek bahasa sunda yang digunakan di daerah perbatasan jawa barat dan jawa tengah meliputi daerah ciamis, pangandaran dan cilacap

Meskipun dilaek di setiap daerah itu berbeda namun penulisan nya sama. Hal tersebut hanya membedakan logat atau langgam dalam berkomunikasi sehari hari.

Contoh Kalimat Bahasa Sunda dengan Artinya

Untuk memahami aksara dalam percakapan sehari-hari bisa dengan berbagai cara, baik dengan mencoba langsung atau cara yang mudah dengan mencoba mengucapkan bahasa lagu lagu yang berbahasa sunda.

Pada umumnya belajar bahasa dengan menggunnakan lagu lebih cepat dimengerti, entah itu bahasa apapun. Nah berikut salah satu lagu dalam bahasa sunda, yang cukup populer di kalangan masyarakat sunda. Judul lagu nya “Kabogoh jauh”

Contoh 1 Kalimat Aksaraa Sunda

“Lirik Kabogoh Jauh”

boga kabogoh jauh

ᮃ ᮊᮃᮘᮧᮌᮧ ᮏᮃᮅᮂ

mentas laut leuweung gunung

ᮙᮨᮔ᮪ᮒᮃᮞ᮪ ᮜᮃᮅᮒ᮪ ᮜᮩᮝᮩᮀ ᮌᮥᮔᮥᮀ

tapi apel teu bingung

ᮒᮃᮕᮤ ᮃᮕᮨᮜ᮪ ᮒᮩ ᮘᮤᮍᮥᮀ

cukup halau na telepon

ᮎᮥᮊᮥᮕ᮪ ᮠᮃᮜᮥᮔ᮪ᮓᮨᮖᮤᮔᮨᮓ᮪ᮧ ᮔᮃ ᮒᮨᮜᮨᮕᮧᮔ᮪

******

kuring di pulau jawa

ᮊᮥᮛᮤᮀ ᮓᮤ ᮕᮥᮜᮃᮅ ᮏᮃᮝᮃ

manehna pulau sumatera

ᮙᮃᮔᮨᮂᮔᮃ ᮕᮥᮜᮃᮅ ᮞᮥᮙᮃᮒᮨᮛᮃ

lamun malam mingguan

ᮜᮃᮙᮥᮔ᮪ ᮙᮃᮜᮃᮙ᮪ ᮙᮤᮀᮌᮥᮃᮔ᮪

mojok via sms-an

ᮙᮧᮏᮧᮊ᮪ ᮗᮤᮃ ᮞ᮪ᮙ᮪ᮞ᮪-ᮃᮔ᮪

******

jelema palinter

ᮏᮨᮜᮨᮙᮃ ᮕᮃᮜᮤᮔ᮪ᮒᮨᮁ

dunya beuki maju

ᮓᮥᮑᮃ ᮘᮩᮊᮤ ᮙᮃᮏᮥ

******

najan urang pajauh

ᮔᮃᮏᮃᮔ᮪ ᮅᮛᮃᮀ ᮕᮃᮏᮃᮅᮂ

bisa ngobrol unggal waktu

ᮘᮤᮞᮃ ᮍᮧᮘ᮪ᮛ᮪ᮧᮜ᮪ ᮅᮀᮌᮃᮜ᮪ ᮝᮃᮊ᮪ᮒᮥ

tiap sms-an atawa nelepon

ᮒᮤᮃᮕ᮪ ᮞ᮪ᮙ᮪ᮞ᮪-ᮃᮔ᮪ ᮃᮒᮃᮝᮃ ᮔᮨᮜᮨᮕᮧᮔ᮪

******

teu jadi pikiran

ᮒᮩ ᮏᮃᮓᮤ ᮕᮤᮊᮤᮛᮃᮔ᮪

kajeun pulsa kabobolan

ᮊᮃᮏᮩᮔ᮪ ᮕᮥᮜ᮪ᮞᮃ ᮊᮃᮘᮧᮘᮧᮜᮃᮔ᮪

nu penting mah bisa ngobrᮧl jeung manehna

ᮔᮥ ᮕᮨᮔ᮪ᮒᮤᮀ ᮙᮃᮂ ᮘᮤᮞᮃ ᮍᮧᮘ᮪ᮛ᮪ᮧᮜ᮪ ᮏᮩᮀ ᮙᮃᮔᮨᮂᮔᮃ

******

boga kabogo jauh

ᮘᮧᮌᮃ ᮊᮃᮘᮧᮌᮧ ᮏᮃᮅᮂ

meuntas laut leuweung gunung

ᮙᮩᮔ᮪ᮒᮃᮞ᮪ ᮜᮃᮅᮒ᮪ ᮜᮩᮝᮩᮀ ᮌᮥᮔᮥᮀ

tapi apel teu bingung

ᮒᮃᮕᮤ ᮃᮕᮨᮜ᮪ ᮒᮩ ᮘᮤᮍᮥᮀ

cukup halow  na telepon…..

ᮎᮥᮊᮥᮕ᮪ ᮠᮃᮜᮥᮔ᮪ᮓᮨᮖᮤᮔᮨᮓ᮪ᮧ ᮔᮃ ᮒᮨᮜᮨᮕᮧᮔ᮪…..

Contoh Aksaraa Sunda Pengumuman bahasa Sunda (Bewara)

Ieu bewara teh ditujukeun ka murid-murid kelas genep anu baris ninggalkeun ieu sakola.

ᮄᮉ ᮘᮨᮝᮃᮛᮃ ᮒᮨᮂ ᮓᮤᮒᮥᮏᮥᮊᮩᮔ᮪ ᮊᮃ ᮙᮥᮛᮤᮓ᮪-ᮙᮥᮛᮤᮓ᮪ ᮊᮨᮜᮃᮞ᮪ ᮌᮨᮔᮨᮕ᮪ ᮃᮔᮥ ᮘᮃᮛᮤᮞ᮪ ᮔᮤᮀᮌᮃᮜ᮪ᮊᮩᮔ᮪ ᮄᮉ ᮞᮃᮊᮧᮜᮃ.

Alhamdulillah, dina tahun ajaran ieu, kelas genep ti sakola urang teh lulus 100%

ᮃᮜ᮪ᮠᮃᮙ᮪ᮓᮥᮜᮤᮜᮃᮂ, ᮓᮤᮔᮃ ᮒᮃᮠᮥᮔ᮪ ᮃᮏᮃᮛᮃᮔ᮪ ᮄᮉ, ᮊᮨᮜᮃᮞ᮪ ᮌᮨᮔᮨᮕ᮪ ᮒᮤ ᮞᮃᮊᮧᮜᮃ ᮅᮛᮃᮀ ᮒᮨᮂ ᮜᮥᮜᮥᮞ᮪ |᮱᮰᮰|%,

kukituna dina raraga sukuran jeung sakalian acara papisahan, baris diayakeun acara sukuran jeung papisahan murid-murid kelas genep

ᮊᮥᮊᮤᮒᮥᮔᮃ ᮓᮤᮔᮃ ᮛᮃᮛᮃᮌᮃ ᮞᮥᮊᮥᮛᮃᮔ᮪ ᮏᮩᮀ ᮞᮃᮊᮃᮜᮤᮃᮔ᮪ ᮃᮎᮃᮛᮃ ᮕᮃᮕᮤᮞᮃᮠᮃᮔ᮪, ᮘᮃᮛᮤᮞ᮪ ᮓᮤᮃᮚᮃᮊᮩᮔ᮪ ᮃᮎᮃᮛᮃ ᮞᮥᮊᮥᮛᮃᮔ᮪ ᮏᮩᮀ ᮕᮃᮕᮤᮞᮃᮠᮃᮔ᮪ ᮙᮥᮛᮤᮓ᮪-ᮙᮥᮛᮤᮓ᮪ ᮊᮨᮜᮃᮞ᮪ ᮌᮨᮔᮨᮕ᮪

Kesimpulan 

masyarakat sunda terkenal dengan sikap keramah tamahannya. Tidak hanya itu masyarakan sunda terkenal dengan becandaanya, banyak kata kata bijak dalam bahasa sunda yang bisa kita jadikan sebagai motivasi sehari hari.

Sudah sepantasanya sebagai generasi bangsa, khususnya para pemuda sunda bisa mengerti dan memahami bahasa ibunya sendiri. Ada kalimat penutup dalam bahasa sunda semoga kalian bisa meresapi maknanya. Rek Kusaha deui ngamumule basa sunda mun lain kuurang, yuk nyundakeun urang sunda. Hunuh

Show Comments

2 Comments

  1. Badru Zaman 18 October 2018
  2. Indra Yanuanda 11 December 2018

Leave a Reply