1
256

Amalan Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah Rasul dan Tuntunan Para Ulama.

Amalan Bulan Ramadhan- Bikin kue nastar kotor ke badan, makan kerupuk di tambah ikan, sebentar lagi masuk Ramadhan, sebelum masuk bulannya yuk kita persiapkan. Ramadhan merupakan bulan sucinya umat muslim.

Tentu banyak keutamaan bulan Ramadhan, baik yang wajib maupun yang sunnah. Patut berbangga kita sebagai umat muslim, karena bisa merasakan indahnya bulan penuh barokah ini. Sehingga di bulan ini terdapat suatu ibadah yang menjadi rukun Islam.

Mulianya bulan ini tercermin dalam ibadah, Puasa dan zakat fitrah sebagaimana menjadi rukun islam yang ke 3 dan ke 4.

Melewati bulan ramadhan sungguh lah rugi jika kita tidak memaksimalkan ibadah wajib yang hanya ada satu tahun sekali ini. seperti puasa ramadhan, membayar zakat fitrah dll. Selain itu terdapat pula amalan sunah bulan Ramadhan atau ibadah sunah.

Yang menjadi catatan jangan sampai kita melaksanakan ibadah, contohnya puasa hanya sebagai pengugur kewajiban.

Sebagaimana hadist

“Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya menahan lapar dan dahaga saja.”  (HR. Ath-Thabrani)

Maka dari itu, mari kita mempersiapkan diri demi mendapatkan ganjaran yang besar di Ramadhan tahun ini. Bagaimana agar dapat memaksimalkan ibadah bulan ini? Selain menjalankan ibadah wajib di anjurkan juga menjalankan amalan – amalan bulan Ramadhan yang bersifat ibadah sunnah.

Berikut amalan sunnah Ramadhan atau ibadah sunnah yang di tuturkan oleh Rasul kita Nabiyullah Muhammad Saw, dan juga di jalankan oleh para Ulama.

Amalan Bulan Ramadhan (Ibadah Sunnah)

Untuk mencapai derajat sempurna alangkah baiknya kita menjalankan ibadah tidak hanya yang wajib nya saja. Namun lebih dari itu amalan sunnah pun sekuat tenaga kita mengerjakannya.

Seperti yang telah Allah Swt sampaikan dalam Q.S Alqodar, bahwasanya Al Quran di turunkan pada bulan Ramadhan. Tepatnya Nuzzurul Qur’an Turun di malam lailatul qodar.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan (lailatul qadar)” (QS. Al-Qadar: 1).

Sehingga dalam keutamaaan bulan Ramadhan tertera bahwa bulan ini merupakan bulannya Al Qur’an. Demi menadapatkan ganjarannya maka sepatutnya kita mengerjakan amalan amalah di bawah ini

1 Taddarus Al Qur’an

Amalan bulan Ramadhan "tadarus al Quran

Ramadhan merupakan bulannya Al Quran, bulan suci ini adalah waktu spesial untuk kita mendekatkan diri kepada Allah Swa dengan cara membaca Al Quran. Di bulan-bulan biasa saja membaca al Quran sudah mendapatkan pahala apalagi di bulan Ramadhan.

Sebagaimana Rosululloh Saw dan para sahabat telah mebiasakan tadarus Al Quran di bulan selain Ramadhan dan melebihkan bacaan Al Quran ketika Ramadhan tiba.

Dari Hadist yang di riwayatkan Ibnu Abbas r.a, beliau bersabda

“Rasulullah Saw adalah orang yang paling pemurah terlebih-lebih dalam bulan Ramadhan. Bulan dimana beliau selalu ditemui Jibril. Jibril menemuinya setiap bulan Ramadhan untuk bertadarrus Al Quran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan ada beberapa hadist yang menyatakan membaca al Quran adalah bentuk dzikir terbaik kepada Allah Swt.

Mendengarkan bacaan Al Quran saja sudah menjadi pahala, apalagi kalau membacanya. Di tambah lagi jika kita membaca Al Quran di bulan Ramadhan. Sebagaimana Allah telah melipat gandakan pahala di bulan suci ini.

Maka dari itu sangat rugi jika kita melewatkan kesempatan ini. Allah Swt telah memberikan kemuliaan khusus kepada ummat muslim di bulan Ramadhan, yang tidak di berikan di bulan selain itu.

Maka niatkan dalam diri kita dengan tujuan mendapat ridho Allah Swt dengan taddarus Al Quran.

2 Menghatamkan Al Qur’an

Amalan bulan Ramadhan khatam Al Quran

Amalan lain yang di contohkan oleh para ulama adalah menghatamkan Al Quran. Menghatamkan Al Quran merupakan bentuk komitmen kita beribadah khususnya dalam amalan sunnah Ramadhan

Para ulama dan para Salafussolih mencontohkan untuk menghatamkan Al Quran. Dalam riwayatnya seperti Imam As syafii.

Menurut muridanya Ar Rabi’ “Di bulan Ramadhan khususnya, Imam Syafii rahimahullah menghatamkan al Quran  sebanyak 60 kali, kemudian di bulan biasa menghatamkan sebanyak 30 kali”

Ar Rabi meriwayatkan ketika itu iya bertanya kepada gurunya Imam Al Syafii “ Apakah membaca Al Quran nya di dalam sholat ketika bulan Ramadhan?” dan Baliau menjawab “Iya”

Nah bagaimana dengan kita menjalankan amalan bulan Ramadhan?

Tentunya untuk mencapai deraja seperti para Salafussolih sangat berat. Namun setidaknya kita berusha untuk mencapai hatam Al Quran minimal satu kali dalam satu bulan.

Bagi seseorang yang sudah terbiasa dalam membaca Al Quran dengan baik dan benar, memang akan terasa mudah dan lebih cepat. namun tidak bagi yang belum terbiasa.

Menjadi sebuah catatan janganlah kita ingin mengejar khatam namun dengan membacanya tersebut ke tartilan membaca jadi hilang.

Di khawatirkan jika seseorang dengan kemampuan membacanya belum fasih kemudian dia mentargetkan hatam dalam satu bulan, sehingga menjadi rusak bacaanya, tidak mendapatkan keberkahan dalam membaca Al Quran.

Sebagaimana Firman Allah dalam Q.S Al Muzammil

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Dan bacalah Al-Qur’an dengan perlahan-lahan (tartil)” (Al-Muzzammil 4)

Sehingga sempurna ketika kita membaca Al Quran dengan tartil. Alangkah baiknya jika kita membaca Al Quran sesuai dengan kemampuan kita sendiri.

Jangan khawatir tidak bisa menghatamkan Al Quran, karena dengan kita berniat menghatamkan maka Allah akan mencatat niat baik tersebut.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, sebagaimana di riwatkan oleh ‘Aisyah radiallohu an’ha bahwa Rasululloh bersabda

“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)

Artinya tidak ada suatu amalan yang tanpa ada ganjarannya. Meskipun masih terbata-bata dalam membca Al quran, namum karna Al Quran itu kebaikan maka pahala lah yang ia dapat.

Ada sebuah pepatah “sibukanlah dirimu dengan kebaikan, jika tidak keburukanlah yang akan menyibukanmu”. Kaitannya dengan Ramdahan habiskanlah atau sibukanlah dengan membaca Al Quran, jika tidak sangatlah rugi jika kita melewatkannya

3 Amalan Sunnah Menyegerakan Berbuka Puasa

Amalan bulan Ramadhan buka puasa

Diantara Amalan bulan Ramadhan yang di contohkan Rasul yaitu menyegerakan berbuka puasa dan melaksanakan sahur. Rasululloh Saw melakukan buka pusa sesaat setelah matahari terbenam dan sebelum melaksanakan shalat maghrib.

Imam Thabrani dalam al-Mu’jam al-kabir meriwayatkan bahwa “ Perkara-perkara yang termasuk akhlak nabi dinataranya menyegerakan berbuka, meletakan tangan katan di atas tangan kiri ketika sholat dan meangakhirkan sahur. (Majma’ az Zawaid 2/150)

Banyak dari para sahabat nabi yang meriwayatkan tentang anjuran menyegerakan berbuka. Seperti yang dikatakan bahwa “Rasululloh berbuka puasa terlebih dahulu kemudian beliau melaksanakan shalat maghrib”

Selain itu sebagaimana sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari sahal bin sa’ad bahwa Rasulu bersabda

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dalam tatacara berbuka pun di contohkan bahwa nabi Muhammad Saw. Beliau terbiasa melakukan berbuka puasa dengan memakan terlebih dahulu rutbah (kurma basah) atau dengan tamr (kurma air). Jikalau keduanya tidak ada, hanya meminum seteguk air HR. Abu Dawud (no. 2356)

4 Memberi Makan Kepada Seseorang Ketika Berbuka Puasa

Amalan bulan Ramadhan memberi orang yang sedang berpuasa

Pernah ngga kamu mendapati di mesjid-mesjid, di jalanan atau dimanapun ketiak waktu berbuka puasa. Banyak orang-orang yang membagikan makanan entah itu takjil, makanan ringan, nasi dan lainnya.

Orang-orang yang membagikan makanan tersebut merupakan orang-orang yang yang mengincar pahala ketika amalan bulan Ramadhan. Sesuai dengan sabna Nabiyullah Muhammada Saw yaitu:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Makna lain ketika membagikan makanan untuk yang berbuaka bisa jadi kita memberikan kebahagian buat oang yang berpuasa. Sehingga doanya menjadi pahala kepada seseorang yang memberinya.

Dengan berbagi ketika buka puasa bisa menjadi bentuk rasa syukur seseorang dengan harta yang ia miliki. Kemudian mengharapkan keberkahan atas apa yang ia proleh.

5 Makan dan Mengakhirkan Sahur

Amalan bulan Ramadhan Mengakhirkan Sahur

Secara bahasa  sahur berasal dari bahsa arab  سحور ‎yang artinya aktifitas makan yang di lakukan di waktu akhir malam. Makan sahur merupakan makan yang dilakukan untuk memulai berpuasa

Amalan bulan Ramadhan yang merupakan sunnah Rasul adalah makan sahur. Annas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasululloh bersabda

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahur bukan perkara wajib dalam puasa namun bersifat sunnah. Jika kita mengamalkannya maka kita mendapat pahala atas amalan Rasul. Selain itu fungsi sahur adalah sebagai energi atau tenaga selama menjalankan ibadah seharian full.

Terutama bagi para pekerja, makan sahur sangat penting agar aktifitas kerja ibadah bisa berjalan berbarengan.

Sedangkan dalam sunnahnya aktifitas makan sahur baiknya di akhirkan, sebagaimana yang di riwatkan oleh  Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاةِ ، قَالَ : قُلْتُ : كَمْ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ ؟ قَالَ : قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةٍ

“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist tersebut salah satu yang menerangkan bahwa rasul mengakhirkan sahur. Jadi sebagaimana tuntunan rasul, kita sebagai umatnya alahkan baik mengikuti apa yang di contohkan.

Semoga dengan kita menjalankan apa yang di contohkan rasul, kita mendapatkan pahala sunnah dan safaaat dari Nabi Muhammad Saw.

6 Memperbanyak Sodaqoh (Sedekah)

Amalan bulan Ramadhan amalan sunnah ramadhan

Agama Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berlomba lomba dalam kebaikan dan memperbanyak dalam bersodaqoh. Firman Allah dalam Q.S Al Baqoroh

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa caranya memberikan pertolongan atau memberi harta merupakan bentuk pertolongan kepada yang lebih membutuhkan. Terutama di bulan Ramadhan

Di satu sisi dalam menjalalankan ibadah Ramadhan kita merasakan kenikmatan karena kita berkecukupan. Nnamun masih banyak orang yang membutuhkan pertolongan kita.

Sedekah merupakan anjuran yang pahalanya besar apalagi di lakukan di bulan suci Ramadhan. Dalam sebuah buku karangan Prof KH Ali Mustafda Yakub,beliau menjelsakan bahwa;-

“Rasululloh sangat mendahulungan ibdah Muta’adiyah (ibadah sosial) ke sesama manuisa, dengan berinfaq/bersodaqoh”

Dalam hadist lain di riwayatkan H.R Tirmidzi “ Rasululullah di tanya: ya rasul sedekah apa yang paling baik dan utama? Maka rasul menjawab “ sedekah dibulan suci Ramadhan.

Selain sebagai ibadah yang di anjurkan, sedekah juga bisa sebagai pengugur dosa  bagi seseorang. Sebagaimana hadist Rasulullah Saw

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Maka dari itu Ramadhan adalah moment terbaik kita untuk memaksimalkan ibadah, karena di dalamnya banyak rahmat dan ampunan yang Allah berikan.

7 Memperbanyak Qiyamul Lail (Tarawih)

Amalan bulan Ramadhan qiyyamul lail

Amalan sunnah bulan Ramadhan di antara amalan sunnah yang lain adalah qiyyamul lail (Sholat Tarawih). Tarawih merupakan ibadah sunnah yang diketahui masyarakat awam hanya dilaksanakan di bulan Ramadhan.

Beda halnya dengan ibadah sunnah yang lain, yang membedakannya adah adalah derajat pahala yang Allah berikan. Tarawih bisa dikerjakan berjamaah dan bisa dilakukan sendiri

Dalm suatu ketika pada zaman setelah rasul hijrah dari makkah ke madinah tepatnya 8 tahun seteah di Madinah. Rasululloh Saw merasa khawatir karena antusias masyarakat dalam beribadah sholat tarawih semakin tinggi;-

Di takutkan ada anggapan bahwa ibadah ini merupakan ibadah wajib, ehingga Beliau melaksanakannya sendiri di rumah

Salah satu hadist yang menerangkan bahwa rasul melaksanakan tarawih sebagai berikut

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam salat di masjid lalu para sahabat mengikuti salat Dia, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Dia salat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti salat nabi), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. –

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya Dia bersabda: ‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tarawih mempunyai derajat sunnah muakad yang artinya ibadah sunnah yang di anjurkan, karena Rosul secara langsung mengerjakan amalan tersebut.

Sholat tarawih merupakan sholat sunnah yang dikerjakan setelah sholat isya. Dalam prakteknya ada beberapa pendapat tatacara sholat tarawih.

Namun semuanya benar. Ada beberpa pendapat yang di pakai terutama pengaplikasian di masakyakat zaman sekarang

Secara sederhana kita bertaqlid saja kepada 4 madhab pada umumnya. Berikut beberapa perbedaan dari 4 madhab dalam jumlah rakaat shalat tarawih

  • Al-Hanafiyah (8 rakaat)
  • Al-Malikiyah (sebagian 8 atau 20 rakaat)
  • Asy-Syafi’iyah (20 rakaat)
  • Al-Hanabilah (sebagian 8 atau 20 rakaat).

Lalu bagaimana kita memilih nya?

Gampang saja sebagai umat muslim yang masih awam kita cukup bertaqlid artinya mempercayai pada seseorang (madhab) yang sudah terjamin baik akhlaknya, kepintarannya, dan tingkatan ibadahnya.

Semua rakaat dalam pelaksanan tarawih benar, yang salah adalah orang yang tidak melaksanakan amalan tersebut.

Sebagaimana kita hidup di negara yang sebagian besar memakai madhab syafi’iyah dalam melaksanakan 20 rakaat. Namun fenomena di masyarakat masih banyak yang memperdebatkan ini.

Perdebatan yang terjadi seolah-olah mencari kesalahan dalam proses ibadah. Sedang kan masih banyak permasalahan ummat ini yang perlu di selesaikan.

Denag demikian mari kita sama sama memaaksimalkan ibadah qiyyamul lail sholat tarawih, agar makiin sempurna ibadah kita, dengan harapan mendapat ridho dan keberkahanNya

8 Amalan Bulan Ramadhan “I’tikaf di Masjid”

Amalan bulan Ramadhan i'tikaf ramadhan

Secara bahasa I’tikaf di artikan sebgai kegiatan berdiam diri di suatu tempat. Sedangkan menurut istilah I’tikaf adalah berniat ibadah dengan berdiam diri di mesjid, bermunajat mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Para ulama sepakat bahwa beri’tikaf alangkah baiknya di lakukan di mesjid,. Mengapa demikian karena mesjid merupakan rumah Allah Swt pastinya lebih mustajab ketika kita berdoa di mesjid di bandingkan di sembarang tempat

Firman Allah dalam Q.S. Al Baqarah : 187

وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“….sedang kamu beri’tikaf dalam masjid..”

Hukum dari i’tikaf sendiri adalah sunnah, para ulama atau para salafussolih di zaman rosul sudah menjalankan ibadah sunnah ini, terutama di bulan Ramadhan.

Istri Nabi A’isyah meriwayatkan bahwa “Rasulululloh salallahu ‘alaihi wassalam melakukan ibadah beri’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan. Rasul beritikaf di bulan Ramadhan  hingga wafatnya. Setelah itu kemudian istri-istri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sepuluh hari terakhir Ramadhan memang malam-malam dimana di turunkannya al Quran. Firman Allah Swt Q.S Al Qadr

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. (Q.s Al Qadr: 1)

Dengan diturunkannya Al Quran menjadikan malam malam tersebut sebagai malam yang penuh dengan keualiaanh. Sehingga I’tikaf merupakan ibadah sunnah yang di contohkan oleh rasul terutama di 10 hari terakhir.

Maka dari itu jangan sampai terlewatkan, mari kita raih pahala bulan Ramadhan, mari kita capai malam lailatul qodar, mari kita beri’tikaf.

9 Memberbanyak Dzikir dan Istigfar serta Memohon Ampunan

Amalan bulan Ramadhan dzikir

Jika kamu masih di jalan kemaksiatan, segeralah bertaubat. Jika kamu mau bertaubat maka Ramadhan momen yang sangat tepat untuk kembali ke jalan yang benar.

Namun jangan menunggu sampai Ramadhan, mulai dari sekarang aja taubatnya.

Sungguh amalan di bulan Ramadhan dapat mengugurkan dosa-dosa. Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan bulan penuh magfiroh. Jadi perbanyaklah berdzikir, perbanyaklah meminta ampunan dengan memperbanyak istigfar.

Sebagaimana Firman Allah dalam (Q.S. al-Mu’min: 60).

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

 “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”

Allah itu maha pengampun, seberat apapun kita melakukan dosa pasti allah mengampuni, kecuali dosa bbesar seperti sirik.

Rasululloh Saw pun sebagai manusia sempuran yang sudah di jamin masuk surga, memberikan contoh untuk meminta ampunan jika kita melakukan dosa atau kesalahan.

Agar doa kita terkabul, kemudian mendapatkan ampunan dari Allah Swt, niatkan dalam hati untuk tidak mengulangi dosa yang di perbuat dan memperhatikan adab-adab dalam memanjatkan doa.

Adapun Adab dalam berdoa yaitu:

  • Berdoa sebaiknya dalam keadaan suci
  • Niat dengan ikhlas meminta ridha Allah
  • Memulai dengan pujian dan sholawat
  • Tidak tergesa-gesa
  • Mengakui kesalahan yang di perbuat
  • Husnudzon kepada Allah
  • Ikhlas dan Tawakal.

Kemudian waktu waktu yang mustazab untuk memanjatkan doa adalah Ketiak sujud, Setelah sholat, Waktu diantara adzan dan iqomah, Ketika hujan, Sepertiga malam dan di bulan Ramadhan.

Ramadhan merupakan salahsatu waktu terbaik memanjatkan doa meminta ampuanan da memperbanyak dzikir kepada Allah Swt. Kalimat dzikir yang di panjatkan bisa berupa kalimat tasbih, tahmid dan takbir.

Selain itu jangan lupa perbanyak sholawat kepada nabi agar kelak kita mendapatkan safaat dari Nabi Muhammad SAW. Yuk manfaatkan dan jadikan momen pada setiap Ramadhan sebagai moment kita bertaubat.

10 Menunaikan Umroh di Bulan Ramadhan

Amalan bulan Ramadhan umrah ramadhan

Amalan bulan Ramadhan selanjutnya adalah melaksanakan umroh di bulan Ramadhan. Pengertian umroh sendiri adalah serangkaian kegiatan dalam mengunjungi baitullah (ka’bah) untuk melaksanakan ibadah tawaf, Sai’ dan tahalul.

Sebagaimana amalan yang telah dicontohkan rasul, jika dilihat dari derajatnya, Umroh yang dilakukan di bulan biasa dan dilakukan di bulan Ramadhan tentunya berbeda dari segi pahala yang di dapat.

Mengapa demikian, karena Umrahnya saja sudah bentuk ibadah kemudian di laksanakan di bulan yang telah Alllah Swt lipat gandakan pahala disetiap ibadah yang di kerjakannya.

Bahkan Umrah di bulan Ramadhan sangat istimewa karena senilai dengan melaksanakan ibadah haji bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam riwatnya Ibnu ‘Abbas menyampaikan bahwa Rasul pernah bertanya kepada seorang perempuan

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا

Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?

Lantas perempuan itu menjawab “ aku mempunyai pekerjaan untuk memberi minum pada seekor unta” kemudian rasululloh bersabda

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Begitu muliayanya bulan Ramadhan hingga bisa memberi nilai yang sangat tinggi. Kemudian apa makna dari umrah memiliki nlai dengan haji bahkan bersama Rasul?

Yang dimaksud dari hadist tersebut pahala umroh yang dilakukan di bulan Ramadhan sama besarnya dengan pahala yang di dapat ketika kita melaksanakan haji bersama rasul.

Lantas jika demikian apakan dengan umrah di bulan Ramadhan kewajiban rukun islam yang kelima gugur?

Lantas tidak demikian, dalam fatwanya Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah menerangkan tentang hal umrah di bulan Ramadhan seperti haji bersama rasul  shallallahu ‘alaihi wa sallam

Apakan keterangan hadist tentang umroh itu bisa menggugurkan ibadah haji?

Maka syehk Abdul Aziz menjawab “Umrah yang di laksanakan di bulan Ramadhan tidaklah bisa mengugurkan kewajiban hari.

Namun dengan melakukan ibadah tersebut kita bisa mendapatkan keutamaan lebih yaitu pahalanya di samakan dengan melaksanbakan ibadah hari bersama rasul.

Sehingga orang yang menunaikan umrah sebagai amalan bulan Ramadhan masih mempunyai kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji.

Karena umrah Ramadhan di nilai dari sisi keutamaan pahalanya saja, bukan dari segi kewajiban ibadah yang di kerjakan  (Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz)

Penutup

Sebagai penutup, itulah 10 keutamaan di bulan suci Ramadhan. Tentunya jangan sampai kita melewatkan ibadah ibadah wajib yang diperintahkan seperti menjalanka ibadah Puasa dan menunaikan zakat fitrah.

Terutama kita mengharapkan bahwa keberkahan Ramadhan bisa terasa oleh seluruh umat muslim di dunia ini. Kita jadikan Ramadhan momen kabangkitan umat, perbaikan ekonomi dan ajang berlomba lomba dalam kebaikan.

Semoga Ramadhan menjadi awal dari kemajuan bangsa ini. Kita ketahui sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia pun merdeka di bulan Ramadhan.

Banyak sejarah islam yang menjadi refernsi bahwa di bulan Ramdhan merupakan moment kebangkitan.

Semoga di bulan Ramadhan kita selalu istiqomah dalam kebaikan, dengan menjalankan ibadah ibadah wajib dan menjalankan amalan bulan Ramadhan yaitu amalan sunnah. Cukup sekian semoga bermanfaat, Allahualam

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply