1
156

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila, dengan Omset Jutaan

Semangat pagi para interpreuner, Alhamdulillah semoga kita masih diberi kesempatan untuk bisa menikmati indahnya hidup bersama orang-orang yang kita sayangi. Kali ini penulis akan membahas secara lengkap bagaimana caranya budidaya ikan nila.

Harus di mengerti pada dasarnya kegiatan usaha dalam sektor budidaya, merupakan sektor usaha yang masih dan sangat menjanjikan. Mengapa demikian ? Karena jika dilihat dari kemampuan alam untuk menyediakan sumber makanan semakin berkurang.

Maka dari itu, adanya pengetahuan tentang budidaya, dsebaik mungkin kita harus bisa memaksimalkan potensi tersebut, terlebih kita melihat dari sudut pandang seorang pebisnis. Memang kegiatan membudidayakan ikan nila tidak sepopuler budidaya ikan lele, namun jangan salah, ikan niila ternya mempunyai potensi yang sangat bagus jika dikembangkan.

Seselum membahas lebih jauh tentang membudidayakan nila, alangkah baiknya kita mengenal klasifikasi atau ciri-ciri ikan nila.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila

Klasifikasi dan morfologi ikan nila, Budidaya ikan nila

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar dengan naman latin (Oreocromis Niloticus). Ikan nila sangat banyak ditemukan di perairan indonesia khususnya di perairan tawar, seperti sungai kolam atau danau. untuk mengetahui iciri ciri ikan nila. Agar kita mengenal lebih tentang ikan nila berikut klasifikasi dan morfologi ikan nila

Klasifikasi Ikan Nila (Oreochromis Nilotikus)

Saanin (1994), Menyebutkan bahwa klasifikasi ikan nila sebagai berikut]

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Sub Filum : Vertebrata

Kelas : Osteichyes

Sub Kelas : Acanthopterygii

Ordo : Percomorphi

Sub ordo : Percoidae

Famili : Cichlidae

Genus : Oreochromis

Spesies : Oreochromis nilaticus

Pada awal kemunculannya ikan nila di temukan di wilayah Afrika Timur di bagian dekat sungai Nil Nigeria. Ikan nila termasuk kedalam kelompok tilapia, dan memiliki tulang belakang kedalam famili Cichilidae dengan ordo percomorphi. Untuk lebih jelasnya perhatikan ciri-ciri morfologi ikan nila di bawah ini

Morfologi Ikan Nila

Keberadaan ikan nila di alam sangat banyak, bahkan jenis ikanikan yang satu famili pun hampir menyerupainya, berikut ciri-ciri morfologi ikan nila

  1. Memiliki bentuk tubuh bulat pipih, pungung agak tinggi
  2. Mempunyai lima buah sirip yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anal dan sirip ekor.
  3. Sirip dorsal dan sirip kaudal terdapat garis lurus memanjang.
  4. Sirif punggung keras membentuk duri
  5. Memiliki warna tubuh hitam pada bagian punggung dan agak putih kebagian perut
  6. Memiliki sisik dengan ukuran cukup besar yang tersusun rapi, sedikit kasar seperti ikan gabus
  7. Memiliki Kepala yang pipih dengan bukaaan mulut yang kecil
  8. Mata ikan nila agak besar dengan warna kehijauan

Selain itu, ikan nila termasuk ikan yang kemampuan bertahan terhadap lingkungan yang cukup kuat, bisa bertahan dikondidi air yang kurang oksigen karena mempunyai organ pernafasan tambahan yang dinamakan labirin. Ikan nila sangat cocok untuk di budidayakan karena memiliki beberapa keunggulan dibanding jenis ikan lain

Keunggulan Budidaya Ikan Nila

Dalam melaksankan kegiatan budidaya, atau usaha ternak ikan tentunya kita harus mengetahui keunggulan spesies yang akan di budidayakan, entah itu dari hargananya, atau dari faktor- faktor lainnya. Berikut beberapa keunggulan kenapa anda harus membudidayakan ikan nila

  1. Sangat mudah untuk dikembangbiakan serta memiliki pertumbuhan lebih cepat
  2. Tingkat kematian (mortality) rendah
  3. Dapat dilakukan pemijahan setelah umur 5-6 bulan
  4. Setelah 1 – 1,5  bulan, dapat dipijah kembali
  5. Benih yang dihasilkan dominan jantan
  6. Pakan Budidaya bisa apa saja (Protein atau tumbuhan)
  7. Mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi
  8. Bagian tubuh dapat dimanfaatkan dibeberapa bidang
  9. Konsumsi masyarakat terhadap jenis ikan ini cukup tinggi

Setelah kita mengetahui keunggulan ikan nila saatnya kita melakukan kegiatan budidaya, dengan beberapa pertimbangan. Berikut panduan lengkap budidaya ikan nila

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila

panduan lengkap budidaya ikan nila

Jika anda masih bingun untuk memilih jenis usaha apa yang akan anda jalankan, cobalah dengan memulai usaha ternak ikan nila. Untuk memulai ternak ikan nila tidaklah sulit yang di perlukan adalah kesabaran dan ketelitian dalam kegiatan budidaya.

Mengapa penulis menyarankan untuk membudidayakan jenis ikan ini, selain prosesnya yang cukup mudah. Ikan nila mempunyai harga ekonomis yang cukup tinggi, dengan permintaan yang cukup besar di pasaran. Mudah saja untuk memulai bisnis ini cukup perhatikan langkah-langkah beriku. yang pertama adalah.

Persiapan Kolam Budidaya

Hampir di semua sistem budidaya, tapan persiapan kolam menjadi tahapan awal yang sangat penting. Kenapa penting karena pada tahap awal ini kita akan mempersiapkan temapt atau rumah ikan untuk mereka nyaman sehingga dapat memaksimalkan kegiatan budidaya.

Dalam persiapan kolam budidaya ikan nila ada beberapa yang berlu di perhatikan sebagai berikut:

Pemilihan Lokasi Kolam

Jika dilihat dari fisiologis nya ikan nila cocok tumbuh dan berkembang biak pada lahan budidaya denga  ketinggian 500 mdpl. Pemilihan lokasi sangatlah penting, karena lokasi kolam sangat mempengaruhi tingkat kecepatan tumbuh ikan nila itu sendiri. Kemudian bagaimana ciri menentukan lokasi yang baik untuk budidaya/ berikut ciri-cirinya

  1. Jenis tanah yang digunakan lebih baik jiga menggunakan jenis tanah liat/lempung
  2. Dibuat kemiringan tanah dalam pembuatan kolam sebesar 2-3%
  3. Kualitas air lingkungan budidaya harus di Perhatikan jangan sampai ada kontaminasi limbah atau zat-zat kimia
  4. Perhatikan PH Air lingkungan dengan kisaran 6,5 – 8 dengan suhu rata-rata 25-30°

Pengolahan Kolam

Setelah melakukan pemilihan lokasi kolam dengan sayat-sayat yang sudah ditentukan tahapan selanjutnya adalah pengolahan kolam. Untuk pengolahan kolam budidaya ikan nila sama saja dengan budidaya jenis ikan yang lain. Namun jika pada spesies lain di teruskan media kolam yang berbeda, untuk ikan nila masih menggunakan kolam tanah.

Tidak halnya dengan budidaya ikan lele ada yang menggunakan kolam tanah ada juga yang menggunakan kolam terpal dalam media budidaya. Baik proses pengolahan alangkah baiknya dilakukan minimal 10 hari sebelum proses penebaran benih. Apa saja yang Harus di olah berikut tahapannya:

  1. Pengeringan kolam
  2. Pembersihan dan penggemburan kolam
  3. Perbaikan tanggul/ galengan kolam
  4. membuat atau memperbaiki saluran keluar masuknya air
  5. Pemberian kapur/ tohor/dolomit sebagai pembasmi hama dan virus
  6. Pemupukan (Pupuk kandang/kimia)

Jika ke enam tahapan di atas sudah dilaksanakan tahap selanjutnya adalah pengairan kolam

Pengaairan Kolam

Pengairan kolam pada saat pengolahan alangkah baiknya di isi hanya sekitar 5-10 cm diatas dasar kolam. Hal ini di tujukan untuk memineralisasai kolam, dan menumbuhankan pakan alami pada kolam. Diamkan kondisi tersebut selama 2-3 hari hingga ai kolam berubah warna agak kehijauan.

Setelah itu isi kembali air kolam dengan ketinggian 60 – 90 cm dari dasar kolam, ketinggian kolam di sesuaikan dengan ketinggian tanggul dan luas kolam serta padat tebar dalam kolam budidaya. Tenangkan air kolam kira kira selama satu hari baru ke tahap selanjutnya yaitu penebaran bibit atau benih ikan nila.

Pemilihan Benih Ikan Nila Berkualitas

bibit unggul dalam budidaya ikan nila

Sebelum kepada tahap penebaran benih, hal penting yang jangan sampe terlewatkan adalah pemilihan benit atau bibit unggul. Hal ini dimaksudkan agar hasil budidaya dapat maksimal karena berasal dari bibit yang bagus. Untuk itu beberapa ciri bibit ikan nila yang unggul sebagai berikut:

  1. Gerakan lincah, gesir
  2. Warna cerah mengkilap
  3. Tidak ada luka atau cacat di bagian tubuh
  4. Kelengkapan anggota tubuh ikan
  5. Warna mata yang cerah
  6. Ukuran seragam

Nah jika kriteria diatas sudah terpenuhi saatnnya ke proses penebaran ikan nila ke kolam yang sudah dipersiapkan sejak awal

Penebaran Benih yang Benar

Pada tahapan penebaran benih merupakan tahapan yang penting, banyak pembudidaya baru tidak begitu memepergatikan cara penebaran yang baik sehingga banyak kematian pada benih yang baru di tebar. Berikut Cara peenebaran benih ikan nila yang benar

  1. Penebaran benih jangan dilakukan dengan tergesa gesa
  2. Perhatikan kondisi air kolam, ciri-ciri kolam yang sudah siap untuk ditebar benih yaitu kolam dengan warna agak kehijauan atau kemerahan. hal tersebut menunjukan adalanya pakan alami yang dibuthkan oleh benih
  3. Ambil benih dengan pelan-pelan, agar benih tidak stres
  4. Masukan benih yang masih dalam pelastik ke kolam beserta plastiknya, diamkan bebeberapa saat. Proses tersebut dinamakan aklimatisasi yaitu adaptasi terhadap lingkungan
  5. buka wadah pelastik dan masukan air kolam kedalam plastik hingga bercambur
  6. Setelah ikan beradaptasi, benih atau bibit bisa di tebar

Tahapan selanjutnya dalam budidya ikan nila setelah penebaran benih adalah perawatan atau pemeliharaan kolam

Pemeliharaan Kolam Budidaya

Pada tahap ini, anda dihadapkan pada permasalahan bagaimana menjaga kolam budidaya agar terhindar dari gangguan internal ataupun eksternal.

Contoh gangguan internal sesaat setelah penebaran benih, anda harus benar benar perhatikan. Biasanya sehari stelah penebaran bibit ada benih yang mati. Maka dengan adanya kematian pada bibit harus segera di ambil, karena kalau tidak akan menjadi penyakit.

contoh lain adalah pemeliharaan kolam adalah pengendalian hama penyakit yang timbul akibat pakan atau hewan predator lain. Sedangkan gangguan eksternal bisa datang dari luar kolam seperti datangnya air baru yang kerung karena hujan. Bisa juga hama dari luar sperti ular  yang memangsa benih kolam budidaya.

Dalam tahap perawatan budidaya ikan nila, sangat disarankan anda harus sering mengecek kondisi kolam karena bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Pemberian Pakan

cara pemeberian pakan ikan nila

Dalam kegiatan budidaya khususnya pembesaran pakan menyumbang sebesar 70% dari tingkat keberhasilan dan biaya. Karena pemilihan pakan berdampak langsung kepada pertumbuhan ikan nila sendiri.

Untuk pemberian pakan bisa di lakukan dengan 3 X dalam sehari, dengan komposisi, 2 kali pakan utama dengan pelet yang mempunyai protein tinggi, dan satu kali pakan tambahan bisa di kasih dedaunan atau bahan makan curah.

Perlu diperhatikan dalam pemberian pakan adalah, dosis pakan yang diberikan. Jangan sampe kurang dan jangan sampe berlebih, karena jika berlebih akan menimbulkan penyakit di kolam ikan nila. Untuk pemberian pakan tambahan anda bisa menggunakan daun pepaya yang berfungsi juga sebagai obat untuk ikan nila.

Pemberian pakan harus disesuaikan berdasarkan ukuran rata rata ikan pada waktu yang berbeda. Tentu saja pemberian pakan akan berbeda pada awal penebaran benih dengan waktu satu bulan ikan sudah di kolam. kalo sudah pada tahap ukuran konsumsi

Masa Panen Budidaya Ikan Nila

panen budidaya ikan nila

Masa panen merupakan tahapan terakhir dalam proses budidaya ikan nila sebelum di jual ke pasaran. Pada dasarnya ikan nila dipanen tergantung pada tujuan awal anda akan memanen pada ukuran berapa. Namun rata rata ukuran ikan nila konsumsi di panen pada waktu 4-6 bulan.

Ada dua cara pemanenan ikan nila, yang pertama dengan penggunakan jaring dan cara yang kedua adalah kolam ikan di keringkan, yang nantinya ikan nila tinggal digeser ke kubangan tempat kelauarnya air. DAlam proses panen perlu di perhatikan jangan sampe membuat ikan stres.

Karena kalau ikan stress akan menyebabkan kematian yang nantinya menyebabkan kerugian bagi si pembudidaya.

Penutup

Sebagai penutup penulis menyarankan, jangan ragu untuk memulai suatu usaha, karena kalau tidak dicoba tidak akan tau, begitupun dengan budidaya ikan nila, jika tidak di coba tidak akan tau. Gegagalan adalah guru paling berharga

 

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply