2034

Cara Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok yang Menggiurkan

Bismillah, Bagaimana kabar teman teman semua masih sehat kan? lagi dan lagi penulis hadir masih menghadirkan artikel tentang seluk beluk ikan lele. Karena jika kita perhatikan ikan lele ini salah satu komoditas yang memepunyai potensi yang sangat tinggi, maka dari itu pada bahasan kali ini akan mengupas bagaimana cara budidaya ikan lele sistem bioflok

Kita mengenal bahwa budidaya perairan atau sistem budidaya untuk organisme perairan pada umumnya di kenal dengan budidaya tradisional, dan budidaya moderen. Nah sistem bioflok ini adalah sistem baru yang diterapkan dalam dunia budidaya khususnya ikan lele.

Pada dasarnya kegiatan budidaya ikan lele dengan sistem apapun bisa dikerjakan oleh siapapun. Namun yang menjadi pertanyaan, sudahkan kita menguasai ilmu suatu sistem budidaya yang diterapkan? Jika belum saatnya kita mengulang dari awal lagi, belajar kembali mengenai sistem budidaya yang kita kerjakan.

Baik cukup yah pembukaanya biar tidak panjang lebar langsung saja, Apa sih bioflok itu? ko akhir akhir ini ramai di bicarakan dikalangan pembudidaya.

Mangenal Sistem Bioflok

sistem budidaya bioflok

Sistem bioflok adalah salah satu cara dalam budidaya ikan lele, jika dilihat dari asal katanya bioflok terdiri dari dua kata “bios” kehidupan dan “flock” gumpalan/kumpulan. Jadi secara sederhana pengertian bioflok adalah suatu kumpulan mikroorganisme yang terdiri dari beberapa bakteri, mikroalga dan protozoa yang digunakan sebagai pakan alami dalam wadah budidaya.

Sempat ramai dikalangan peternak lele khususnya, tentang pakan herbal, apakah anda sudah tau? Mungkin kalo mendengan pakan alami sudah umum terdengar di telinga kita. Ada dua sudut pandang mengenai pemahaman peternak tentang pakan herbal.

Pertama adalah pakan herbal Jika dilihat dari kegunaanya adalah ditujukan untuk menghemat penggunaan pakan utama dan tambahan pada proses budidaya ikan lele. Mengapa demikian, pakan herbal di identikan dengan pakan berbentuk tepung yang memiliki nutrisi tertentu.

Ketika di larutkan dalam kolam budidaya akan mengangktifkan bahan organik yang terkandung sebagai akumulasi dari kotoran ikan menjadi nutrisi yang cukup sebagai pengganti pakan utama atau tambahan.

Pemahaman kedua menurut sebagian pembudidaya pakan herbal adalah pakan yang ditambahkan dari bahan-bahan alami baik dari tumbuhan atau buah-buahan. Pakan herbal disini dianggap atau mempunyai kandungan sebagai obat alami, seperti pada daun pepaya atau eceng gondok.

Pada dasarnya kedua pemahaman tersebut benar benar saja, karena keduanya mengandung sistem atau cara kerja bioflok itu sendiri. Kemudian apa yang dimaksud bioflok itu?

Apa itu Sistem Bioflok ?

Menurut KBBI sistem diartikan sebagai unsur-unsur yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan bioflok adalah gumpalan yang terdiri dari mikroorganisme seperti mikroalga, atau protozoa.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem bioflok adalah satu kesatuan mikroorganisme yang di atur sedemikian rupa guna tujuan merubah kotoran ikan dari kolam budidaya menjadi unsur atau nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan lele di kolam budidaya.

Kelebihan Sistem Bioflok

Kegiatan atau cara budidaya ikan lele sistem bioflok mempunyai beberapa prinsip sebagai keunggulan cara budidaya ini. prinsip prinsip ini di temukan sebagai hasil dari riset yang dilakukan oleh kementerian kelautan dalam hal ini Dirjen perikanan Budidaya (DJPB KKP)

PRINSIP BIOFLOK

Keuntungan jika anda penerapan cara budidaya ikan lele sistem bioflok sebagai berikut

  1. Sedikit pergantian air, karena flok harus terjaga agar tetap menjadi gumpalan.
  2. Efisien pakan (FCR bisa mencapai 0,7)
  3. Pada tebar bisa lebih tinggi (mencapai 3000 ekor/m3)
  4. Produktivitas tinggi

Cara Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

Bagaimana sudah paham apa itu bioflok? kalau sudah berikut akan dijelaskan panduan cara budidaya ikan lele sistem bioflok. Sistem bioflok menjadi salahsatu pilihan dari berbagai cara dalam teknik budidaya, khususnya budidaya ikan lele.

Sistem budidaya ini merupakan cara budidaya moderen yang dibilang efektif, karena menggunakan teknologi mikroorganisme dalam kolam budidaya untuk memaksimalkan pakan yang ada. Dalam budidaya bioflok ada beberapa tahapan yang harus anda lewati seperti penjelasan dibawah ini.

Pembuatan Kolam

cara ternak ikan lele dengan sistem bioflok

Pada dasarnya  kolam lele untuk sistem bioflok termasuk kedalam jenis kolam dari terpal. Penggunaan kolam terpal tidak hanya memangkas biaya dalam budidaya, selain itu penggunaan kolam terpal di tujukan agar kegiatan budidaya bisa dilakukan dilahan yang terbatas.

Cara membuat kolam terpal lele sistem bioflok biasanya terbuat dari  terpal dengan kerangka besi yang berbentuk tabung. Kolam tabung atau bulat seperti ini disebut kolam konstruksi knockdown, dimana kemampuan kolam ini lebih panjang dibanding jenis kolam dengan konstruksi kayu.

Konstruksi kolam terpal bulat dibuat sekuat mungkin karena sistem bioflok tersendiri merupakan jenis budidaya super intensif dimana padat tebar pada kolam bisa mencapai 1000 ekor/M³. Bisa dibayangkan jika anda membuat ukuran kolam 2-3 meter saja, pdat tebar bisa mencapai 3000 ekor.

Maka dari itu penting diperhatikan dalam pembuatan kolam terpal untuk sistem bioflok, dalam pembuatan kolam terpal bioflok, anda tidak usah bingung karena banyak jasa yang penwarkan pembuatan lengkap dengan terpal dan tips-tips budidaya lainnya.

Kemudain setel tahap pembuatan kolam terpal berhasil, saatnya kepada tahapan perisapan air untuk media pembesaran lele sisitem bioflok

Persiapan Air Kolam Budidaya

cara budidaya ikan lele sistem bioflok

Sumber :efishery.com

 

Tahapan kedua dari cara budidaya ikan lele sistem bioflok adalah persiapan air untuk media pembesaran lele. Tahapan ini sangat penting untuk diperhatikan karena pada tahapan ini menjadi tahap penentu keberhasilan budidaya denga sistem bioflok. Berikut beberapa tahapan dalam persiapan air

  1. Pertama-tama kolam disis air sebanyak 80% dari ketinngian kolam
  2. Selanjutnya mencampurkan probiotik (bakteri pathogen) seperti POC BMW 5 ml/m3, hal ini dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan mikroorganisme di air.
  3. Jangan lupa juga campurkan molase atau air gula merah dengan tambahan dolomit (kapur barus).
  4. setelah prebiotik tercampur semua simpan air dalam kolam kurang lebih 7 saampai 10 hari dan amati perkembangannya.
  5. Jika terjadi perubahan warna kehijauan atau kemerahan, berarti tahap persiapan kolam berhasil, yang ditandakan tumbuh berkembangnya bakteri sebagai pakan alami dari kolam.
  6. Jika warna tidak menunjukan perubahan atau malah menjadi hitam berati tahap persaiapan kolam gagal, dan saran saya ulangi dari awal sebari memperhatikan beberapa faktor seperti, cahaya matahari, suhu dan kelembaban.

Setelah tahap persiapan air dalam sistem bioflok berhasil saatnya pada tahap penebaran benih dikolam terpal.

Cara Penebaran Benih yang Baik dan Benar

Setelah tahap pertama dan kedua berhasil di lewati maka tahap selanjutnya dalam sistem budidaya bioflok adlaah penebaran benih untuk dibesarkan. Sebelum menebarkan benis alangkah baiknya pilih benih yang baik dengan ciri-ciri sebagai berikut

  • Gerakannya aktif dan lincah
  • Warna dan ukuran seragam
  • Lengkapnya organ tubuh dan tidak cacat.
  • Ukuran benih sekitar 4-7 cm merupakan pilihan yang proporsional.

Setelah memastikan kualitas benih yang akan di tebar benar benar benih unggu saatnya menebar benih. Berikut cara menebar benih agar tidak terjadi kematian.

  • Masukan benih yang masih dalam wadah (pelastik) kedalam kolam budidaya
  • Campurkan air kolam kedalam wadah pelastik secara perlahan
  • Simpan beberapa saat agar benih beradaptasi yang dikenal dengan proses aklimatisasi
  • Setelah benih beradaptasi baru kemudian dorong benih dari pelastik agar keluar semua.
  • Setelah benih satu hari baru kemudian campurkan lagi probiotik kedalam kolam

Sederhananya tahapan penebaran benih seperti itu, step selanjutnya dari cara budidaya ikan lele sistem bioflok adalah perawatan atau controling selama proses pembesaran

Pemberian Pakan

cara pemberian pakan dalam sistem bioflok

Tahap pemberian pakan merupakan inti dari sistem bioflok itu sendiri. Penggunaan bioflok merupakan perinsip pemberian pakan yang berkualitas sekaligus tepat waktu. Sekali lagi pemberian bioflok ditujukan agar sisa pakan atau kotoran ikan dapat dirubah oleh mikroorganisme sehingga bermanfaat untuk menjadi nutrisi lele tersebut.

Selain itu pemberian flok pada pakan dapat menghemat pakan utama sampai 30%. Pemberian pakan bisa dilakukan pagi dan sore hari. Dosis pemberian pakan disesuaikan pada ukuran ikan. Maka dari itu sistem bioflok mewajibkan kita untuk lebih sering melakukan sampling untuk pengukuran bobot ikan.

Pemberian pakan diberikan sebanyak 80% dari bobot ikan setiap hari nya. Selain itu karena sistem bioflok ini merupakan sistem dengan kepadatan tebar yang sangat tinggi, maka harus dilakukan pengecekan baik dari kondisi aerator, kondisi air dan faktor faktor lainnya

Perawatan Ikan Lele dalam Kolam Bioflok

Jika sudah berjalan dengan semestinya, perawatan sistem bioflok mudah mudah saja. perawatannya yaitu dengan cara memberikan pakan yang berkualitas sesuai dengan ukuran ikan lele, pastikan pakan lebih kecil dari pada mulut ikan agar pakan mudah ditelan oleh benih ikan lele. Periode pakan dalam 1 hari sendiri adalah 2x sehari, yaitu di waktu pagi dan di waktu sore hari.

Masa Panen Budidaya ikan Lele dengan Bistem Bioflok

Masa panen merupakan kegiatan akhir dari proses budidaya onfarm. Masa panen dilakukan ketika ikan sudah sesuai dengan ukuran konsumsi atau ukuran standar jual. di beberapa daerah ukuran jual untuk ikan lele sebanyak 7-8 ekor/kg, jika sudah mencapai ukuran tersebut lele siap dipanen.

Karena cara budidaya ikan lele sistem bioflok ini termasuk kedalam budidaya super intensif, yang dimana keleihannya adalah singkatnya masa pembesaran, sehingga dalam waktu satu bulan masa pembesaran ikan lele sudah bisa di panen.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply