20

Hukum Pacaran dalam Islam, Akibatnya dan Bahayanya , Muslim Wajib Tau

Hukum pacaran dalam Islam – Sudah menjadi hal yang dianggap wajar ketika di tempat-tempat ramai kita melihat generasi muda sekarang pegangan tangan, berduaan, dan melakukan kegiatan layaknya pasangan yang sudah mahramnya.

Bahkan ketika seseorang baik perempuan atau laki-laki yang tidak pacaran atau jomblo, menjadi bahan ejekan teman sebayanya, meskipun dalam batasan bercanda. Sesatu hal yang miris jika kita perhatikan, karena apa yang dilakukannya sebuah kebenaran namun malah menjadi bahan ejekan.

Sejatinya dengan budaya ketimuran dan sebagian besar rakyat Indonesia beragama Islam, budaya pacaran seakan tidak mengenal siapa pemeluk agama tertentu. Ppadahal sejak ribuan tahun silam Islam telah mengatur hal demikian.

Kemudian dari mana asal budaya pacaran itu?

Zaman sudah berganti kemajuan teknologi terus berkembang, arus gobalisasi makin deras dan budaya antar negarapun, keluar masuk tanda ada filter. Pada dasarnya pacaran merupakan budaya barat dimana tidak ada aturan tentang seseorang yang berbeda jenis melakukan hubungan.

Kemudian bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Solusi terbaiknya dengan mengembalikan prinsip atau aturan itu kepada norma tertinggi, yaitu norma agama. Sebagaimana kita ummat muslim alangkah mengkaji kembali apasih hukum pacaran dalam islam ?

Bagaimana Islam mengatur tentang hal itu, berikut penjelasanannya

Hukum Pacaran Dalam Islam

hukum pacaran dalam islam

Sebagaimana di riwayat kan oleh Muslim radiallohu an’humm bahwa Rasululloh Saw bersabda”

“Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” (H. R. Muslim)

Apa yang dianjurkan oleh Rasul merupakan suatu aturan bagaimana kita menjalani hidup, namun pada kenyataanya “pacaran” adalah sesuatu hal yang sudah bertentangan. Kemudian bagaimana islam mengatur hal tersebut, sedangkan kita tau bahwa gejolak para remaja sangat tinggi akan seseuatu hal yang baru.

Sejatinya menurut Islam hal demikian tidak dibenarkan adanya, pacaran merupakan hal yang dilarang karena dapat menyebabkan dan menimbulkan berbagai fitnah dan dosa. Ketika sesutu hal itu dilarang maka akan menimbulkan dosa.

Baca juga : Panduan dan tata cara sholawat tarawih lengkap dengan bacaan bilal

Pacaran merupakan perbuatan yang melanggar aturan agama dikatakan haram hukumnya jika kita melakukan hal tersebut.

An-Nur ayat 30:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Dalam ayat tersebut jelas adanya larangan dalam menahan atau menundukan pandangan dan menjaga kemaluan. Pesan yang disampaikan adalah bagaimana seseorang laki-laki untuk tidak menjalin hubungan kepada yang belum mahramnya “wanita”

Ayat di atas merupakan salah satu dari aturan yang menyebutkan bagaimana hukum pacaran dalam islam di larang. Ayat atau hadist yang mengatur tidak hanya itu saja, masih banyak hadist atau ayat yang menunjukan adanya larangan pacaran dalam islam.

  • Pacaran dalam Islam Boleh atau Tidak ?

hukum pacaran dalam islam

Dalam Islam ada yang dinamakan mahram dan non mahram. Mahram adalah semua hubungan yang tidak diperbolehkan atau diharamkan karena hubungan keturunan atau persusuan seperti antara ayah dan anak perempuannya, kakak laki-laki dengan adik perempuannya atau sebaliknya.

Sehingga jika kita tarik dari definisi mahram tersebut bahwa seseorang yang mahram berarti sah-sah saja untuk berduaan (dalam artian baik) dengan lawan jenis. Sedangkan kaitannya dengan pacaran adalah seseorang yang bukan non mahram melakukan kegiatan berdua duan (dalam artian baik). sehingga hal itu dilarang oleh islam

  • Hubungan Non Mahram

Kebalikan dari mahram yaitu non mahram, artinya seorang laki-laki diperbolehkan untuk menikahi seorang perempuan yang bukan mahramnya. Sedangkan pacaran adalah kegiatan berdua-duaan, melihat langsung, atau bersentuhan dengan perempuan yang bukan mahramnya.

Maka bagi seseorang yang ingin menjadi mahramnya islam mengajarkan untuk melakukan pernikahan agar sah dalam berduaan, melihat langsung dan melakukan sebagaimana pasangan mahram suami istri.

Kemudian jikalau seseorang tidak menhindari pacaran malah dengan sengaja mengerjakannya, maka ada akibat yang bisa di timbulkan, baik secara agama maupun secara sosial

Bahaya Pacaran Menurut Agama Islam

Pacaran dalam islam boleh atau tidak?

Islam merupakan agama yang sangat menghormati dan memuliakan wanita sehingga bukan tanpa sebab jika pacaran dalam islam dilarang. Hukum Pacaran dalam islam merupakan dosa besar karena dapat mendekatkan kepada zina, selain itu juga bisa menimbulkan dampak dampak yang bahaya dan akan merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain.

Lebih dari itu jika semakin banyak yang apcaran maka semakin banyak pula kemungkinan-kemugkinan yang dapat merusak tatanan bermasyarakat. berikut beberapa bahaya pacaran menurut islam

  • Mudah Terjerumus dalam Perzinahan

sudah sangat terbiasa generasi muda kita terjebak dengan status jomblo dan punya pacar, sekan punya pacar lebih baik dari pada si jomblo. Tidak jarang remaja-remaja sekarang jika di ingatkan akan bahaya pacaran menyangkal bahwa mereka tidak akan sampai berbuat yang aneh aneh.

Dans ering kita dengar istilah “berpacaran yang sehat”. Padahal, dengan mereka berpacaran sudah sesuatu hal yang tidak sehat, meskipun dengan dalil dalil yang mereka jadikan alasan. Bagaimanapun juga, pacaran adalah perbuatan yang akan menimbulkan kepada tindakan tindakan perzinahan.

Karena dengan melakukan pacaran berarti sudah membuka pintu bagi setan untuk menjerumuskan manusia. Setan akan terus menggoda ketika kita dalam kondisi melakukan dosa seperti pacaran yang awalnya hanya saling melihat, kemudian pegangan tangan, mulai berdua-duaan, dan akhirnya melakukan hal hal yang di inginkan.

  • Melemahkan Iman Seseorang

Sudah dari dasarnya bahwa melakukan pacaran itu kegiatan yang dilarang oleh islam karena dosa. Setiap manusia yang membiarkan dia melakukan dosa, maka setan merayakan kemenangannya. Tipu daya setan selalu mengiming imingi berbagai rayuan agar manusia itu semakin terjerumus dalam dosa.

Rayuan yang dilakukan setan sangat banyak, padahal kesemuanya hanya bersifat sementara.  Bahkan seseorang yang kuat iman sekalipun, jika dia lemah setan akan dengan mudah menjerumuskannya.

Pada akhirnya, banyak waktu dihabiskan untuk pacaran akan melemahkan iman, karena syetan semakin mengusai seseorang yang sedang dalam berdosa, dengan terus memberikan ketinmatan yang bersifat sementara, sehingga dia terbuai akan cinta yang semu yang dapat meninghilangkan rasa cinta atau rasa iman kepada Rabbnya.

  • Mengajarkan Kepada Kemunafikkan

Ciri-Ciri-Orang-Munafik

Seseorang yang sudah membenarkan tentang alasan alasan mengapa demikian dengan tidak langsung sudah menjadi orang munafik. Karena dengan pacaran kita sudah membohongi diri sendiri tentang kebenaran bahwa pacaran itu dilaranga namun tetap di kerjakan.

Jika seorang laki-laki  mengumbar janji-janji kepada seorang wanita dan ketika itu dia pacaran maka itu merupakan janji bohong yang datangnya dari bujuk rayu setan. Karena bisa dikatakan janji tersebut belum tentu bisa ditepati bahkan lebih sering di ingkari.

yang mana ciri ciri munafik adalah :

  • Jika berbicara dia dusta
  • Dan apabila berjanji, dia berkhianat
  • Dan apabila bertengkar (bertikai), dia melampaui batas

Nah jadi jika seseorang tetap melakukan pacaran dengan sengaja dia berbicara karena sering berdusta dan berhianat pada janji-janjinya

  • Menganggu Kehidupan Bermasyarakat

Dari zaman nabi adam sampai kiamat iblis sudah berjanji kepada tuhan akan selalu menjerumuskan manusia dengan berbagai cara salh satu nya fitnah. Sadar atau tidak dengan seseorang berpacaran menimbulkan berbagai fitnah di masyarakat.

Apalagi di masyarakat perkotaan yang mereka sering berdua-duaan di tempat sepi misalnya di dalam kost-kostan. Sering kita kita lihat razia yang dilakukan pemerintah dalam penggrebekkan menjaring kost-kosant sebagai sarana mesum.

Selain itu merupakan contoh yang tidak baik jika seseorang yang belum halal terlalu sering berduaan karena di lihat oleh semua orang termasuk anak-anak. Di dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, ini merupakan contoh yang benar-benar merusak moral dan akan menjadi contoh yang teramat buruk.

Akibat Pacaran dalam Pandangan Islam

akibat yang di timbulan jika pacaran menurut islam

Jika di atas menyebutkan bahaya pacaran jika seseorang melakukan hal tersebut. Namun yang yang menjadi catatan bahwa sangat berbahaya jika pacaran tetap menjadi hal yang lumrah di generasi muda kita.

Terutama bagi kita yang beragama muslim, di wajibkan untuk mengingatkan akan hukum pacaran dalam islam. jika kita tau dan melihat seseorang dalam kondisi tidak sesuai syariat agama yang diajarkan. berikut beberapa akibat yang ditimbulkan jika seseorang tetap melakukan pacaran

  • Melakukan Perzinahan

Jika kita menngabaikan bahaya yang di timbulkan maka kita akan mendapatkan akibatnya. Mengapa islam melarang untuk pacaran karena pada intinya agar tidak melakukan perzinahan, karena pada awalnya perjinahan bisa di sebabkan oleh pacaran.

Seorang laki-laki mempunyai syahwat yang tinggi maka diharuskan untuk menjaga pandangannya dari perempuan. Kemuliaan seorang perempuan pun terletak bagaimana dia menutupi auratnya dari seseorang yang buakan mahramnya.

Hadist dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, mengatakan:

Rasulullah SAW berkata kepada Ali: Hai Alijanganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama untukmu (dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu (tidak dimaafkan).” (H. R. Abu Dawud).

Bahkan, jika seseorang berdalih menjalani LDR (long distance relationship) atau pacaran jarak jauh sungguh sama saja perkaranya. Pengertian zina dalam pacaran tidak identik dengan melakukan hubungan intim tanpa ada ikatan pernikahan.

Lebih dari itu ketika seseorang bukan mahramnya menyampaikan hal-hal yang belum sewajarnya kepada lawan jenisnya dapat mendekati zina. Karana bentuk zina bisa saja dalam bentuk pikiran hati, tangan mata dan kegiatan kegiatan yang semestinya tidak boleh

  • Hilangnya Konsentrasi

hilangnya konsentrasi karena pacaran

Syetan itu selalu mencari celah bagaimana bisa menjerumuskan seseorang, termasuk dengan pacaran. Tidak di benarkan jika seseorang yang sedang belajar dan bekerja mempunyai pacar degan alasan untuk penyemangat atau motivasi.

Pada kenyataanya seseorang yang fokus belajar dan belajar justru hilang konsentrasinya karena memikirkan hal yang semestinya belum perlu ia pikirkan. Menjalin hubungan yang belum pada tempatnya, karnea landasan utama yang dijadikan hanya perasan semu atau ego masing masing.

Ketika ada masalah yang ada malah terpikirkan bagaimana  “bagaimana-caranya-menyelesaikan/membahagiakan/memberikan seseuatu untuk-si-pacar.” Bukan konsentrasi pada pelajaran atau pekerjaan yang di geluti.

Bahkan beberpaa kasus sering kita mendengar seseorang yang stress karena berakhir hubungannya bersama sang pacar. Jadi Pacaran itu bukan solusi atau penyemangat, yang ada sebuah penghabat karir dan prestasi. Kalaupun adanya rasa semangat itu adalah rayuan dari syetan

  • Menjadikan Hidup Boros

Sudah tahap apa kamu dalam menjalani sebuah hubungan pacaran? Sering mengasih ini itu kepada pacar bahkan lebih sering dari pada apa yang dilakukan kepada orang tua sendiri? Kalau sudah pada taraf seperti itu segera tinggalkan pacaran, karena kalian melakukan pemborosan

Mending jika kamu mau ngasih seseuatu ke ibu atau sodara kamu, jelas jelas menjadi amlan dan investasi akhirat. Sekarang coba pikirkan, ketika kita memberikan sesuatu ke pacar kita, apakah hal itu murni atas keikhlasan kita? sudah di pastikan tidak, contohnya dengan seorang laki-laki memberikan sesuatu pasti dia mengharapkan sesuatu, begitupun sebaliknya

Justru dengan pacaran yang harusnya kamu bisa nabung, malah dipakai main, jalan jalan dan melakukan kegiatan yang sia-sia. Jangan sampai dengan pacaran malah rizki yang tuhan telah sediakan malah terhalang dengan dosa yang di timbulkan, karena sudah jelas bahwa hukum pacaran dalam islam tidak diperbolehkan. Sebagai penutup coba saksikan video berikut

Kesimpulan

Jadi masih mau pacaran ? Yuk hizrah yang masih pacaran, dan yang belom jangan pernah coba coba ya. Karena sudah jelas jelas di larang oleh Islam

Dapat disimpuklan bahwa hukum pacaran dalam islam itu dilarang, sebagaimana mengerjakan dosa yang lainnya. Mending kita fokus pada tujuan dan karir, sehingga pada saatnya kita siap untuk membina hubungan yang halal, yang menjadi berkah dengan kita melaksanakannya.

 

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply