Jumlah Rakaat Shalat Tarawih, 11 Rakaat Atau 23 Rakaat? Lengkap Hadist Pendukung

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih- Assalamualaikum, Sahabat muslim yang di rahmati Allah, tidak terasa Ramadahan akan segera datang menghampiri kita. Gimana persiapannya sudah matang kan? Kalau yang sudah di tingkatkan lagi, dan kalo yang belum yuk sama sama kita persiapkan.

Apa sih yang kalian kangenin dari bulan Ramadhan? Bukbernya? Baju barunya? Atau apa, pasti berbeda-beda, kalo ane sih kangen suasananya, keberkahannya dan bonus-bonus pahalanya.

Sungguh banyak keutaman bulan ramadhan, sehingga ibadah yang tidak biasa dilaksanakan di bulan biasa, hanya bisa ditemukan di bulan Ramadhan. Contohnya ibadah sunnah Shalat tarawih.

Dewasa ini umat muslim di khsusunya di Indonesia masih di sibukan dengan hal-hal khilafiah. Masih di di sibukan dengan perbedaan pendapat fiqih dalam ibadah. Sehingga menjadi salah satu faktor penyebab umat islam di Indoseia gampang terprovokasi.

Terlalu buang buang energi jika umat ini ini memperdebatkan hal yang tidak ada salahnya. Masih banyak yang harus di bereskan, masih banyak PR umat Islam bagaimana mempersiapkan umat ini, bagaimana mengahdapi zaman yang semakin jauh dari kata Islami ini.

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

jumlah rakaat shalat tarawih

Hal yang tidak aneh jika menjelang ramadhan di Indonesia masih banyak dari sebagian saudara se Muslim kita yang masih bersilang pendapat tentang jumlah rakaat dalam Tata cara shalat tarawih. Pertanyaan pertanyaan seperti?

  • Sholat tarawih mending yang 8 rakaat atau yang 20 rakaat?
  • Nabi kan tarawihnya yang 8 rakaat, ko kamu sholat tarawih yang 20 rakaat?
  • Boleh ngga sih shalat tarawih di rumah?

Pertanayaan-pertanyaan seperti itulah yang sering muncul. Seolah olah menjadi pertanyaan musiman, lebih jelasnya kita harus memaknai apa sih shalat tarawih itu, apa makna dari ibadah ini?

Pilih Mana Shalat Tarawih 11 rakaat atau 23 Rakaat?

Secara bahasa tarawih artinya rehat, istirhat atau berhennti sejenak. Penyebutan shalat tarawih di sebabkan karena pada setiap 4 rakaat, imam dan ma’mum melakkukan istirahat sejenak dan melanjutkan kembali.

Shalat tarawih merupakan salah sunnah muakadah artinya salat sunah yang di anjurnya. Kenapa dinamakan muakadah, karena menurut tareh dan riwayat hadist Nabi Muhammad melaksakan amalan di bulan ramadhan itu.

Pembahsan ini sudah sering kali bahas oleh para ulama, namun tetap saja menjadi topik hangat. Maka dari itu kita harus ketahui apa sih sejarah atau hadis dan dalil yang menyatakan jumlah rakaat dalam sholat tarawih. berikut beberapa penjelasan tentang keduanya, Allahu alam.

Hadist Shalat Tarawih 11 Rakaat

jumlah rakaat sholat tarawih 11 rakaat

Sekali lagi tidak ada yang salah dalam menentukan jumlah rakaat shalat tarawih, baik yang 8 atau 20 rakaat. Yang salah itu kita sekuat tenaga memperdebatkan tentang tarawih, tapi kita ngga melaksanakan tarawih.

Pada zaman Rasululloh Saw, dari hadist yang di riwayatkan oleh Abu Salamah bin ‘Abdirrahmah ketika itu dia memberitahu, dia pernah bertanya kepada istri nabi ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. “Ya ‘Aisyah ketika bulan Ramadhan bagaimanakah shalat malamnya Rasululloh ‘alaihi wa sallam?”

Kemudian ‘Aisah radhiyallahu ‘anha menjawab

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)

Menurut riwayat Malik dan Said bin Manshur hitungan 11 rakaat dalam sholat malam rasul adalah 8 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir.

Dalam suatu ketika yang di riwayatkan oleh sahabat jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau menyebutkan. “Ketika Bulan rawadhan tiba Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, datang kemudian melaksanakan shalat tarawih bersama kami sebanyak 8 rakaat, kemudian melaksanakan shalat witir sebanyak 3 rakaat.”

Pada hari berikutnya ketika malam menjelang para sahabat sudah berkumpul di masjjid menunggu kedatangan Nabi Muhammad Saw, untuk melaksanakan shalat tarawih. Namun hingga fajar tiba nabi tidak ada keluar dari rumahnya.

Para sahabat menemui dan bertanya “ Wahai Rasululloh, seseungguhnya kami menunggu sampai waktu fajar tiba, menunggu kedatanganmu berharap engkau akan sholat berjamaan bersama kami.

Kemudian Rasul menjawab pertanyaan para sahabat. Sesungguhnya Aku khawatir jika dikemudian hari sholat tersebut “Tarawih” menjadi wajib bagimu “Umat muslim”. (HR. Ath Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa derajat hadits ini HASAN.

Dalam penuturan As Suyuthi menyebutkan, “Sudah ada banyak hadist shahih dengan derajat hasan mengenai penuturan dalam pelaksanaan ibadah, khususnya qiayamul lain di bulan Ramadhan.

Anjurah Jumlah Rakaat Tarawih

 rakaat shalat tarawih

Selain itu ada pula anjuran dalam melaksanakan tarawih tidak tidak dibatasi dengan jumlah rakaat. As Syuti menuturkan tidak ada hadist sahih yang menyebutkan, kalau Rasululloh Melaksanakan shalat tarawih sebagnyak 20 rakaat.

Sesungguhnya Hadist ‘Aisyah sendiri lebih sahih karena beliau sangat mengetahui keseharian rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu malam daripada yang lainnya. Wallahu a’lam.” (Fathul Bari, 6/295)

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah, jika kita melihat dari apa-apa yang raul lakukan dan kita tiru perbuatannya, maka dapat pahalsa sunnah lah kita mendapat ganjarannya.

Anjuran melaksanakan shalat tarawih semuanya benar namun jika kita mau mengikuti apa yang rasul kerjakan, dari hadist ,Aisyah maka “tidak pernah rasul menambah jumlah rakaat dalam sholat qiyamul lainya lebih dari 11 rakaat” kemudian ada pertanyaan;

Boleh Tidak Jika Menambah Rakaat Shalat Tarawih?

Para ulama berpandangan, baik ulama terdahulu sampai ulama kontemporer, memperbolehkan jika menambah jumlah rakaat shalat tarawih melebihi jumlah rakaat yang dikerjakan Nabi.

Ibnu ‘Abdil Barr menuturkan bahwa” Mengerjakan shalat malam sesungguhnya tidak mempunyai batatsan dalam pengerjaan rakaatnya. Karena pada hakekatnya qiyamul lail merupakan anjuran yang baik. Siapapun boleh mengerjakan semampunya, bisa di kerjakan sedikit atau banyak rakaat sekalipun.

Beberapa dalil atau pendapat yang memperkuat pendapat di atas adalah

Hadist yang diriwayatkan (HR. Bukhari dan Muslim) menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda

jumlah rakaat shalat tarawih

صَلاَةُاللَّيْلِمَثْنَىمَثْنَىفَإِذَاخِفْتَالصُّبْحَفَأَوْتِرْبِوَاحِدَةٍ

“Mengerjakan Shalat malam dilakukan  dua raka’at dua raka’at. Apabila kamu khawatir waktu malam sudah masuk waktu shubuh, lakukanlah shalat witir satu raka’at.

Dalam hadist  (HR. Muslim no. 489) menyebutkan bahwa rasululloh bersabda

فَأَعِنِّىعَلَىنَفْسِكَبِكَثْرَةِالسُّجُودِ
Bantulah aku (untuk mewujudkan cita-citamu) dengan memperbanyak sujud (shalat).” 

Selanjutnya hadist yang menguatkan tentang itu adalah, Rasululloh Sawbersabda:

فَإِنَّكَلاَتَسْجُدُلِلَّهِسَجْدَةًإِلاَّرَفَعَكَاللَّهُبِهَادَرَجَةًوَحَطَّعَنْكَبِهَاخَطِيئَةً

Sesungguhnya engkau tidaklah melakukan sekali sujud kepada Allah melainkan Allah akan meninggikan satu derajat bagimu dan menghapus satu kesalahanmu.” (HR. Muslim no. 488)

Dari beberapa hadist di atas kita dapat menarik kesimpulan. Bahwa melakukan penambahan rakaat dalam shalat tarawih bukan sesuatu hal yang dilarang, malah di anjurkan Jika kita berpedoman pada hadist itu.

Artinya semakin banyak kita menambah rakaat dalam sholat tarawih semakin banyak pula sujud kita kepada Allah Swt. Dengan semakin banyak sujud, maka semakin dekat pula kita kepada Rabb kita.

Hadist Shalat Tarawih 20 Rakaat

Segala puji bagi allah, yang benar datangnya hanya dari allah. Shalawat tetap tercurah kepada Nabi Agung Muhammad Saw. Di atas sudah di jelaskan tentang bagaimana riwayat dan hadis yang menerangkan tarawih berjumlah 8 dengan di tambah witir 3 menjadi 11 rakaat.

Kita sering mendengar, terutama di tengah tengah masayarakat yang fanantik organisasi yang ia ikuti. Contoh kasus si fulan dengan organisasi A melaksanakan jumlah rakaat sekian. Seketika organisai B menyebut bahwa yang dilakukan si A tidak melaksanakan sunnah Rasul, berarti bid’ah. Hanya seputar itulah yang mereka bicarakan.

Pada bagian ini akan di bahas bagaimana riwayat dan dalil dalil pendukung sholat tarawih dengan jumlah rakaat shalat tarawih 20. Semoga bisa menjadi pemahaman yang lebih dan kita bisa beribadah dengan ikhlas semata mata mengharap ridho Allah Swt

Riwayat Umar bin Khatab, dalam Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

riwayat Umar bin Khatab dalam Jumlah rakaat shalat tarawih

Dalam hadist shaihnya Bukhari meriwatkan pada pada Bab “keutamaan qiyam di bulan ramadahan” tentang shalat tarawih di bulan ramadhan.

Hadis ini di riwayatkan oleh ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin ‘Abdurrahman dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu

Kemudian pada suatu ketika pada malam Ramadhan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu keluar menuju mesjid. Dalam Perjalanan melihat banyak orang yang melaksanakan qiyam “shalat tarawih” melihat banyak orang yang melaksanakan tarawih sendiri-sendiri. Sekalinya berjamah kurang dari sepuluh orang kemudian Umar berkata

إِنِّى أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلاَءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ

Aku berpikir bagaimana seandainya mereka semuanya shalat berjama’ah dengan dipimpin satu orang imam, itu lebih baik

Sehingga beliau memantapkan keinginannya untuk mengumpulkan tarawih dalam satu jamaah, yang di pimpin oleh oleh Ubayy bin Kaab. Kemudian stelah dari itu malam malah selanjutnya orang-orang melaksanakan tarawih secara berjamaaan dan umar berkata

نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ

Sebaik-baiknya bid’ah adalah ini” (HR. Bukhari no. 2010)

Namun bagaimana jumlah rakaat tarawih yang dilakukan di zaman Umar bin Khatab tidak di sebutkan secara jelas. Kemudian dalam ada beberapa riwayat contohnya dalam Musnad ‘Ali bin Al Ja’d terdapat riwayat sebagai berikut.

حدثنا علي أنا بن أبي ذئب عن يزيد بن خصيفة عن السائب بن يزيد قال : كانوا يقومون على عهد عمر في شهر رمضان بعشرين ركعة وإن كانوا ليقرءون بالمئين من القرآن

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali, bahwa Ibnu Abi Dzi’b dari Yazid bin Khoshifah dari As Saib bin Yazid, ia berkata, “Mereka melaksanakan qiyam lail di masa ‘Umar di bulan Ramadhan sebanyak 20 raka’at. Ketika itu mereka membaca 200 ayat Al Qur’an.” (HR. ‘Ali bin Al Ja’d dalam musnadnya, 1/413)

Kemudian hadist diatas di kuatkan dengan pernyataan Syaikh Musthofa Al ‘Adawi mengatakan bahwa riwayat ini sahih.

Kesimpulan

Jumlah rakaat shalat tarawih

Pemaparan di atas tentang beberapa dalil dan hadist mengenai jumlah rakaat shalat tarawih. Bahwa tidak ada permasalahan terkait jumlah rakaat tarawih yang di laksanakan, karena kedua nya ada hadist yang mendukung. Tidak ada masalah yang harus di perdebatkan tentang kuantitas rakaat baik yang 11 ataupun yang 23.

Yang jadi problem adalah tidak elok jika kita mengatakan shalat tarawih yang 23 rakaat sebagai bid’ah. Karena mereka para sahabat, para tabiin mengerjakan shalat tarawih ini termasuk, orang orang yang di Zamin oleh Allah Swt masuk surga, maka baik juga apa yang mereka kerjakan.

Dalam adabnya beribadah tidak di pataskan juga jika seseorang yang memahami tarawih 8 rakaat meninggalkan, jamaah yang melaksanakan 20 rakaat. Sebagaimana telah di sebutkan dalam hadist

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”

Sebaik-baiknya mengikuti imam yang selama dalam sholatnya masih dalam thuma’ninah. Jadi bukan persoalan berapa jumlah rakaat shalat tarawih, tapi bagaimana kita melaksanakan tarawih itu. Wallahu ‘alam bish showab. Semoga Allah menjadikan amalan ini ikhlas karena-Nya.

Tinggalkan komentar