1
628

Larangan Saat Berpuasa : Hal Yang Membatalkan dan Makruh saat Puasa

Larangan Saat Berpuasa-Assalamualaikum sahabat muslim yang di muliakan Allah Swt, Alhamdulillah sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang di tunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia.

Para pembaca yang di Rahmati Allah, dalam menjalankan ibadah di bulan suci nanti, tentunya umat muslim berlomba-lomba mendapatkan Keutamaan Bulan Ramadhan ini. Namun yang tidak kalah penting, bagaimana caranya agar ibadah yang kita jalani bisa di terima.

Terkhusus ibadah puasa, bagaimana caranya agar puasa kita bisa diterima secara sempurna. Tentunya kita harus menjauhi larangan-larangan saat berpuasa. Mumpung masih ada kesempatan sebelum memasuki bulan Ramadhan mari kita murojaah kembali, apa aja sih hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Larangan Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

larangan saat puasa

Bersyukur kita sebagai umat muslim, karena sebagai umat nabi Muhammad Saw, kita bisa merasakan nikmat iman dan islam. Banyak kenikmatan dan keutamaan yang terdapat di agama Islam, salah satunya adalah adanya bulan Suci Ramadhan. Bagi umat umat muslim Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah, bulan penuh ampunan dan bulan untuk mendapatkan pahala lebih dalam beribadah.

Untuk mendapatkan bonus ibadah tentunya tidak serta merta di proleh begitu saja. Ada aturan main yang diantaranya adalah, kita harus menjauhi larangan-larangan yang membatalkan puasa. Atau yang dapat mengurangi pahala berpuasa atau hal makruh saat melaksanakan puasa.

Larangan Saat Berpuasa : Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Berikut beberapa hal yang dapat membatalkan ibadah puasa Ramadhan kita:

1. Di Larang Makan dan Minum

larangan saat berpuasa

Selama berpuasa tentunya menahan dari makan dan minum. Menurut bahasa puasa adalah “menahan diri dari makan dan minum mulai terbit fajar sampai terbenam matahari”. Secara bahasa saja kita sudah mengetahui barang siapa yang makan dan minum disengaja otomatis puasanya batal.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

artinya ” Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam” [Al-Baqarah : 187]

Adapun pada kondisi tertentu jika seseorang itu tidak sengaja atau lupa atas makan dan minumnya maka puasanya tidak batal. Ataupun karena dipaksa, maka itu tidak membatalkan puasanya.

Adapun jika seseorang  itu makan dengan tidak sengaja, lalu dia melanjutkan makannya lagi karena kewajibannya untuk tetap meneruskan puasanya, maka puasanya itu batal.

2. Muntah Dengan Sengaja

muntah membatalkan puasa

Hal selanjutnya yang dapat membatalkan puasa adalah muntah dengan sengaja. Cara disengaja muntah yaitu dengan memasukkan jari ke rongga mulut hingga muntah. Selain itu memasukan benda apapun kedalam rongga mulut hingga meneyebabkan muntah.

Rasululloh bersabda:

مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنِ اسْتَقَاءَ فَليَقْضِ
“Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya untuk mengqadha’ puasanya, dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha’ puasanya” [2]

Namun, ketika terjadi muntah tanpa disengaja, maka puasanya tidak batal.

Tetapi bagaimana jika kita sedang dalam sakit flu, kita sering mengeluarkan lendir dan dahak, hal tersebut tidak membatalkan puasa. Perlu diperhatikan jangan sampai dahak yang telah sampe daerah luar mulut, kemudian di telan lagi, karena hal itu bisa membatalkan puasa.

3. Berjima di Siang Hari (berhubungan suami istri)

berjima dapat membatalkan puasa

Sama halnya dengan makan dan minum, berjima ketika berpuasa itu dilarang, karena dapat membatalkan puasa. Dalam kitabnya Ibnul Qayyim berkata (Zaadul Ma’ad 2/66) : “Al-Qur’an menunjukkan bahwa jima’ (hubungan badan) membatalkan puasa seperti halnya makan dan minum, tidak ada perbedaan pendapat akan hal ini”

Firmal Allah ta’ala

فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ

artinya “Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian” [Al-Baqarah : 187]

Potongan ayat di atas menerangkan bahwa di bolehkannya jima (berhubungan suami istri) pada malam hari di bulan Ramadhan. Dengan maksud tidak di perbolehkannya mencampuri atau berjima di siang hari ketika melaksanakan puasa dibulan Ramadhan.

4. Memasukan Benda ke Rongga dalam Tubuh

Hal demikian termasuk bagaimana unsur kehati-hatian kita, sehingga dengan hati-hati tersebut puasa kita tidak batal. Seperti halnya di larangan saat berpuasa makan dan minum. Tetapi ada beberapa hal yang termasuk kedalam kegiatan memasukan benda kedalam tubuh.

Contoh saja seseorang melakukan buang hajat kemudian ketika beristinja memasukan jari ke dalam dubur dengan niat membersihkan, maka hal tersebut dapat membatalkan puasa. Contoh lain, ketika seorang wanita memasukkan jarin ke dalam lubang kemaluannya (vagina) ketika beristinja’ (bersuci) maka puasanya batal.

Namun hal tersebut tidak batal jika seseorang belum memahaminya. Sehingga ada beberapa ulama yang menyarakan buang hajat pada bulan Ramadhan baiknya pada malah hari. Namun bukan berarti kita harus menahan sampai tibanya malam hanya untuk buang hajat, karena berbahaya buat kesehatan.

5. Hal yang membatalkan puasa: Haid dan Nifas

haid dan nifas membatalkan puasa

Haid atau menstruasi adalah kondisi dimana wanita sedang mengalami siklus bulanan, berupa penggugurannya sel telur pada dinding rahim, sehingga keluar darah lewat mulut rahim. Sedangkan nifas adalah darah yang keluar selama 40 hari pasca melahirkan.

Seorang wanita yang sedang dalam kondisi haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa, dan jika dia “wanita” sedang berpuasa kemudian haid maka batal puasanya. Rasululloh bersabda

أَلَيْسَ إِذَا خَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ؟ قُلنَ : بَلَى : قَالَ : فَذَ لِكَ نُقْصَانُ دِيْنِهَا

“Bukankah jika haid dia (wanita) tidak shalat dan puasa ? Kami katakan : “Ya”, Beliau berkata : ‘Itulah (bukti) kurang agamanya” [Hadits Riwayat Muslim 79, dan 80 dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah]

Haid dan nifas merupakan poin bagi wanita dalam kondisi suci untuk beribadah. Sehingga suci merupakan syarat sah dalam berpuasa. Jadi jika sesorang dalam kondisi tersebut makan batal lah puasanya.

6. Hilang akal (Gila) atau Murtad

hilang akal dan murtad membatalkan puasa

Gila atau hilang akal adalah kondisi dimana sesorang mengalami gangguan kejiawaan. Sedangkan murtad adalah sikap yang diambil seorang muslim meninggalkan agamanya

Sehingga jika seseorang gila atau murtad dalam kondisi berpuasa maka hilang juga kewajiban dia beribadah. Mengapa demikian karena sudah keluar dari agama islam dan hilang akalnya seseorang, sehingga membatalkan puasanya.

Larangan Saat Berpuasa : Hal-Hal Makruh Saat Berpuasa

Diatas sudah di jelaskan beberapa larangan saat berpuasa. Saking sucinya bulan Ramadhan, ada beberapa hal yang di makruhkan ketika kita berpuasa di bulan Ramadhan. Hal tersebut ditujukan guna memperoleh kesempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadahan. Berikut hal-hal Makruh saat berpuasa

1. Sikat Gigi Saat Berpuasa

makruh saat berpuasa

sumber: thesmaterway

Banyak yang bertanya apakah sikat gigi membatalkan puasa? Bagaimana kalo sikat gigi tanpa menggunakan pasta gigi batal juga ngga?

Menurut para ulama muslim sebenarnya masih jadi hal yang di perdebatkan ketika berbicara hukum sikat gigi di saat berpuasa. Setiap ulama mempunyai ijtihad masing masing dalam menentukan larangan saat berpuasaboleh atau engga nya suatu hukum. Namun dari kebayakan ulama menyebutkan bahwa hukum sikat gigi ketika puasa Ramadhan hukumnya makruh.

Pendapat dari Imam Nawawi rahimahullah, meyebutkan bahwa “Jika seseorang bersiwak dengan siwak yang basah lantas cairan dari siwak tadi terpisah lalu tertelan, atau ada serpihan dari siwak yang ikut tertelan, puasanya batal.

Sama halnya ketika mau sikat gigi jika air ketika sikat gigi tertelan masuk dalam rongga mulut kemudian ke tenggorokan, maka bisa batal puasanya. Sehingga Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, menyarankan untuk tidak sikat gigi ketika puasa di bulan ramadahan.

Saran kami kalau anda mau sikat gigi usahakan sebelum adzan subuh sebelum mulainya waktu berpuasa. allhualam

2. Larangan Saat Berpuasa : Mencicipi Masakan

mencicipi masaklan saat berpuasa

Hayo siapa yang suka masak? Bagaiman caranya kalian mencicipi masakan di bulan Ramadhan? Terkhusus bagi para ibu-ibu di rumah. apakah termasuk larangan saat berpuasa?

Menurut madhab Shafi’iyah, di maklum atau dimaafkan bagi yang melaksanakan puasa sedang ia lupa ada sesuatu yang masuk dalam perutnya. Bagi para ibu-ibu mungkin udah hal terbiasa memasak, sehingga sudah memiliki takaran dan rasa masakanpun dijamin enak. Nah bagaimana jika bagi seseorang yang masih belajar memasak, bagi para ibu muda khsusunya.

Madhab Malikiyah berpendapat bahwa bagi kaum perempuan yang sedang memasak di bulan Ramadhan. Kemudian mencicipinya, maka hal itu tidak apa apa, asalkan hati hati. Namun jika mencicipinya itu masuk kedalam perut maka wajib bagi dirinya, mengganti puasanya.

Sedangkan madhab Hambali dan hanafiah berpendapat bahwa mencicipi masakan kaetika bulan Ramadhan hukumnya makruh. Makruhnya itu jika dilaksanakan secara di sengaja, karena mendekatkan ke hal bata nya puasa.

3. Berkumur Saat Berpuasa

berkumur saat puasa

Sama halnya dengan melakukan sikat gigi ketika saat berpuasa. Jika ketika berkumur itu meyebabkan air masuk ke dalam tenggorokan dapat membatalkan puasanya.

Namun apa hukumnya jika berkumur ketika kita berwudhu dalam kondisi berpuasa?

Menurut Nawawi rahimahullah , ulama Safiiyah berpendapat bahwa tetap disunahkan ketika berwudu untuk memasukan air dalam hidung dan berkumur-kumur sekalinya pun ia dalam kondisi berpuasa. Namun yang menjadi catatan adalah jangan melakukan mubalaghah, artinya jangan berlebihan ketika berkumur-kumur Mughnil Muhtaj, 1: 629)

Lantas bagaimana dengan berkumur di luar wudhu, hal ini dimakruhkankarena mendekatkan kepada batalnya puasa. Jadi kalo mau berkupus sekalian pas wudhu ada ya, tapi sewajarnya.

4. Ejakulasi (keluar mani saat berpuasa)

air-mani-keluar-saat-puasa

Sudah jelas jika melakukan hubungan suami istri ketika puasa di bulan Ramadhan dan disiang hari dapat membatalkan puasa. Namun bagaimana hukumnya bermesraan (bagi yang halal) kemudian sampai mengeluarkan air mani?

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam mencium dan bercumbu (dengan isterinya) saat beliau berpuasa. Dan beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan syahwatnya di antara kalian.” Riwayat bukhari muslim

Namun hadist di atas di tujukan bagi seseorang yang bisa menahan shahwatnya. Berbeda dengan orang yang hasrat seksualnya tinggi, sangat dimakruhkan bermesraan karena dikhawatirkan bisa membatalkan puasanya.

Puasa itu tentang menahan diri, bukan hanya dari haus dan lapar namun dari nafsu, yang salah satunya nafsu syahwat, Allahualam

5. Berenang Saat Puasa

berenang-saat-puasa

Bagi seseorang yang hobinya bererang sedangkan ia seorang muslim, pati bertanya-tanya apa hukumnya berenang saat berpuasa?

Renang merupakan olah raga yang disunahkan oleh Rasululullah Saw, jadi bagi kamu yang belum bisa berenang mulai sekarang belajar ya. Selain sehat dapat pahala sunnah juga. Tetapi bagaimana jika berenang saat puasa, khususnya puasa ramadahan. tidak ada larangan saat berpuasa untuk berenang.

Berenang sangat di anjurkan dalam kondisi apapun. Namun kamu harus bisa memastikan tidak ada air yang masuk kedalam tubuh kamu, baik lewat mulut ataupun lewat hidung.

Sumber:
– Kitab Fathul Mu’in, oleh Drs.H.Aliy Sa’ad
– Kitab Kifayatul Akhyar, oleh Imam Taqiyuddin Abubakar Al-Husaini

Penutup

Gimana udah tau kan larangan saat berpuasa, baik yang membatalkan puasa atau hal-hal makruh ketika berpuasa. Semoga di tahun ini kita semua bisa menjalankan ibadah Ramadhan se sempurna mungkin. Semoga kita mendapatkan hikmah dan barokah dalam Menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Aminn

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply