11

Tata Cara Mandi Wajib (Doa dan Niat Mandi Wajib) Lengkap

Assalamualikum Wr Wb, Pada kesempatan kali ini penulis akan mencoba mengulas tentang mandi wajib. Seringkali bagi kita apalagi di zaman moderen sperti ini, banyak sekali yang belum memahami tentang pentingnya melaksanakan mandi wajib yang benar. Tentunya tidak sedikit yang lupa atau tidak tahu tentang bacaan atau doa niat mandi wajib.

Penting nya mandi wajib dikarenakan menjadi syarat sah tidak nya ibadah yang kita lakukan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kita harus melaksanakan mandi wajib diantaranya

  1. Kaluar Mani (sperma)
  2. Setelah melakukan hubungan suami istri (bagi yang sudah menikah)
  3. Setelah melahirkan
  4. Setelah Haid (bagi perempuan)
  5. Orang yang pertama kali masuk islam (mualaf)

Nah berkaitan dengan hal itu, maka perlu dan penting bagi kita terutama sebagai umat muslim mengetahui bagaimana tata cara mandi wajib yang baik dan benar. Mulai dari bacaan, doa, niat mandi wajib dan pelaksanaan ketika mandinya.

niat mandi wajib

Doa dan Niat Mandi Wajib

Niat dan doa tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita. Doa sebagai senajata sedangkan niat sebagai cara agar amalan kita sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Bahkan bisa dikatakan tidak sahnya suatu amalan, karena salah niat. Kekuatan niat sangat besar yang menajdi tolok ukur suatu amalan itu dikerjakan

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Sebelum membahas lebih jauh tentang doa dan niat mandi wajib mari kita fahami apa yang menjadi rukun, sarat syah dan sunnah mandi wajib

Rukun Mandi Wajib

Rukun adalah perkara yang wajib dilakukan terhadapa tahapan suatu amalan yang dikerjakan, baik itu sholat, puasa dan ibadah lainnya. Kemudian apa yang menjadi rukun mandi wajib terdiri dari 2 yaitu

  1. Niat Melaksanakan Mandi Wajib
  2. Meratakan Air Keseluruh permukann Badan

Baik kita bahas satu persatu. Pertama Niat mandi besar dilafalkan atau disebutkan didalam hati ketika air pertama untuk mandi wajib terkena badan kita. Badan yang di basur atau di sirah boleh mana bagian mana saja. Contoh ketika pertama kali kita menyiramkan air kebagian kepala kita, maka di saat itulah kita meniatkannya.

Penting diperhatikan pada saat pertama menyiramkan air kebagian badan, jangan sampai ada bagian air yang sudah terkena badan kita, kemudian tercampur air yang ada di bak atau ember, karena akan menjadi air musta’mal. terkecuali menggunakan shoower

Kedua adalah meratakan keseluruh bagian badan. Hal ini menjadi wajib dan sangat diperhaitkan, karena jika ada bagian yang tidak terkena air, maka mandi wajib nya jadi tidak sah. Terutama di bagian badan yang tersembunyi, seperti ketiak, selangkangan dan bagian lipatan lipatan lainnya.

Syarat Syah Mandi Wajib

Syarat syah dan rukun tidak bisa di pisahkan satu sama lain. Jika rukunnya terpenuhi maka sah suatu amalan, tidak terkecuali pada mandi wajib. Berikut syarat syah mandi wajib

  1. Niat mandi wajib
  2. Mengalirkan air ke seluruh anggota badan
  3. Menghilangkan najis yang melekat di badan

Sunnah Mandi Wajib

Sebagai mana kita menjadi ummat Nabi Muhammad yang senantiasa, menjadlankan perintah Allah dan menjalankan sunnah, maka alangkah baiknya ketika kita melaksanakan mandi wajib memperhatikan sunnah, agar kita mendapatkan pahala dari kebaikan melkasnakan sunnah ini, berikut diantaranya:

  1. Menghadap qiblat
  2. Membaca basmalah
  3. Membasuh kedua telapak tangan
  4. Menghilangkan kotoran
  5. Menyiram anggota badan dimulai dari bagian kanan
  6. Menggosok-gosok anggota badan

Doa & Niat Mandi Wajib / Mandi Besar / Junub

niat mandi wajib junub

Setelah memahami rukun dan syarat syah nya mandi wajib, berikut niat yang di lafalkan ketika melaksanaka mandi besar atau mandi junub.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

LATIN :  “Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala”

Artinya : Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala”

Jika kita kurang bisa melafalkan dalam bahasa arab, bisa juga melafalkan artinya. Perlu diperhatikan pengucapan niat bukan berarti dilafalkan secara jelas “Jahar” Namun dibacakan dalam hati, seketika air basuhan/ siraman pertama.

Doa & Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

niat mandi wajib setelah nifas

sumber : wikihow.com

Nifas adalah suatu kondisi yang terjadi pada wanita yang telah melahirkan. Nifas adalah darah yang keluar ketika dan setelah melahirkan. Nifas biasanya terjadi selama 40 hari, maka dari itu perempuan tidak di wajibkan untuk sholat dan ibadah fardu lainnya.

Selah berakhirnya nifas maka bagi perembuan diwajibkan untuk melaksanakan mandi wajib, berikut Niat nya

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

LATINNawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Haid Lillahi Ta’ala”

Artinya:”saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast haid karena Allah Ta’ala”

Doa & Niat Mandi Wajib Setelah Haid

niat mandi wajib setelah haid

Haid atau menstruasi adalah kondisi yang terjadi pada wanita dimana adanya penguguran pada dinding rahim akibat adanya sistem hormon. Haid pada wanita terjadi secara berkala dalam setiap bulannya. Pada kondisi ini, wanita tidak diwajibkan atas melaksaanakan ibadah fardu.

Namun setelah berakhir perlu melaksanakan mandi wajib, agar kembali suci, berikut niat yang dilafalkan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitul Ghusla Lirofh”il Khadatsil Khaidhi Lillahi Ta’aala

Artinya :’Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats haid karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Mandi Wajib Yang Baik dan Benar

Kewajiban mandi wajib ini terena bagi seseorang yang sedang dalam kondisi hadast besar. Ada beberapa penyebab seseorang mempunyai hadast besar yang sudah di sebutkan pada bagian awal artikel ini. Namun perlu difahami bersama kita harus benar benar tau bagaimana tata cara mandi wajib

karena hadast besar ini disebabkan oleh beberapa sebab, maka ada perbedaan dari tatacara madi wajib dari setiap penyebabnya. Berikut tata cara mandi wajib:

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

tata cara mandi wajib

Berikut beberapa tahapan dalam mandi wajib setelah haid

  1. Niat Mandi Wajib Setelah Haid (Jangan sampe lupa niat pada awal, jangan sampai terlewat nanti bisa tidak sah)
  2. Menyiramkan Air Ke Seluruh Tubuh
  3. Membersihkan Kemaluan
  4. Memakai Wewangian (disunnahkan)
  5. Berwudhu (dilakukan setelah mandi agar suci dari hadas kecil)

Nah yang membedakan dari mandi wajib yang lain, mungkin bagi kaum hawa di sunnahkan memakai wewangian ketika melaksanakan mandi.

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Nifas

Hal ini tentunya buat kaum ibu yang telah melahirkan. Nifas adalah kondisi dimana seorang perempuan mempunyai hadast besar yang disebabkan karena darah yang keluar setelah melahirkan. darah nifas biasanya ada selama 40 hari setelah melahirrkan dan paling lama 60 hari.

Baik berikut tata cara mandi wajib setelah nifas

  1. Niat Mandi Wajib Setelah nifas (Jangan sampe lupa niat pada awal, jangan sampai terlewat nanti bisa tidak sah)
  2. Menyiramkan Air Ke Seluruh Tubuh
  3. Membersihkan Kemaluan (cek sampai benar benar tidak ada darah)
  4. Memakai Wewangian (disunnahkan)
  5. Berwudhu (dilakukan setelah mandi agar suci dari hadas kecil)

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Melakukan Hubungan Suami Istri

niat mandi wajib junub

Maka di wajibkan bagi seseorang yang telah melaksanakan hubungan suami istri untuk mandi wajib. Mengapa demikian, karena seseorang yang sudah melakukan terkena hadast besar. Maka seseorang tersebut di wajibkan untuk mandi jub, atau mandi besar.

Berikut beberapa tahapan dalam mandi junub:

  1. Diawali dengan niat untuk menghilangkan hadas besar
  2. Membersihkan kedua telapak tangan sebanyak 3x lalu bercebok dengan membersihkan kemaluan serta kotoran yang ada disekitarnya hingga bersih dengan tangan kiri.
  3. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan sampai bersih (Bisa dengan sabun)
  4. Melakukan wudhu dengan wudhu dengan tata urutan yang sempurna
  5. Mengguyur atau menyiram kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga sampai ke pangkal rambut
  6. Mencuci dan membersihkan kepala bagian kanan dilanjutkan dengan kepala bagian kiri
  7. Menyela-nyela (menyilang-nyilang) rambut dengan jari
  8. Mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan dilanjutkan dengan bagian kiri.
  9. Membersihkan area badan yang susah dijangkau

Penutup

Mungkin cukup sekian semoga bermanfaat. Ingat dalam melaksanakan mandi junub harus berdasarkan niat mandi wajib yang benar, agar sah.

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply