1
392

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele, Sebagai Usaha yang Menjanjikan

Budidaya Ikan Lele – Pada dasarnya alam sebagai tempat tinggal sudah menyediakan berbagai kebutuhan yang di butuhkan manusia. Seiring bertambahnya populasi manusia daya dukung alam terhadap penyediaan sumber daya alam khususnya pangan semakin berkurang.

Mungkin pada zaman dulu ketika seseorang ingin mendapatkan ikan tinggal pergi ke sungai atau pinggir pantai maka dengan mudah mereka mendapatkannya. Apakan kondisi tersebut masih terjadi pada era modern seperti ini? Tentunya sangat mustahil.

Kondisi diatas mendorong manusia di zaman modern mengembangkan teknologi untuk pemenuhan kebutuhannya. Salah satu teknologi yang digunakan dan sangat berguna adanya ditemukan pengetahuan tentang budidaya. Dalam perkembangannya budidaya merupakan salah satu bentuk dari perkembangan bioteknologi

Pada kesempatan kali ini penulis akan mencoba membahsa tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan akan protein hewani, dengan cara budidaya ikan lele. Namun sebelum jauh membahas akan jal itu, terlebih dahulu harus faham dulu tentang dasar-dasar budidaya atau lebih terkenal dengan dasar-dasar akuakultur.

Pengertian Budidaya

pengertian budidaya

Budidaya atau akuakultur adalah kegiatan memperbanyak suatu organisme tertentu dalam lingkungan perairanl. Selain itu pengertian budidaya dapat dikatakan sebagai kegiatan memproduksi biota (organism) yang hidup di perairan dengan pengawasan pemeliharaan demi mendatangkan keuntungan.

Kegiatan budidaya merupakan serangkaian kegiatan mulai dari tahap persiapan samapai kegiatan pasca panen. secara detail kegiatan budidaya meliputi:

  1. Pengadaan benih (breeding)
  2. Penebaran benih (stoking)
  3. Meningkatkan produksi pakan
  4. Pemberian makanan buatan
  5. Pengawasan (Controling)
  6. Pemanenan (harvesting)
  7. Pasca Panen (handling, dan marketing)

Budidaya perairan pada dasarnya dibagi kedalam tiga jenis berdasarkan perairannya yaitu Budidaya air tawar, budidaya air payau dan budidaya air laut.

Agar pembahasan kita lebih spesifik pembahasan akuakultur kali ini akan di fokuskan terhadap budidaya ikan lele. Sebelum membahasa lebih detail bagaimana budidaya ikan lele, tahapan budidayanya, alangkah baiknya memperhatikan point point penting di bawah ini.

  1. Pembenihan

Menurut (Effendi, 2004) Pembenihan didefinisikan sebagai kegiatan untuk menghasilkan benih. Pembenihan adalah tahap awal dalam proses budidaya yang sangat menentukan tahapan selanjutnya dalam proses pembesaran.

Kegiatan pembenihan tidak sekedar menghasilkan benih suatu komoditas tertentu, lebih dari itu harus memperhatikan cara cara bagaimana menghasilkan benih yang unggul, dan bernilai ekonomis. Proses pembenihan merupakan proses yang rawan aka tingkat mortality karena benih ikan masih sangat lemah sehingga sensitif terhadapa respon lingkungan

  • Pembesaran

Pembesaran merupakan salah satu dari kegiatan budidaya perairan dengan menyediakan kolam terkeontrol dengan tujuan membesarkan ikan (groswup), guna menghasilkan ikan ukuran konsumsi. Dalam kegiatan pembesaran seharusnya sudah dapat di estimasikan sampai ukuran berapa ikan dapat di panen.

Pembesan merupakan kegitan yang sebagian besar menitik beratkan pada pola pemberian pakan buatan baik yang utama ataupun yang tambahan. Karena sejatinya dengan pemberian pakan teratur diharapkan pertumbuhan ikan sesuai target yang ujung=ujungnya untuk mendatangkan profit.

Disebutkan bahwa pembesaran merupakan proses menumbuhkan organisme dalam suatu lingkungan. Katakanlah kita akan membudidayakan ikan lele, yang sudah kita ketahui budidaya lele bisa dilkkan dengan dua lahan yang berbeda yaitu kolam tanas dan kolam terpal.

  • Budidaya Kolam Tanah

Budidaya ikan kolam tanah merupakan salah satu cara budidaya dengan media tanah. Budidaya kolam tanah bisa dilakukan pada kedua tahap budidaya yaitu pembenihan dan pembesaran.

Budidaya kolam tanah mempuyai kelebihan media tanah sebagai lingkungan alami bagi tempat ikan hidup. Namun mempunyai kelemahan tidak bisa dilakukan bagi kamu yang tidak mempunyai cukup lahan untuk melakukan kegiatan budidaya., sedangkan budidaya kolam terpal

  • Budidaya Kolam Terpal

Budidaya kolam terpal merupakan salahsatu cara budidaya yang memanfaatkan lahan sempit dengan media terpal sebagai wadah air sebagai media tempat budidaya.

Kelebihan dari budidaya yang dilakukan pada kolam terpal yaitu dengan lahan yang sempit anda bisa melakukan kegiatan budidaya. Biaya dalam kegiatan budidaya kolam terpal elatif lebih rendah, proses kontroling dan panen cenderung lebih Mudah.

Dibawah ini akan dibahas secara lengkap panduan cara budidaya ikan lele secara lengkap, simak baik baik

Tahap Persiapan Kolam Budidaya Ikan Lele

Tahap persiapan kolam budidaya ikan lele

Tahap pertama yang harus anda perhatikan dalam mengeksekusi budidaya lele adalah persiapan kolam. Seperti yang telah dijelaskan diatas ada bebrapa tipe kolam sebagai media budidaya, namun yang paling umum adalah kolam tanah dan kolam terpal dengan kelemahan dan keunggulan masing-masing.

Sejatinya ketika anda akan melaksanakan budidaya lele, dalam tahap planing sudah jelas menentukan jenis kolam apa yang akan di pakai dengan berbagai perhitungan yang sudah anda lakukan.

Diartikel ini akan dibahas secara mendetail bagaimana mempersiapkan kolam untuk media tumbuh ikan lele di kolam tanah. Untuk memahaminya perhatikan tahapan berikut

  • Pengeringan dan Pengolahan

Tahapan yang pertama dalam persiapan kolam tanah budidaya lele adalah pengeringan kolam. Pengeringan pada kolam dilakukan stidaknya melihat kondisi cuaca agar tidak sia sia. Pengeringan dilakukan dengan maksud memutus atau mematikan mikroorganisme yang menjadi bibit penyakit.

bibit penyakit yang ada biasanya muncul dari prosesn budidaya sebelumnya, maka dari itu agar rantai penyakit yang ada dikolam terputuh harus dilakukan. Proses pengeringan setidaknya dilakuakn 7-10 dengan penyinaran matahari full. hal ini ditujuakn agar bakteri dan patogen di kolam sebagian besar sudah mati, selanjutnya

Ciri kolam yang sudah kering sempurna di tankan ada retakan retakan yang muncul di dasar kola, maka jika sudah terlihat seperti itu saatnya pengolahan. Pegolahan tanah dilakukan dengan cara mecangkul atau dibajak. Hal itu ditujukan agar gas yang terkandung sebagai akibat dari pembusukan bisa terlepas.

Kenapa hal itu dilakukan, dikarenakan jika anda tidak membalik tanah dan gas yang tersimpan di lapiran tanah kering akan menjadi racun ketika kolam di isis dengan air.

  • Pengapuran dan Pemupukan

Tahap selanjutnya dalam persiapan kolam tanah budidaya ikan lele adalah pemberian kapur dan setelah itu dilakukan pemupukan terhadapan kolam.

Pemberian kapur selain berfungsi sebagai pembunuh bakteri patogen kaper berfungsi sebagai zat yang dapat mengembalikan derajat keasaman tanah. Agara tidak salah pakai ketika anda ingin memberikan kapur, kapur yang digunakan adalah kapur tohor atau lebih dikenal dengan istilah dolomit

Proses pengapuran dilakukan dengan cara kapur dolomit ditebarkan pada permukaan kolam secara merata. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi hal itu didasarkan pada perhitungan standar Ph tanah. Semakin ph tanah pada konsisi asam maka penebaran dolomit semakin banyak pula.

Setelah proses pengapuran dan kondisi derjat keasamaan tanah sudah seimbang, lakukan pemupukan guna menumbuhkan pakan alami yang nantinya akan di butuhkan oleh benih lele yang baru di tebar. Pupuk yang digunakan ada dua jenis yaitu pupuk organik dan anorganik.

Untuk pupuk organik  anda bisa memberikan pupuk kandang seperti kotoran kambing atau sapi dengan dosis 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan untuk pupuk kimia bisa menambahkan pupuk urea dan TSP masing masing sebanyak 15 gram dan 10 gram per meter persegi

  • Pengaturan Air Kolam

Dalam tahap persiapan kolam, satu tahap yang paling penting yaitu dalam pengaturan sistem air kolam sebelum benih ditebar. Dlam tahap ini, setelah kolam tanah diberi pupuk masukan air lewat saluran masuk sampai air kira kira 5 cm.

Pada dasarnya pengaturan dalam budidaya ikan lele dilakukan beberapa tahap, namun pada tahap persiapan pengisisan air dilakukan agar makanan alami bisa tumbuh dengan baik setelah tahap pemupukan yang dilakukan di atas.

Yang perlu diperhatikan ketika mengisi kolam di harapakan air melewati penampungan terlebih dahulu sebelum masuk ke kolam utama. hal itu di tujukan untuk menyaring sampah yang terbawa. Diamkan air dengan ketinggian 5 cm kira-kira selama satu minggu. Hingga air berwana hijau atau merah yang menandakan bahwa air sudah terisi dengan banyak makanan alami.

Tahap Persiapan Benih Ikan Lele

syarat benih pada ternak ikan lele

Dalam budidaya lele tahap persiapan tidak hanya dilakukan pada media budidayanya saja, namun tidak kalah penting jika kamu ingin memulai usaha ternak lele, kamu harus faham tentang brnit atau bibit lele yang akan kamu ternak kan.

Tahap persiapan benih ikan lele, merupakan tahap dimana anda harus mengetahui varietas benih apa yang akan anda budidaya dengan persyaratan. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa tahap dalam persiapan benih agar kegiatan budidaya anda berhasil, perhatikan dengan baik,

Sekedar informasi varietas lele yang sekarang banyak di budidayakan seperti jenis lele dumbo atau lele sangkuriang

  • Syarat Benih Berkualitas

Dalam pemilihan dan penentuan benih ikan lele ada beberapa ciri yang bisa diperhatikan untuk menentukan benih tersebut berkualitas atau tidak. Berikut ciri-ciri benih yang bagus

  1. Gerakannya lincah
  2. Tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya
  3. Bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal
  4. Ukuran benih memiliki panjang sekitar 5-7.

Kemudian bagaimana cara mengetahui benih lele itu lincah dan ciri lainnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menguji di bak yang mempunyai arus. Jika lele tersebut bisa dengan bergerak atau melawan arus air tersebut maka bisa dikatakan lele tersebut sehat.

Sebenarnya bisa saja memilih ukuran benih yang lebih kecil, namun di khawatirkan resiko atas kematiannyapun semakin tinggi. Dengan demikian saya menyarankan ukuran benih yang sudah mencapai 5-7 cm, di tujukan agar benih sudah tahan terhadap lingkungan baru ketika ia di tebar.

Disarankan juga, dalam pemilihan benih, diperhatikan ukuran, karena jika tidak akan adanya persaingan yang mengakibatkan kanibalisasi antar lele.

  • Cara Menghitung Kapasitas Kolam Budidaya

Jika dilihat dari bagaimana cara budidya itu dilakukan maka budidaya bisa di bedakan menjadi 3 berdasarkan teknologi yang dipakai yaitu:

  1. Budiaya Intensif
  2. Budidaya Semi Intensif dan
  3. Budidaya Super Intensi

Dari ketika pemilihan salah satu teknologi budidaya tersebut sangat mempengaruhi, bagaimana kita mengetahui kapasitas kolam atau kemampuan kolam dalam menampung jumlah ikan lele.

Untuk memudahkan berikut contoh menghitung kapasitas kolam budidaya:

Contohnya saja teknologi yang digunakanan addalah budidaya intensif maka untuk menghitungnya gunakan asumsi asumsi yang terkait seperti: Anda memiliki ukuran kolam sebesar 5 x 3 meter persegi kolam tanah, dengan asumsi ketinggian kolam 1 sampai 1,5 m.

Dari beberapa literatur yang ada bahwa dengan kedalamam air 1-1,5 maka kepadatan yang disarankan sekitar 200-400 ekor permeter persegi. Maka tinggal dikalikan saja (5 x 3 = 15 meter persegi dikali batas minimal dan maksaimal)

Jadi perhitungannya bisa di tulis seperti berikut:

Untuk perhitungan batas minimal benih yang di ternak sebesar (3×5) x 200= 3000 ekor/m2 sedangkan untuk batas atas (3×5) x 400= 6000. Dari nilai tersebut dapat kita ketahui bahwa kepadatan kolam yang bagus untuk di isi benih dengan luas kolam tersebut berkisar anta dari 3000 sampai 600 ekor.

  • Cara Menebar Benih dalam Budidaya Ikan Lele

Banyak yang tidak diketahui para pembudidaya, khususnya yang baru terjun dalam dunia ternak ikan lele. Banyak benih yang mati karena ketidak tahuan dalam menebar benih baru di kolam budidaya. beriku beberapa tahapan yang ahrus dilakukan, dalam penebaran benih yang baik dan benar:

  1. Dalam proses tarnasportasi benih menuju kolam disusahakan tidaka terllalu ada gocangan dalam plastik wadah benih.
  2. Selanjutnya, setelah benih sampai dikolam lakukan aklimatisasi yaitu adaptasi benis dengan kondisi air kolam dengan cara simpab wadah pelastik yang berisikan benih sehingga air kolam masuk perlahan.
  3. Tunggu beberapa menit sehingga air dalam plastik yang berisikan benih bercampur dengan air kolam
  4. setelah ikan merasa nyaman dengan sendirinya mereka akan menebar
  5. untuk mempercepat proses tebar benih, anda bida mendorong ikan lele keluar di plastik tersebut.

Jika di tas sudah dijelaskan bagaimana air diisi setinggi 5 cm, perlu di ingat ketika air sudah berubah warna hijau, dengan demikian air bisa di ditambahkan hingga mencapai ketinggian 80 cm, yang menjadi syarat ketinggian air yang cocok untuk tebar benih atau bibit.

Proses Pembesaran Ternak Ikan Lele

Dalam usaha budidaya ikan lele sebenarnya terbagi kedalam dua jenis usaha, yang pertama usaha budidaya lele pembenihan dan usaha budidaya pembesaran. Namun dalam tulisan ini akan lebih banyak di bahas tentang proses pembesaran ternak ikan lele

Dalam proses pembesaran, Faktor utama yang menjadi fokus pembudidaya adalah memaksimalkan pakan dan menekan biaya pakan. Karena hampir 70% biaya dalam usaha budidaya ikan lele pembesaran terletak pada pakan. Pengelompokan pakan ikan terbagi kedalam dua jenis pakan, yaitu pakan utama dan pakan tambahan.

  • Pakan Untuk Ikan Lele

Sebenarnya mudah saja dalam pemberian pakan lele, karna apa saja bakal dimakan. Namun karena kita sedang memebhasa budidaya dalam skala usaha maka harus memaksimalkan segala bentuk proses termasuk pemberian pakan, guna tercapainya produksi yang di inginkan.

Dalam pembagiannya pakan lele dibagi kedalam dua jenis pakan utama dan pakan tambahan. Pakan utama adalah pakan yang sebagian besar unsur di dalamnya berisi protein. Sedangkan pakan tambahan berisfat campuran bisa serat atau pakan dari dedaunan

  • Pemberian pakan utama

Selain terkenal kanibal lele merupakan jenis ikan yang termasuk kedalam kelompok ikan pemakan segala atau karnivora. Dalam budidaya proses konversi pakan menjadi daging sangat penting untuk di perhatikan. Dengan target yang sudah di tentukan maka pemberian pakan ikan lele setidaknya mengandung protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.

Dalam pemberian pakan pun harus disesuaikan dengan persenatse bobot ikan lele. Untuk mengetahui hal tersebut lakukanlah sampling dalam 10 ahri sekali. Contohnya saja ikan lele dengan berat 100 gr membutuhkan pakan sebanyak 5 gr atau sekitar 5% bobot tubuhnya.

Dalam pemberian pakan utama hendaknya memperhatikan pola pemberian makan dan pola makan hewan kanibal ini. Lele merupakan hewan yang nokturnal jadi sehari bisa dilakukan pemebrian pakan utama sebanyak 3 kali yang terdiri dari pagi sore dan malam, serta di selangi oleh pemberian pakan tambahan.

Perlu menjadi catatan bahwa pemberian pakan ketika benih di harapkan selalu tersedia, agar memepercepat pertumbuhan benih lele.

  • Pemberian Pakan Tambahan

Kenapa harus diberikan pakan tamabahan? Sejatinya pemeberian pakan tambahan adalah bentuk menekan biaaya produksi pada usaha budidaya ikan lele, dengan mencari atau menciptakan pakan alternatif sebagai pakan tambahan.

Pemberian pakan tambahan bisa berupa protein yang dihasikan dari limbah makanan, atau ayam tiren atau ikan rucah. Selain itu pemberian pakan tambahan bisa berupa dedaunan seperti daun pepaya yang berguna sebagai obat juga.

Satu hal yang sangat penting dalam proses pemberian pakan adalah jangan sampai telat atau kurang, jika terjadi maka akan ada kanibalisme dalam kolam budidaya. Dimana ikan dengan ukuaran lebih besar akan memakan jenis yang lebih kecil.

Proses Pemeliharaan Budidaya Ikan Lele

  1. Pengelolaan Air

  2. Pengendalian Hama

  3. Penyortiran Ukuran lele

Cara Panen Ikan lele yang Benar

  1. Pengeluaran Air kolam

  2. Penanganan Ikan Lele di Kolam

  3. Penanganan Pasca Panen Ikan Lele

Budidaya Ikan lele

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply