1
9

Pemanasan Global | Pengertian, Dampak dan Cara Mengatasi [Lengkap]

PEMANASAN GLOBAL-Kamu sadar atau tidak sepuluh tahun terakhir banyak anomali-anomali yang terjadi di alam. Contohnya cuaca yang tidak menentu, tingkat suhu yang terus meningkat, kenaikan permukaan laut dan masih banyak lagi.

Sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya sebagai Petani tentunya Indonesia mengalami langsung efek dari fenomena ini. Kekeringan yang parah kemudian banjir di semua daerah, sehingga beberapa saat yang lalu menjadi isu yang hangat untuk di bicarakan.

Semua itu merupakan dampak dari fenomena yang disebut pemanasan global

Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global (global warming) merupakan suatu format ketimpangan ekosistem di bumi akibat terjadinya pengerjaan atau peningkatan temperatur rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi serta gangguan siklus hidrologi.

Selama kurang lebih seratus tahun terakhir, temperatur rata-rata di permukaan bumi mengalami peningkatan sebesar 0.74 ± 0.18 °C.

Meningkatnya temperatur rata-rata permukaan bumi yang terjadi yaitu sebagai dampak meningkatnya emisi gas rumah kaca di atmosfer , seperti:

  • Karbondioksida
  • Metana
  • Dinitro oksida
  • Hidrofluorokarbon
  • Perfluorokarbon
  • Heksafluorid

Emisi-emisi diatas muncul karena adanya pengerjaan pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara. Selain itu sebagai dampak dari adanya penggundulan dan pembakaran hutan.

Pemanasan global diperkirakan sudah menyebabkan perubahan-perubahan ekosistem di bumi, antara lain:

  • Perubahan iklim yang ekstrim
  • Mencairnya es sehingga permukaan air laut naik
  • Serta perubahan jumlah dan pola presipitasi

Adanya perubahan pola hubungan ekosistem ini secara langsung berimbas pada kehidupan di permukaan bumi. Dampak seperti ini berpengaruh kepada hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis binatang.

Efek rumah kaca sebagai suatu sistem di bumi sangat diperlukan oleh makhluk hidup di bumi. Suhu atmosfer bumi akan menjadi lebih dingin sekiranya tanpa efek rumah kaca. Melainkan, apabila efek rumah kaca berlebihan dibandingkan dengan situasi normalnya maka metode tersebut akan bersifat merusak.

Memandang seberapa besar emisi gas rumah kaca bersumber dari aktivitas hidup manusia, karenanya  harus ada upaya solusinya dengan mengubah pola hidup dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Tulisan ini diinginkan bisa memberi wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat perihal apa dan bagaimana terjadinya pemanasan global, serta bagaimana perilaku masyarakat yang diharapkan dalam upaya meminimalisasi dampak yang terjadi

Pemanasan Global Adalah ?

pemanasan global adalah

Global warming menjadi masalah yang hangat diperbincangkan, sehingga menjadi isu utama bagi para pemerhati lingkungan yang akan dihadapi oleh masyarakat di dunia.

Pemanasan global terjadi akibat adanya peningkatan rata-rata temperatur dalam atmosfer bumi. Peningkatan suhu bumi terlihat dengan adanya dampak dari radiasi cahaya matahari yang terperangkap di atmosfer.

Beberapa cahaya seperti gelombang infra merah di serap oleh udara, sehingga suhu rata-rata bumi meningkat.

Proses terjadinya cahaya infra merah yang dipantulkan kembali ke bumir dan bergabung dengan gas-gas rumah kaca sehingga menyebabkan temperatur bumi meningkat.

Gas-gas rumah kaca terdiri dari karbon dioksida, metana dan nitrogen oksida. Gas-gas rumah kaca disumbahkan langsung oleh dari semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Pada kenyataanya suhu rata-rata bumi mengalami peningkatan yang drastis setiap lima tahun sekali

Penyebab Pemanasan Global

SUdah menjadi hukum sebab akibat, setiap fenomena yang terjadi dilam merupakan sebab dari sebuah interaksi yang terjadi. Tidak terkecuali pemanasan gelobal

Berikut beberapa penyebab kenapa pemanasan bisa terjadi:

Efek Rumah Kaca (Greenhouse effect)

efek rumah kaca dari pemanasan global

Agar lebih memahami cara terjadinya efek rumah kaca bisa diperhatikan pada gambar. Dalam rumah kaca atau  (greenhouse) yang diterapkan dalam pertanian terlebih di negara yang mengalami musim salju.

Prinsip rumah kaca adalah penerapan ilmu pengetahuan bidang biologi pada pertanian, yang memanfaatkan energi matahari (panas) yang masuk lewat atap kaca kemudian dipantulkan keluar atmosfer dan beberapa lainnya terperangkap di dalam greenhouse sehingga menaikkan temperatur di dalamnya.

Contoh lain yang bisa mengilustrasikan kejadian efek rumah kaca yaitu, saat kita berada dalam mobil dengan kaca tertutup yang sedang di parkir di bawah terik matahari.

Panas yang masuk melewati kaca, beberapa ada yang dipantulkan kembali ke luar melewati kaca, namun ada juga yang terperangkap di dalam mobil tersebut. Alhasil temperatur di dalam mobil lebih tinggi  ketimbang di luarnya.

Matahari merupakan sumber tenaga utama dari setiap sumber tenaga yang terdapat di bumi. Kekuatan sang surya sebagian besar terdiri dari radiasi gelombang pendek. Energi ini sampai ke permukaan bumi kemudian berubah energi panas.

Pada kasus tersebut permukaan bumi kemudian mengabsorpsi beberapa panas sehingga menghangatkan bumi, dan beberapa dipantulkannya kembali ke luar angkasa. Menumpuknya jumlah gas-gas rumah kaca seperti uap air, karbon dioksida, dan metana di atmosfer mengakibatkan perubahan energi panasmenjadi radiasi infra merah.

Infra merah yang terbentuk secara konsisten terperangkap di atmosfer bumi, kemudian gas-gas ini meresap dan memantul kembali menjadi radiasi gelombang yang dipancarkan oleh permukaan bumi.

Pada akhirnya energi panas akan tersimpan di permukaan bumi. Keadaan ini bisa terjadi berulang sehingga mengakibatkan temperatur rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Lapisan atmosfer berfungsi seperti kaca pada bangunan atap rumah kaca. Namun semakin banyak konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin tinggi juga efek panas yang masuk dan terperangkap di bumi.

Fenomena efek rumah kaca pada dasarnya dibutuhkan oleh makhluk hidup yang ada di bumi. Jika tidak ada efek rumah kaca maka planet bumi akan menjadi sangat dingin kurang dari -18°C, sehingga seluruh permukaan bumi akan tertutup lapisan es.

Dengan suhu rata-rata sebesar 15°C, suhu bumi pada hakekatnya sudah lebih panas 33°C dibandingkan dengan efek rumah kaca. Akan tapi seandainya gas-gas hal yang demikian sudah berlebih di atmosfer, yang akan terjadi adalah  pemanasan global.

Efek Umpan Balik

Penyebab pemanasan global juga diberi pengaruh oleh bermacam-macam progres efek balik yang dihasilkannya, seperti pada penguapan air.

Pada mulanya pemanasan akan lebih meningkatkan banyaknya uap air di atmosfer. Sebab uap air sendiri yaitu gas rumah kaca, karenanya pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan fokus uap air.

Situasi ini menyebabkan efek rumah kaca yang dihasilkannya akan lebih besar kalau dibandingkan oleh pengaruh gas CO2 itu sendiri.

Momen efek balik ini bisa meningkatkan kandungan air mutlak di udara, melainkan kelembaban relatif udara hampir konstan atau malah agak menurun sebab udara menjadi menghangat. Sebab umur CO2 yang panjang di atmosfer karenanya efek balik ini secara pelan bisa dibalikkan (Soden and Held, 2005).

Kecuali penguapan, awan diduga menjadi efek balik. Radiasi infra merah akan dipantulkan kembali ke bumi oleh awan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan.

Sementara awan hal yang demikian akan memantulkan pula cahaya Sang dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Secara mendetail hal ini susah direpresentasikan dalam contoh iklim, antara lain sebab awan

Ukurannya sangat kecil jika dibandingi dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam hitungan contoh iklim (jaraknya kira-kira 125 sampai 500 km, dalam Laporan Pandangan IPCC ke 4).

Meskipun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua kalau dibandingksn dengan umpan balik uap air yang dianggap positif, dalam seluruh contoh menurut laporan IPCC (Soden and Held, 2005).

Prinsip efek balik sangat penting karena hilangnya kemampuan memantulkan cahaya oleh es. Lapisan es yang ada kutub mencair dengan cepat seiring meningkatnya suhu global. Bersamaan dengan hal tersebut terjadi fenomena meningkatnya permukaan air di daratan.

Pada Prinsipnya daratan maupun perairan memiliki kemampuan dalam memantulkan sinar lebih sedikit bila di bandingkan dengan es, dan walhasil akan mengabsorpsi lebih banyak radiasi cahaya matahari.

Kejadian ini akan menambah faktor-faktor penyebab pemanasan global diamana akan memunculkan lebih banyak lagi es yang mencair, sehingga menjadi suatu siklus yang berkelanjutan (Thomas, 2001).

Unsur lain yang memiliki kontribusi kepada naiknya suhu secara global ialah efek balik positif dampak terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost). Kecuali es yang mencair  akan melepas CH4 yang bisa memunculkan umpan balik negatif.

Laut mempunyai kemampuan daya dukung secara ekologis untuk meresap karbon di atmosfer. Organisme seperti Fitoplankton bisa menyerap karbon guna fotosintesis.

Namun kecakapan ini akan berkurang jika laut menghangat yang diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada area mesopelagic sehingga berperan penting pada pertumbuhan diatom ketimbang fitoplankton (Buesseler, et al, 2007)

Variasi Matahari

variasi matahari pemanasan global

Pemanasan global dapat pula disebabkan oleh panjang gelombang energi matahari. Suatu hipotesis mengungkapkan bahwa hal tersebut yang dikuatkan oleh umpan balik dari awan, dapat menyumbang kontribusi dalam pemanasan ketika ini (Marsh and Henrik, 2000).

Perbedaan antara mekanisme variase matahari dengan dampak pemanasan rumah kaca adalah meningkatnya penentrasi matahari terhadap stratosfer, sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.

Pendinginan stratosfer merupakan komponen yang sudah di amati sejak tahun 1960, yang tak akan terjadi jika peningkatan matahari menjadi kontributor utama pemanasan sekarang ini.

Penipisan lapisan ozon juga bisa memberikan efek pendinginan, hal yang demikian sudah terjadi mulai akhir tahun 1970-an.

Fenomena tipe matahari dicampurkan dengan aktifitas gunung api, sehingga menyumbangkan dampak pemanasan dari masa sebelum industri sampai tahun 1950, serta efek pembekuan sejak tahun 1950 (Hegerl, et al. 2007, Ammann, et al, 2007)

Hasil penelitian membuktikan bahwa kontribusi panas matahari sangat kecil dalam kontribusi pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University menyebutkan bahwa berkontribusi panas matahari hanya menyumbang sebesar 45-50 % dari peningkatan rata-rata temperatur global , dalam kurun waktu 1900-2000 tahun, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000 (Scafetta and West, 2006).

Meskipun menurut Stott (2003) bahwa perubahan iklim dijadikan faktor saat ini menentukan estimasi terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan efek panas matahari.

Selanjutnya, mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga diabaikan. Temperatur pada kondisi tersebut menyimpulkan bahwa dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap dampak panas matahari.

dimana sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dua dekade terakhir disebabkan oleh efek gas-gas rumah kaca.

Peningkatan temperatur rata-rata global meningkat semenjak pertengahan abad ke-20 berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Data IPCC menyebutkan bahwa sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Sehingga suhu meningkat sebesar 1.1 hingga 6.4 °C antara tahun 1990 sampe 2100.

Sebagian besar penelitian akan dilaksanakan sampai akhiri 2100, dimana pemanasan gelobal dan mencairnya es yanga menjadi penyebab kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama tingkat emisi gas rumah semakin meningkat.

Fakta yang terjadi namun masih diragukan para ilmuan adalah tingkat suhu rata rata muka bumi yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, sengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Hingga saat ini msih sering terjadi perdebatan publik di dunia antara pemerhati lingkungan dan kalangan pebisnis mengenai apa apa tindakan yang seharusnya dikerjakan untuk mengurangi atau membalikkan suhu muka bumi yang nyaman untuk makhluk hidup.

Negara-negara maju di dunia yang menjadi penyumbang efek rumah kaca sudah menandatangani dan meratifikasi rotokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Perjanjian ini mewajibkan negara-negara industri didunia untuk menurunkan emisinya sebesar 5,2%, di bawah tingkat emisi tahun 1990 dengan target waktu sampai 2012 dan baru memperoleh daya hukumnya secara internasional pada tanggal 16 Februari 2005.

Sampai 23 Oktober 2007 sudah 179 negara yang meratifikasi Protokol Kyoto tersebut. Kemudian pada tanggal 3-14 Desember 2007 di Bali diselenggarakanlah Konvensi Tingkat Tinggi yang digelar oleh UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) dan dihadiri hampir 10 ribu orang dari 185 negara.

Pertemuan ini diharapkan dapat mengukur hasil daya kerja dari Protokol Kyoto yang diwujudkan sebagai bukti janji negara-negara sedunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca demi menanggulangi permasalahan yang terjadi ketika ini.

Proses Terjadinya Pemanasan Global

pemanasan global

Untuk memahami bagaimana terjadinya global warming pehatikan gambar dan keterangan berikut:

  1. Pertama-tama proses pemanasan global diawali dengan cahaya matahari yang masuk kedalam atmosfer bumi
  2. Cahaya yang masuk kemudaian pantulkan lagi ke angkasa dan sebagian lagi diserap oleh bumi
  3. Tahap ketiga yaitu cahaya atau energi matahari yang dipantulkan keangkasa dikembalikan lagi ke bumi dalam wujud radiasi inframerah.
  4. Energi matahari yang di pantulkan di angkasa terperangkap karena banyak gas gas efek rumah kaca seperti karbondioksida, metana, SO2 dll. Setelah itu di kembalikan lagi ke bumi
  5. Radiasi inframerah dipancarkan ke permukaan bumi diserap oleh CO2 di atmosfer yang kemudian sebahagian lagi dipancarkan ke angkasa. Radiasi yang kembali ke atmosfer bumi itulah yang disebut dengan pemanasan global (global warming).

Dampak Pemanasan Global

Dampak pemanasan Global

Para ilmuan dan pemerhati lingkungan telah sepakat akan dampak yang di timbulkan atas terjadinya pemanasan global. Dampak yang timbul bisa berupa rusaknya lingkungan dan tergangunya tatanan sosial di masyarakat.

Sehingga dengan memaparkan dampak yang akan terjadi bisa meningkatkan peran manusia dalam mengatasi dampak yang ada ini. Berikut beberapa dampak globa warming terhadap lingkungan manusia dan ekosistem di alam:

Naiknya Muka Air Laut

Peristiwa melelehnya gunung es di darah kutub Utara dan Selatan, hal ini mengakibatkan permukaan laut di seluruh dunia mengalami kenaikan.

Naiknya muka air laut berdampak kepada banyak kota di pinggir pantai mengalami penutupan permukaan tanah. Selain itu adanya dan banjir rob yang melebihi kapasitas penahan yang ada di muka pantai, yang menyebabkan gangguan pada aktifitas manusia

Perubahan Iklim dan Cuaca

Meningkatnya anomali perubahan iklim yang sangat ekstrim di perbagai penjuru dunia. Perubahan cuaca dan iklim menyebabkan pola musim di semua negara tropis dan subtropis tidak bisa di prediksi.

Dampak nya pra pekerja di bidang pertanian mengalami kesulitan karena tidak bisa merencanakan musim tanam dan musim panen yang optimal.

Dampak lain dari pemanasan global adalah adanya perubahan tekanan udara, suhu, kecepatan dan arah angin yang berakibat kepada arus laut. Fenomena tersebut sangat berpengaruh kepada pelayaran dan kegiatan migrasi ikan

Kepunahan Flora dan Fauna

Semakin tingginya hewan yang mengalami kepunahan. Makhluk hidup khusunya Flora dan fauna memiliki tingkat toleransi terhadap cuaca dan iklim.

Dampak perubahan iklim menyebabkan ketersediaan sumberdaya makanan menurun dengan drastis sehingga pertumbuhan dan perkembangan hewan dan tumbuhan semkain terancam.

Gangguan Ekologis di Darat

Dampak selanjutnya perubahan iklim dan cuaca mempenaruhi Habitat hewan dan berubahnya ekosistem flora. faktor-faktor yang menyebabkannya adalah berubahnya suhu, kelembaban dan produktivitas primer.

Faktor tersebut menyebabkan beberapa hewan melakukan migrasi untuk menemukan habitat baru yang sesuai. Contoh kasus gajah yang masuk pemukiman. Migrasi burung yang tidak terkontrol, dan masih banyak lagi

Rusaknya Ekosistem Karang

Terjadinya pengrusakan ekosisitem karang yang ada di enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Kepulauan Salomon, Papua Nugini, Timor Leste, dan Philipina. Dimana kita ketahui negara negara tersebut sebagai kawasan segitiga terumbu karang dunia.

Dampak dampak di atas dikhawatirkan adanya perubahan perilaku terhadapmasyarakan atau orang iitu sendiri. Prilaku  tersebut bisa berupa sidat posistif dan negatif

Prilaku positif akan terjadinya pemanasan global adalah memacu manusia untuk mengurangi penggunaan barang barang yang mengahsilkan emisi, dan mendorong dalam peningkatan ilmu dan teknologi.

Namun disisi lain Smaki meningkatnya penguasaan sektor-sektor tertentu untuk di pripatisasi demi keberlangsungan hidup golongan tertentu.

Meminimalisasi Dampak Pemanasan Global

meminimalisir dampak pemanasan global

Untuk meminimalisir dampak yang terjadi ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan seperti:

  • Kegiatan Konservasi

Konservasi lingkungan, dengan mengerjakan penanaman pohon dan penanaman pohon di lahan-lahan kritis. Tumbuhan hijau mempunyai peran dalam pelaksanaan fotosintesis, dalam pengerjaan ini tumbuhan membutuhkan karbondioksida dan mewujudkan oksigen. Akumulasi gas-gas karbon di atmosfer bisa dikurangi.

  • Mengurangi Penggunaan Bahan bakar Fosil

Mengaplikasikan kekuatan yang bersumber dari tenaga opsi guna mengurangi pengaplikasian tenaga bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara)

Emisi gas karbon yang terakumulasi ke atmosfer banyak dibuat oleh pembakaran bahan bakar fosil. Kita mengetahui bahwa paling banyak mesin-mesin kendaraan dan industri digerakkan oleh mesin yang menerapkan bahan bakar ini.

Sebab itu diupayakan sumber kekuatan lain yang aman dari emisi gas-gas ini, contohnya; mengaplikasikan daya sang surya, air, angin, dan bioenergy.

Di tempat tropis yang kaya akan tenaga sang surya diinginkan timbul teknologi yang kapabel mengaplikasikan daya ini, seumpama dengan kendaraan beroda empat energi surya, listrik energi surya. Kini ini sedang dioptimalkan bioenergy, antara lain biji tanaman jarak (Jathropa. sp) yang mewujudkan minyak.

  • Daur Ulang

Daur ulang dan efisiensi daya. Penerapan minyak tanah untuk menyalakan kompor di rumah, menjadikan asap dan jelaga yang mengandung karbon. Sebab itu sebaiknya diganti dengan gas. Biogas menjadi hal yang bagus dan perlu dimaksimalkan, umpamanya dari sampah organik.

  • Pemahaman Kepada masyarakat

Suatu Tindakan atas upaya pemahaman kepada masyarakat dengan memberikan pemahaman bagaimana Dimensi manusia, Penegakan hukum dan keteladanan, Keterpaduan, Mengubah pola pikir dan sikap, Etika lingkungan, akan berpengaruh secara tidak langsung terhadap pemanasan global.

Cara Mengatasi Dampak Pemanasan Global

Mengurangi Penggunaan Listrik

Hindari Membuang Sampah Sembarangan

Gerakan Menanam Pohon

Mengurangi Emisi Kendaraan

Contoh Penyebab Pemanasan Global

Di Rumah

Dari Lingkungan Masyarakat

Dari Alam

Dari Pemerintah

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply