Pengertian Ta’aruf dan Khitbah, Lengkap Beserta Tata Cara Pelaksanaanya

Pengertian Ta’aruf – Islam merupakan agama yang sangat indah, memposisikan suatu perkara sseuai pada tempatnya, adil menurut hukum dan manfaatnya.

Begitupun Islam menghargai kesucian seorang wanita dan meninggikan kepemimpinan seorang laki-laki. Sebagai gama yang rahmatalila’alamin islam mengatur bagaimana kita hidup, bagaimana kita bergaul bagaimana kita menyikapi sesuatu hal dan lainnya.

Dalam bahasan kali ini penulis akan sedikit banyak mencoba mengulas tentang bagaimana seorang laki-laki yang ingin menyempurnnakan agamanya, lewat pernikah.

Jika dalam tulisan sebelumnya membahas bagaimana hukum pacaran dalam Islam, kali ini penulis akan mencoba membahas mungkin temen temen sekalian sudah tidak asing lagi dengan bahasan ta’aruf.

Islam meruppakan agama yang memberi jalan kepada seseorang yang ingin mencurahkan isi hatinya terhadap lawan pasangannya, namun masih dalam koridor aturan-aturan yang dibenarkan. Selain itu Islam hanya mengajarkan bentuk-bentuk curahan kasih sayang dan cinta itu setelah melalui satu proses sakral yakni pernikahan.

Adapun beberapa tahapan yang perlu dilewati bagi seseorang yaitu: Ta’aruf (Perkenlan), Khitbah (lamaran) Nikah dan Walimah. anmun tidak akan di bahas semuanya, tulisan kali ini hanya akan membahas seputar pengertian ta’aruf tatacaranya.

Pengertian Ta’aruf Dalam Islam

Pengertian Ta'aruf

Ta’aruf atau Ta’arof berasal dari bahasa iran dari asal kata kerja (تعارف کردن) atau kata (تعارف) yang berarti kencan. Namun dalam bahasa arab Ta’aruf di ambil dari kata (تعرف) seseorang mengetahui. Ta’aruf menurut bahasa adalah proses pengenalan antara seseorang yang berbeda jenis klamin dengan tujuan untuk menjalin hubungan dengan tujuan pernikahan.

Dalam sejarahnya ta’arof merupakan kebiasaan atau tatanan moral atau norma-norma sosial yang terjadi pada masyarakat Iran.

Dimana pada waktu itu para wanita persia atau iran yang mempunyai hasrat cinta terhadap para lelaki, namun tidak bisa mengungkapkannya karna rasa malu akan norma-norma yang mengikat pada tatanan sosial waktu itu.

Seiring perkembangan ta’aruf di artika sebagai proses perkenalan seoranag laki-laki terhadap wanita, yang dia cintai dengan tujuan untuk menikahinya yang didasarkan atas kecintaan dia kepada Allah Swt.

Poin penting dalam ta’aruf adalah bagaimana dapat mengenal antara kedua belah pihak laki-laki dan perempuan dengan point poit seperti berikut

  • Dengan taaruf kedua pasangan dapat saling memberitahu keadaan keluarga masing-masing
  • Dengan taaruf setiap pasangan baik laki-laki dan perempuan harapan dan syarat yang di ajukan
  • Mendiskusikan prinsip hidup dengan mengungkapkan apa yang disukai dan tidak disukai
  • Menjaga Kaidah-kaidah dalam saling menghormati apa yang disampaikan lawan bicara
  • Mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dalam islam, tak berkhalwat, tak mengumbar pandangan.

Proses Ta’aruf yang Benar

Proses ta'aruf yang benar

Sejatinya tata cara dan pengertian ta’aruf belum ada patokan baku bagaimana seharusnya proses ta’aruf itu dilaksanakan, namun yang pasti taaruf adalah tatacara yang baik menurut islam dalam mencurahkan rasa kasih sayang terhadap lawan jenis.

bagaimanapun prosesnya, taaruf harus di lakukan dengan niat karena Allah swt, berikut salah satu cara ta’aruf yang biasa di lakukan sebagai berikut :

  1. Niatkan ta’aruf agar mendapat Ridho Allah Swt
  2. Adapun proses selanjutnya adalah membuat proposal (biodata diri)
  3. Setelah itu saling menukar biodata dalam hal ini interaksi kedua belah pihak biasanya disertai murabbinya.
  4. Setelah ada kecocokan dengan proposal biodata diri maka proses selanjutnya adalah bertemu
  5. Proses percakapan dengan calon pasangan dengan hijab/tabir tentunya disertai murabbi

Dalam proses ta’aruf diharapkan menjaga adab antara kedua belah pihak. Kemudian menanyakan informasi-informasi yang ingin diketahui agar jika terjadi proses slanjutnya tidak ada yang merasa di rugikan.

Berikut Contoh pertanyaan dalam ta’aruf yang pastinya disampaikan oleh murabbi atau yang mahramnya, sebagai berikut:

  1. Pertanyaan seputar Agama
  2. Pertanyaan seputar akhlak (kebiasaan baik dan buruk, tingkat emosi, sifat pribadi)
  3. Pertanyaan seputar kesehatan fisik atau penyakit yang di miliki
  4. Pertanyaan seputar visi misi dalam menjalani kehidupan
  5. Pertanyaan sarat-sayarta khusus yang ingin disepakati

Tentunya pertanyaan-pertanyaan di atas berlandaskan pemikiran yang derdasarkan aturan dalam agama Islam.

Islam itu agama yang mudah agama yang tidak mempersulit. Dan sepantasnya ketika kamu melakukan ta’aruf jangan mempersulit seseorang yang sudah menentukan sesuatu dengan jalan agama Islam

Berapa Lama Sih Proses Ta’aruf?

Sejatinya tidak aturan khusus tentang berapa lama proses taaruf sampai ke proses selanjutnya, namun dalam hal ini proses ta’aruf merupakan proses istikharah yang dilakukan baik dari laki-laki maupun wanita.

Mengapa demikian proses ini bisa berlangsung cepat dan bisa juga lama. Karena pada proses ini harus benar-benar pertimbangan sebagai hasil dari proses taaruf yang telah di laksanakan.

Dalam setiap proses penentuan keputusan jangan lupa untuk menyertakan Allah, agar keputusan itu tidak mengecewakan pada akhirnya. Namun disarankan jangan terlalu di buat lama baik itu keputusan yang diambil di lanjutkan taupun tidak.

Nah jika keputusan yang diambil adalah setuju maka langsung ke proses khitbah atau lamaran. Namun jika keputusan nya tidak jadi, maka dalam penyampaianya diharapkan tidak menyinggung pihak satu sama lain.

Pengertian Khitbah Dalam Islam

pengertian khitbah dan pengertian ta'aruf

Pengertian khitbah secara sederhana adalah melamar, mengkhitbah disefinisikan sebagai kegiatan meminang seseorang untuk tujuan pernikahan.

Mengkhitbah seorang wanita merupakan jalan pembuka menuju mahramnya dengan cara pernikahan. Boleh jadi khitbah adalah tahapan bagi seseorang menuju halal ketika seseorang halal dengan seorang wanita atau kebalikanya. Tentunya dalam mengkhitbah seseorang harus didampini oleh kedua belahpihak keluarga.

Namun dalam proses pelaksanaanya harus memperhatikan  syarat-syarat yang sesuai syaria’t Islam

Syarat Khitbah

syarat syarat khitbah pengertian ta'aruf

Berikut bebarapa syarat yang harus diperhatikan ketika kamu akan menghitbah seorang pujaan hati:

  1. Niatkan untuk mendapat Ridho Allah Swt
  2. Syarat pertama ialah adanya peminang (laki-laki) dan yang di pinang (wanita)
  3. Sudah Melaksanakan Ta’aruf sebelumnya
  4. Tidak ada paksaan diantara kedua belah pihak “Ikhlas Lillahitaala”
  5. Tidak Boleh mengkhitbah saudara sepersusuan
  6. Sudah ada proses kesepakatan dan tidak ada yang di rahasiakan ketika proses ta’aruf.
  7. Melamar hendaknya bersama wali atau orangtua
  8. Memperhatikan adab-adab dalam hubungan sesama manusia

Proses Khitbah dalam Islam

Dalam beberapa hadist telah diriwayatkan bagaimana kisah kisah dalam proses khitbah yang dapat dilakukan sendirian oleh seorang laki-laki terhadap seorang perempuan.

Namun ada juga yang diwakilkan oleh wali atau murobbinya, namun ada juga seorang laki-laki yang datang pada orangtua dari perempua.

Cara cara tersebut di perbolehkan saja namun dengan catatan harus sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh syariat islam. Maka dari itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan khitbah, antara lain

  1. Melamar sebaiknya di lakukan oleh pihak keluarga laki-laki terhadap perempuan
  2. Datang ke rumah atau kediaman atau ke tempat yang sudah di sepakati sebelumnya
  3. Memperhatikan adab-adab dalam hubungan anusia
  4. di perbolehkan melihat perempuan yang akan di khitbah (namun jangan auratnya)
  5. Tidak diperbolehkan meminang akhwat yang sudah di pinang lelaki lain
  6. Mengungkapkan maksud tujuan meminang
  7. Jika di terima harus segera menentukan waktu dan tanggal pernikahan dan walimah

Adakah Batasan waktu Khitbah ke Jenjang Pernikahan?

jangka waktu khitbah menuju pernikahan pengertian ta'aruf

Sejatinya belum ada dalil yang nash tentang pengertian ta’aruf khitbah dan waktu batasan dari masa lamaran ke proses pernikahan, mau itu tiga, dua, atau satu bulan. Prinsip jangka waktu yang dibuat merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga baik laki laki ataupun perempuan.

Jangka waktu di buat guna mempersiapkan baik secara administrasi finansial ataupun acara-acara yang akan di lakukan pada saat walimah.

Tetapi dianjurkan bagi seseorang yang telah mengkhitbah jangan berlama-lama menuju jenjang pernikahan, mengapa demikian karena dengan berlama-lama di khawatirkan menjadi fitnah dan berbagai potensi terjadinya kerusakan.

Sesudah khitbah (permohonan menikah) disetujui, sebaiknya keluarga kedua pihak bermusyawarah mengenai kapan dan bagaimana walimah dilangsungkan.

Penutup

Hayoo siapa yang masih pacaran? Udah ta’aruf aja, slain mendapatkan kasih sayang, kamu juga mendapat pahala. Karena dengan pacaran kamu mendekati zina yang merupakan dosa besar. Sedangkan pernikahan akan mendatangkan rahmat dan keberkahan

Gimana sudah mantap untuk menikah, setelah mengetahui pengertian ta’aruf dan khitbah. Sesungguhnya pernikahan adalah sapro dari kesempurnaan agama, jika belum mampu berpuasa lah.

Kemudian bagi yang belum ada hilal dalam jodoh, tetap berdoa dan berusaha agar di berikan pasangan terbaik. Mungkin cukup sekian apabila ada kesalahan mohon maaf, semoga bermanfat

Tinggalkan komentar