126

Sejarah Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia [Lengkap]

Salam sejahtera bagi kita semua. Akhir-akhir ini terutama dimedia masa, baik televisi radio dan media sosial sedang ramai antara seseorang yang pancasilain dan agamais. Namun saya tidak akan berbicara tentang hal itu karena sensitif, dalam artikel ini titik berat tuilsan terletak pada sejarah pancasila.

Dewasa ini, terkhusus dimasyarakat pada umumnya, pancasila hanya dikenal sebagai sesuatu hal yang ada di sekolah saja. Sesuatau hal yang diketahui para pelajar saja, namun tidak dimaknai lebih dalam apa itu pancasila.

Maka dari itu saya akan mencoba mengulas kembali, bagaimana bangsa ini terbentuk, bagaimana para proklamator kita merumuskan dasar negara. Syukur-syukur bisa memaknai dan lebih mencintai negara kita Indonesia.

Sejarah Pancasila Secara Etimologis

Sejarah Pancasila

Secara etimologi kata “pancasila” berasal dari kata “pancasyila” dengan vokal i yang memiliki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. Jadi dapat disimpulkan pancasila merupakan aturan yang mempunyai lima dasar aturan.

Apabila kita telisik lebih dalam tentang sejarah pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya panca : yang artinya lima, sila : yang artinya sendi, alas, atau dasar. Namun menurut syila mempuyai dua arti syila vokal i pendek dan syila vokal i panjang yang atrinya peraturan untuk mengatur tingkah laku yang baik.

Baca Juga : Pengertian Tumbuhan Dikotil

Kata syila dalam bahasa indonesia khususnya bahasa jawa menjadi kata serapan “susila”. Menurut KBBI sulisa di artikan sebagai perilaku yang baik atau sopan santun kepada orang lain yang berhubungan dengan moralitas.

Dalam sejarah pancasila, perkembangan bangsa Indonesia tidak lepas dari nenek moyang kita berada dalam masa kerajaan hindu budha. sehingga perkataan pancasila pada awalnya terdapat dalam kepustakaan Buddha dan India. yang salah satunya tercermin dari Sejarah Prabu Siliwangi.

Tanpa mengesampingkan mayoritas agama di Indoseia, dalam ajaran Budha terdapat ajaran untuk para pengikutnya. Ajaran moral tersebut meliputi Dasasyila, Saptasyila, dan Pancasyila.

Sejarah Singkat Pancasila

sejarah singkat pancasila

 

Tercatat dalam masa kerajaan Majapahit, Sejarah pancasila dimulai pada masa pemerintah Hayam wuruk, dengan mahapatihnya seorang sakti mandraguna yaitu majapahit. Dimasa itu dalam kitab karangan empu prapanca buku negarakama dan kitab karya empu tantulan dengan bukunya yang terkenal kitab sutasoma.

Menurut empu prapanca dalam  buku Negarakertagama disebutkan bahwa raja harus menjalankan dengan setia lima pantangan yang ditetapkan dan pantangan upacara-upacara ibadat.

Sedangkan dalam buku katangan empu tantular terdapat “Pancasila Krama”, yang artinya 5 larangan dalam hidup, hal tersebut membuktikan sejarah pancasila sudah ada sejak jaman dulu.

  1. Panatipada veramani sikhapadam samadiyani, artinya “jangan mencabut nyawa makhlum hidup” atau dilarang membunuh.
  2. Dinna dana veramani shikapadam samadiyani, artinya “jangan mengambil barang yang tidak diberikan.” maksudnya dilarang mencuri.
  3. Kameshu micchacara veramani shikapadam samadiyani, artinya jangan berbuat zina.
  4. Musawada veramani shikapadam samadiyani, artinya jangan berkata bohong atau dilarang berdusta.
  5. Sura merayu masjja pamada tikana veramani, artinya janganlah minum-minuman yang memabukkan.

Didalam pandangan masyarakat indonesia, pancasila mempunyai filosopis yang tinggi, dan sebagai pandangan hidup. Dalam sejarah Majapahit tahun 1293 nilai-nilai pancasila sudah ditanamkan dalam masyarakat waktu itu.

Kita kenal juga sumpah yang diucapkan mahapatih Gajahmada dalam sidang ratu dan para menteri di pasebahan keprabuan Majapahit pada tahun 1933. Yang terkenal dengan sumpah palapa

“Saya (patih gajahmada) baru akan berhenti berpuasa makan palapa, jikalau seluruh nusantara bertakhluk di bawah kekuasaan negara, jikalau gurun, seram, tanjungpura, Haru, pahang, Dempo, Bali, Sunda, palembang, tumasik “

Nilai dari sumpah tersebut menjadi dasar filsafat pancasila yang mempunyai pandangan secara mendasar tengtang kenegaraan. Selain itu dasar pancasila menghubungkan sila silanya kesemestaan rakyat indonesia.

Sejarah Pancasila sebagai Dasar Negara

Sejarah lahirnya pancasila sebagai dasar negara di ulai ketika kekhaisaran jepang mulai menaglami kekalahan dari sekutu pada perang pasifik. Kekalahan jepan di pasifik berimmbas kepada kedudukan dia di Indonesia, pada waktu itu. Untuk menarik simpati dari bangsa indonesia jepang membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai atau BPUPKI.

Selain mencari simpatik dari bangsa Indonesia, pembenntukan dokuritsu bertujuan agar bangsa Indonesia mau menjadi sekutu jepang di perang asia timur raya. Maka itu dibentuk badan penyelidikan usaha persiapan kemerdekaan republik indonesia.

Pembentukan BPUPKI

pembentukan BPUPKI

Pada masa pendudukan indonesia di jepang, terjadi peristiwa yang menggemparkan dunia dimana dua kota utama Jepang yaitu Hirosima dan Nagasaki di bom atom oleh sekutu.

Dengan di bomnya tersebut Jepang mersa kian terjepit pada masa perang dunia ke 2. Dengan kondisi tersebut Indonesia secara tidak langsung di untungkan, karena dengan terpaksa jepang membuat keputusan untuk memerdekakan negara jajahannya termasuk indonesia.

Sehingga pada tanggal 7 september 1944, jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia. Untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesa secara kongkrit, Jepang membenntuk  BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

Pada masa penjajahan jepang, Indonesia bukanlah negara yang

 

bodoh karena pada masa itu sudah ada para pemimpin bangsa dan para cendikiawan. Sehinnga dengan adanya janji seperti itu para cendikiawan memanfaatkan moment tersebut untuk menekan jepang agar mempercepat proses kemerdekaan.

Sehingga pada tanggal 1 mei 1945, menjadi salah satu sejarah pancasila sehingga terbentuklah Dokuritsu Junbii Chōsakai atau lebih dikenal dengan BPUPKI. Pembentukan BPUPKI sebenarnya ditujukan untuk mencari simpati bangsa Indonesia terhadap kekaisaran jepang.

Anggota BPUPKI

Anggota BPUPKI

Pembentukan BPUPKI terjadi pada tangga 1 mei yang bertepatan dengan ulang tahun kaisar jepang. Setelah di bentuk anggota BPUPKI berjumlah 62 orang. K.R.T Radjiman wedyodiningrat menjadi ketua dengan wakil dari jepang yaitu Ichibangase Yosis dan dan dari Indonesia Raden Pandji Soeroso.

Di luar kenaggotaan BPUPKI mempunyai Badan Tata usaha yang beranggotakan sebanyak 60 orang. Badan Tata Usaha BPUPKI di pimpin oleh Pandji Soeroso dan wakilnya Mr Abdoel Gafar Pringodigdo dan Masuda Tohoyiko (orang jepang).

Sidang Pertama BPUPKI

Dr Radjiman Wedyodiningrat sebagai Ketua BPUPKI melakukan sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 dengan tujuan merumuskan dasar negara.

Disitulah mulai muncul kerangkamerumuskan kemerdekaan bangsa Indonesia yang dihadiri tokoh besar pada masa itu. Sebut saja Muhammad Yamin, Prof. Soepomo, dan Ir. Soekarno, ketiga tokoh tersebut menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia.

Berikut isi gagasan ketiga tokoh dalam sidang pertama BPUPKI:

Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945)

Pada tanggal 29 Mei 1945, pada sidang pertama BPUPKI, Moh Yamin mengemukaan 5 azas dasar negara pada pembukaan sidang BPUPKI, sebagai berikut

  1. Perikebangsaan
  2. Perikemanusiaan
  3. Periketuhanan
  4. Perikerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

Prof. Soepomo (31 Mei 1945)

Kemudian pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Soepomo pun menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia yang terdiri dari 5 poin

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan lahir batin
  4. Masyarakat
  5. Keadilan rakyat

Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Pada tgl 1 Juni 1945 hari ketiga sidang BPUPKI, Ir Soekarno menjelaskan gagasan dasar negaranya yang terdiri dari 5 poin juga

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan yang Maha Esa.

Perumusan Dasar Pancasila

Perumusan dasar negara mulai mengemuka ketika sidang pertama BPUPKI. Gagasan Ir. Soekarno tentang 5 azasnya hampir diterima oleh semua kalangan anggota sidang BPUPKI. Melalui proses musyawarah dan diskusi yang cukup panjang akhirnya di tetapkan sebagai dasar negara dengan nama pancasila.

Hari Lahir Pancasila 

Hari lahir pancasila

Musyawarah yang di lakukan pada sidang BPUPKI menghasilkan sebuah dasar negara yang di sebut pancasila. Sehingga pada tanggal 1 Juni 1945 di peringati sebagai hari lahirnya Pancasila atau Hari Kesaktian Pancasila. Dihari yang sama di bentuk juga panitia kecil dari anggota BPUPKI guna menerima dan menerima gagasan dari anggota BPUPKI.

Berdasarkan identifikasi dan pengamatan yang dilakukan anggota kecil, diketahui adanya silang pendapat mengenai pembentukan dasar negara antara golongan nasionalis dan golongan islam.

Perbedaan ususlan dasar negara terletak pada penentuan dasar negara, dimana golongan islam menghendaki dengan syariat islam sedangkan golongan nasionalis tidak.

Untuk meredam perbedaan antara dua golongan tersebut akhirnya dibentuk panitia sembilan. Panitia sembilan merupakan panitia yang dibentuk dari golongan nasionalis dan islam yang beranggotakan 9 orang.

Selain itu, panitia sembilan bertugas untuk menghaluskan gagasan Ir Soekarno, karena gaya bahasa yang di tulisakan Soekarno terlalu luas.

Berikut anggota Panitia 9, terdiri dari:

  1. Soekarno (ketua)
  2. Mohammad Hatta
  3. Muhammad Yamin
  4. A.A. Maramis
  5. Achmad Soebardjo (golongan kebangsaan)
  6. K.H. Wachid Hasjim
  7. K.H. Kahar Moezakir, H. Agoes Salim
  8. R. Abikusno Tjokrosoejoso (golongan Islam)

Sidang Pertama Panitia 9, Perumus Pancasila

SILA SILA PANCASILA

Panitia 9 bertugas untuk merangkum gagasan dasar negara dengan merujuk kepada gagasan Ir Soekarno. Sehingga pada tanggal 22 juni 1945 dilakukan sidang pertama. pada sidang tersebut dihasilkan Rancangan Preambule Hukum, yang lebih kita kenal sebagai piagam Jakarta.

Poin-poin Piagam Jakarta sebagai berikut

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Isi dari piagam jakarta sama persis dengan isi pancasila. Namun ada 1 point pada sila pertama yang dirubah menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”

Setelah itu BPUPKI melanjutkan sidang kedua sebagai lanjutan dari hasil kerja panitia sembilan. Pada tanggal 10-16 juli 1945 di adakan sidang kedua yang menghasilkan

  1. Kesepakatan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila seperti yang tertuang dalam Piagam Jakarta.
  2. Negara Indonesia berbentuk negara Republik. Ini merupakan hasil kesepakatan atas 55 suara dari 64 orang yang hadir.
  3. Kesepakatan mengengai wilayah Indonesia yang meliputi wilayah Hindia Belanda, Timor Timur, sampai Malaka (Hasil kesepakatan 39 suara).
  4. Pembentukan tiga panitia kecil sebagai: Panitia Perancang UUD, Panitia Ekonomi dan Keuangan, Panitia Pembela Tanah Air.

Pembentukan PPKI (9 Agustus 1945) dan kemerdekaan Indonesia

sejarah PPKI

Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan karena dianggap telas selesai melaksanakan tugas dengan merancang dasar-dasar negara untuk kemerdekaan. Selanjutnya di bentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dookuritsu Junbi Iinkai.

PPKI merupakan panitia yang bertugas melanjutkan hasil kerja dari BPUPKI. Dengan tugas mengesahkan UUD 1945 sebagai wujud persiapan kemerdekaan Indonesia. PPKI beranggotakan 21 rang dan di ketuai oleh yaitu Ir. Soekarno, wakil ketua Moh. Hatta

Selang seminggu kemudian tepatnya pada tanggal 15 agustus 1945, jepang menyerah pada sekutu. Momen ini dimanfaatkan oleh golongan muda untuk mendesak Ir.Soekarno agar cepat memproklamirkan kemerdekaan. Sehingga terjadilah  kesepakan untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Dari kejadian rangkaian peristiwa itulah, Pancasila lahir di Bumi Indonesia. Sudah  72 tahun Indonesia merdeka dengan berbagai gejolak di setiap daerah. Pancasila tetap berdiri kokoh sebagai  pemersatu bangsa Indonesia.

Butir-Butir Pancasila

Sejarah pancasila mencatat, sesuai potongan kalimat yang tertera dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia yaitu,

“Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpinoleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Dalam Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa, kelima azas pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan.

Butir1 Pancasila

Butir Butir Pncasila ke 1

Butir 2 Pancasila

Butir butir pancasila ke 2

Butir 5 Pancasila

Butir butir pancasila ke 3

Butir 4 Pancasila

Butir butir pancasila ke 4

Butir 5 Pancasila

Butir butir pancasila ke 5

Nilai-Nilai Pancasila

Setelah kita mengetahui sejarah pancasila secara mendetai, diharapkan kita bisa menagplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebelum membahas nilai nilai pancasila, alangkah baiknya kita memahami arti nilai itu sendiri.

 

Nilai dapat diartikan sesuatu yang menunjukan harga, kualitas dan kebermanfaatan bagi Manusia. Pada pembukaan UUD 1945, pada dasarnya terdapat dua nilai yang terkandung, yang pertama nilai ideologi terbuka dan sebagai nilai fundamental. Adapun deskripsi nilai-nilai pancasila sebagai berikut

Sila Pertama Pancasila (Nilai Ketuhanan)

nilai pancasila

Ketuhanan yang maha esa mempunyai nilai luhur dalam mempercayai adanya tuhan. Dalam sejarah pancasila tercatat pendiri bangsa ini tidak hanya dari satu golongan gama saja, nmun mereka memiliki sudah memaknai nilai ketuhanan.

Artinya Bangsa indonesia memberikan keleluasaan bagi siapa saja warga negaranya dalam memeluk dan mengamalkan ibadahnya. Namun tidak menghendaki seseorang yang tidak beragama. Poin nilai ketuhanan sila pertama adalah.

  • Poin pertama tentang mengesakan Tuhan
  • Memiliki keimanan dan ketakwaan
  • Saling menghargai antar umat beragama
  • Negara menjamin kebebasan bagi setiap warganya untuk beribadah

Sila Kedua Pancasila (Nilai Kemanusiaan)

Setelah memahami nilai ketuhanan, pancasila menjamin harkat dan martabat sesama manusia indonesia. Nilai ini dilandasi atas menghargai sesama manusia. nilai kemanusian berbeda dengan ketuhanan untuk jadi sesorang yang bisa menghargai orang lain atas derajat yang sama, dengan poin-poin

  • Adanya pengakuan manusia sebagai makhluk sosial
  • Manusia memiliki hak dan kewajiban
  • Manusia harus mendapatkan perlakuan adil kepada manusia lain
  • Manusia harus memiliki rasa solidaritas terhadap manusia lainnya

Sila Ketiga Pancasila (Nilai Persatuan)

Nilai-nilai Pancasila

Makna yang terkandung dalam sila ketiga tentang persatuan Indonesia, mempunyai aspek nilai kehidupan. Bagaimana manusia indonesia memiliki satu tujuan bersama dalam memajukan negara, mencintai negara dan menjaga kesatuan negara. Berikut nilai yang terkandung dalam sila ketiga

  • Mempunyai rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air indonesia
  • Mementingkan persatuan dan kesatuan diatas kepentingan pribadi
  • Mengakui semua keberagama baik, suku, bahasa, agama yang ada di indonesia

Sila Keempat Pancasila (Nilai Kerakyatan)

Makna sila keempat secara tersirat adalah nilai bahwa segala sesutu keputusan harus sesuai atas kehendak dan keputusan bersama. Selain itu makna yang dapat diambil adalah keputusan yang diambil oleh negara berasal dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat. Adapun di jabarkan nilai sila keempat adalah

  • Setiap keputusan berdasarkan asas kekeluargaan serta berdasarkan musyawarah dan mufakat
  • Menegdepankan kepentingan umun dari pada kepentingan pribadi atau golongan
  • Selalu melakukan musyawaran dan mufakat jika menyangkut banyak orang
  • Rakyat memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menentukan keputusan

Sila Kelima Pancasila (Nilai Keadilan)

Nilai yang dikandung dari sila kelima adalah keadilan yang berkelanjutan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan poin dimana mempunyai makna harus terciptanya antara hak dan kewajiban, baik rakyat atau pemerintah sebagai penyelengara negara. Selain itu nilai utama dalam sila kelima adalah

  • Manusia indonesia mempuyai derajat yang sama di mata hukum
  • Mendukung pembangunan demi kemandirian bangsa
  • Berlaku adil dalam bermasyarakat dan bernegara

Penutup

Sungguh luhur nilai pancasila, para pemimpin bangsa founding father kita telah berjuang untuk kemajuan bangsa. sejarah pancasila mencatat tidak sedikit yang dikorbankan demi kemerdekaan bangsa ini. sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa, menagmalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply