9813

Sejarah Prabu Siliwangi, Raja diraja Tanah Sunda yang Melegenda

 Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Jadi nama itu bukan nama pribadinya.

Tatar parahyangan ridak lepas dari sejarah panjangnya. Tanah di mana sekarang lahir para penerus bangsa. Sejarah ini di mulai entah pada zaman dan tahun berapa, tapi kita ketahui Prabu Siliwangi bisa jadi asal usul sejarah ini.

Kata Siliwangi tercantum sebagai lakon dalam kropak 360, di tatar parahyangan nama Siliwangi lebih dikenal dibanding nama gelar kerajaanya, sebagai Sri Baduga Maharaja.

Pada masanya raja kerajaan Pajajaran ini terkenal sakti mandraguna dengan ajian maung/macan nya. Sri Baduga merupakan gelar seorang raja yang tertulis pada tahun 1518.

Sejarah Prabu Siliwangi Raja Pajajaran

Arti Siliwangi

arti siliwangi

Kata Siliwangi berasal dari dua kata berbeda yaitu “silih” yang artinya pengganti dan “Wawangi” yang berarti wangi.

Di masyarakat Sunda, Sri Baduga lebih terkenal dengan kata siliwangi. Wangsekerta mengungkapkan bahwa Siliwangi bukan nama asli dari Raja Pajajaran tersebut.

Hal tersebut terjadi tatkala Sri Baduga memimpin Pakuan Pajajaran, Kebijaksanaan Jaya dewata disandingkan kebesarannya dengan kakeknya yaitu Prabu Wangi. Dalam Babad sunda masyarakat dulu sangat segan untuk menyebutkan gelar kerjaan yang sebenarnya.

Dengan demikian para juru pantun menceritakan Sri Baduga dengan nama Siliwangi.

Di sebutkan bahwa dalam perang Bubat, Raja Lingga Buana banyak membinasakan musuhnya karena Prabu Maharaja sangat mahir dalam menguasai ilmu senjata ketika berperang. Dengan tujuan tidak mau negaranya diperintah dan dijajah orang lain.

Namun tidak mudah menghadapi pasukan Gajah Mada dengan pasukannya yang tek terhitung. Di medan perang Prabu Wangi gugur. Meskipun gugur Prabu Maharaja, tetap berkorban untuk rakyatnya agar hidup sejahtera. Ke mashuran Prabu wangi terus menyebar ke seantero tatar Sunda dan negara-negara tetangga.

Hal tersebut terulang oleh keturunannya yaitu Sri Baduga yang merupakan raja dari Pakuan. Berkat kesaktian dan kebaikannya, sehingga di Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara II/2 meyebutkan bahwa nama Siliwangi, merupakan silih atau pengganti dari Prabu Wangi atau raja Lingga Buana yang merupakan kakeknya sendiri.

Silsilah Prabu Siliwangi

silsilah siliwangi

Dimasa muda raden Sri Baduga menjadi sosok terkenal sebagai kesatria yang sakti. Bahkan dalam cerita disebutkan bahwa hanya raja Pajajaran saja yang mampu mengalahkan Ratu Japura dalam merebutkan Subang Larang. Begitu di nobatkan menjadi Raja Pajajaran Prabu Siliwangi menjalankan amanat dari sang kakek untuk membebaskan “dasa” pajak.

Baca Juga: Makanan Khas Daerah 34 Provinsi di Indonesia

Silsilah Prabu Siliwangi di mulai ketika Maha Raja Adi Mulya menikahi Ratu Galuh Ajar Sukaresi.

  • MAHA RAJA ADI MULYA menikah dengan RATU GALUH AJAR SUKARES aPuputra :
  • PRABU CIUNG WANARA a Puputra :
  • SRI RATU PURBA SARI a Puputra :
  • PRABU LINGGA HIANG a Puputra :
  • PRABU LINGGA WESI a Puputra :
  • PRABU SUSUK TUNGGAL a Puputra :
  • PRABU BANYAK LARANG a Puputra :
  • PRABU BANYAK WANGI a Puputra :
  • PRABU MUNDING KAWATI / PRABU LINGGA BUANA aPuputra :
  • PRABU WASTU KENCANA ( PRABU NISKALA WASTU KANCANA ) a Puputra :
  • PRABU ANGGALARANG ( PRABU DEWATA NISKALA ) menikah dengan Dewi Siti Samboja / Dewi Rengganis a Puputra :

Sampailan ke Prabu Siliwangi sebagai anak dari Prabu Anglarang dengan Dewi Siti Amboja

Asal Mula Prabu Siliwangi

prabu siliwangi

Untuk pembuktian sejarah kerajaan Pajajaran kita bisa melihat prasasti batu tulis yang terletak di Bogor Selatan. Dari Prasati tersebut kita dapat mengetahui bahwa Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai raja sebanyak dua kali.

Penobatan raja pertama kali ditetapkan ketika Kerajaan Galuh Prabu Dewa Nisakala menyerahkan tahta ke pangeran Jayadewata. Kedua ketika sang mertua, Susuktunggal menyerahkan tahta Kerajaan Sunda Pakuan.

Prabu Siliwangi di tetapkannya menjadi penguasa Sunda-Galuh dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji, namun di kerajaan Pajajaran Pakuan dengan nama Sri Sang Ratu Dewata

Dari istrinya Lara Santang, Sri Baduga mempunyai seorang cucu bernama Syarif Hidayat atau sunan Gunung Jati. Dalam menjalankan roda pemerintahan,  Pajajaran mengaharuskan daerah di bawah kekuasaannya harus menyerahkan upeti. Termasuk daerah cirebon dimana dibwah kekuasaan Sunan Gunung jati.

Namun ada sebuah peristiwa tepatnya pada bulan Caitra tahun 1404 Saka, Syarif Hidayat tidak pengiriman upeti ke Pajajaran. Di waktu yang bersamaan, Demak sebagai kerajaan Islam bersekutu dengan kerajaan Cirebon.

Ditandai dengan armada laut Demak yang sudah siap membantu kerajaan Cirebon jikalau Pajajaran menyerang.

Seketika itu Tumenggung Jagabaya beserta 60 (enam puluh) anggota pasukannya di kirim ke Cirebon.

Tanpa mengetahui kehadiran pasukan Demak di sana. Sang tumengggung pun tak berdaya menghadapi pasukan tentara gabungan antara kerajaan Demak dan kesultanan Cirebon, yang pada akhirnya kalah di medan pertempuran.

Mendengar kabar tersebut Sri Baduga marah besar. Dengan sigap pasukan besar disiapkan untuk menyerang kesultanan Cirebon. Namun Ki Purwa Galih, sebagai pendeta tertinggi Pajajaran melarang pengiiriman pasukan tersebut.

Tidak heran jika kalah kareana Pajajaran merupakan negara kuat didarat. sedangkan Demak dan Cirebon merukana kerajaan kuat yang berpusat di pantai atau laut. Sehingga Sri Baduga kemudian lebih menitik beratkan dan memperkuat Pajajaran dengan agama, pembangunan jalan dan parit pertahanan.

Petilasan Prabu Siliwangi

prasasti prabu siliwangi

Pajajaran pun memfokuskan pembinaan angkatan perang dan balatentara nya agar semakin kuat. Di satu sisi Pajajaran semakin gerah dengan semakin dekatnya kerajaan Demak dengan Kesultanan Cirebon. Terlebih dengan nikahnya keturunan kedua kerjaan tersebut. Sehingga makin memperkuat posisi politik kedua kerajaan.

Dengan kondisi cemas Raja Pajajaran mengutus Surawisesa untuk pergi ke Portugis di Malaka. Upaya tersebut dilakukan untuk mendapat bantuan Imperium Portugis waktu itu. Dengan demikian upaya yang dilakukan Pajajaran membuat Demak resah.

Dalam peraktek pemerintahan Pajajaran dan kesultanan Cirebon tidak dalam posisi inigin saling menjatuhkan satu sama lain. Karena bagaimanapun antara Prabu Siliwangi dengan Pangeran Cakra Buana dan Syarif Hidayatullah mempunyai hubungan ayah dan kakek.

Hanya saja Raja Pajajaran tidak menyukai hubungan antara kesultanan Cirebon dengan kerajaan Demak. Bukan karena perbedaan agama,  lebih dari itu tentang perebutan daerah kekuasaan saja.

Bahkan jika kalau kita ketahui Subang larang ibu dari Cakrabuana merupakan permaisuri yang mempunyai keyakinan berbeda dengan Sribaduga, sehingga terhadap ajaran Islam Prabu Siliwangi tidak merasa keberatan.

Toleransi yang tinggi pun di tunjukan oleng sang Prabu ketika ketiga anaknya mengikuti keyakinan agama sang ibu sejak kecil.

Adanya perbedaan agama dan keyakinan antara satu keluarga dalam tubuh kerajaan Pajajaran tidak menyebabkan pertumpahan darah. Sehingga tidak heran pada masa pemerintahan Pajajaran disebut  sebagai masa yang penuh keadilan dan toleransi. Norma Kebaikan Kejujuran dan keadilan merupakan titik utama pemerintahan Maharaja Sri Baduga.

Maka tidak heran jika nama Prabu Siliwangi sampai sekarang menjadi sosok panutan di tanah Sunda, khususnya Jawa Barat.

Sejarah Singkat Pajajaran

kerajaan pajajaran

Pajajaran adalah salah satu kerajaan Hindu besar yang ada di indonesia. Prasati Sangyang tapak menyebutkan bahwa kerajaan ini pertama kali didirikan pada tahun 923 M oleh Sri Jayabhupati. Nama Pajajran merupakan nama baru setelah Sri Baduga memimpin kerajaan ini atau kita lebih mengenal dengan nama Prabu Siliwangi.

Awal Terbentuknya Pajajaran

Majapahit merupakan kerjaan terkuat pada masa kerajaan hindu di nusantara. Namun pada awal masa tahun 1400-an kerjaan ini mulai mengalami kemunduran. Kemuduran kerajaan ini disebabkan karena semakin kuatnya kerajaan-kerajaan Islam di nusantara dan perlawanan dari kerajaan-kerajaan lain.

Isu pemberontakan pun tidak bisa dihindari, perebutan kekuasaan dalam kerajaanpun terjadi beberapa kali antar sesama anak laki-laki majapahit. Terhitung pada masa Prabu Kertabumi (Brawijaya V), terjadi pengungisan ke daerah kerjaan Sunda-galuh di jawa barat

Sejarah menuliskan setelah terjadinya pengungsian sebagian kerabat Majapahit Ke tanah Sunda terjadi pernikahan antara Dewa Niskala dengan Dewi Rengganis yang merupakan rombongan dari Majapahit. Berita pernikahan tersebut  itu memancing kemarahan Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda.

Kemarahan tersebut bukan tanpa alasan, berdasarkan peristiwa “Perang Bubat” orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan keturunan Majapahit. Dari kejadian itu hampir terjadi peperangan besar antara raja-raja sunda, namun perang berhasil di redam dengan syarat kedua anak dari raja tersebut harus naik tahta menjadi raja.

Dewa Niskala merupakan besan dari Prabu Susuktunggal sehingga anak mereka sama.

Keduanya menunjuk Jayadewata sebagai raja, untuk meneruskan kekuasaan dengan gelar Sri Baduga Maharaja. Akhirnya Jayadewata menyatukan dua kerajaan antara Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Galuh menjadi kerajaan Pakuan Pajajaran pada tahun 1482.

Setelah Jaya Dewata memerintah Kerajaan Pakuan Pajajran, kerajaan ini berkembang pesat dan menjadi kerajaan besar yang berpsusat di tanah sunda. Mengapa demikian, Karena kepemimpinan Jayadewata dianggap bijaksana adil serta dapat mensejaterakan rakyat, orang di tatar Sunda menyebutnya dengan sebutan Prabu Siliwangi.

Puncak Kejayaan Pajajaran

kejayaan Siliwangi

Masa Kejayaan itu terjadi ketika pertama kali Sri Baduga naik tahta menjadi Raja Diraja tanah Sunda. Pada tahun 1482 Masehi, Jayadewata memindahkan pusat kerajaan dari Galuh ke tanah Pakuan.

Hal ini menjadi peristiwa yang sangat heboh. Mengapa demikian selama beratus tahun akhirnya tanah Sunda dipimpin kembali dengan satu raja..

Pada masa Jayadewata memimpin, dia sadar betul bahwa Pajajaran merupakan kerajaan kuat namun di darat. Sehingga dia memperioritaskan pembuatan infastuktur bangunan, jalan, parit dan benteng-benteng pertahanan.

Kebijakan Sri Baduga ternyata tepat pada masa pertama kali dia memerintah, tidak berselang lama dari itu,  Pajajaran langsung menjadi kerajaan yang besar dan kuat.

Sepeninggal Sribaduga Maharaja 1521, dinasti Pajajaran masih dalam masa kejayaan dengan di teruskan nya tahta kerajaan kepada Prabu Surawisesa yang bertahta pada 1521 – 1535. Kemudian digantikan oleh Ratu Dewata pada tahun1535 – 1543. Meninggalnya Ratu Dewata kemudian Ratu Sakti naik tahta pada Tahun 1543 – 1551 masehi.

Pada masa raja-raja itulah Pajajran mengalami kejayaan meskipun ada beberapa perjanjian kerjasama dengan imperium Portugis untuk menghalau adanya kerajan-kerajaan islam. Seperti kerajaan demak dan kerjaan islam Banten.

Masa Kemunduran Kerajaan Pajajaran

kesultanan banten

Munculnya kerajaan Islam di nusantara menjadi sinyal awal runtuhnya Pajajaran. Kerajaan Islam besar seperti Kerajaan Demak, Cirebon dan Kesultanan Banten menjadi faktor utama  runtuhnya kerajaan Hindu.

Meskipun pada masa awalnya Jayadewata berhasil mempersatukan tanah Sunda namun tidak serta merta Pajajaran bisa bertahan terus menerus.

Awal mula kehancuran kerajaan Sunda di tandai dengan di kekalahkanya sekutu mereka oleh kerajaan Demak. Portugis menjadi sekutu Pajajaran pada masa setelah Siliwangi wafat. Pada masa perang melawan kerajaan Cirebon dan Kesultanan Banten nyatanya Pajajaran malah kalah.

Terlebih pada masa kerjaan Demak dan Cirebon, Portugis berhasil, daerah Sunda Kelapa dan Banten juga di taklukanb. Setelah Banten di kuasai Kerajaan Cirebon kemudian pangeran Subakinkin diangkat menjadi sultan, dan menjadikan Banten sebagai daerah kesultanan

Sebagai daerah di bawah kerajaan Islam, Kesultanan Banten terus-menerus menyebarkan ajaran islam sampai ke wilayah Pajajaran. Peperangan pun tidak bisa dihindari, akhirnya pada masa Ratu Nilakendra tahun 1551-1567 Pajajaran berhasil di taklukan oleh kesultanan Banten.

Namun padjajran belum sepenuhnya kalah total, dalam perjalannya Nilakendra Raga Mulya menjadi penerusnya, pada tahun tahun 1567 – 1579. Kesultanan Banten terus memerangi pajajaran hingga pada masa Maulana yusuf. Dengan cara membumi hanguskan akhirnya Pajajaran dapat ditaklukan secara total pada tahun 1579.

Sebagai bangsa indonesia yang akan tinggi nilai sejarah bangsa ini, salahsatunya sejarah Prabu Siliwangi. Sebagai generasi tatar Sunda khususnya, “hayu urang lestarikeun sajarah tatar parahyangan”. Cukup sekian bila ada kesalahan informasi atau penulisan mohon maaf, Terima kasih

 

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply