1
283

Zakat Fitrah: Pengertian, Hukum, Doa, Tata Cara dan Bacaan Niat

Zakat Fitrah-Assalamualikum sahabat muslim yang di Rahmati Allah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang di tunggu-tunggu.

Mengapa demikian karena dalam keutamaan bulan ramadhan banyak anjuran amalan yang mempunyai pahala yang besar, salah satunya zakat pembersih diri.

Mungkin hampir semua dari kita sebagai umat muslim sudah tau tentang zakat. Namun tidak sedikit pula yang masih awam tentang zakat. Sebagian dari kita hanya mengetahui bahwa zakat fitri, hanya kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap individu muslim di hari terakhir bulan Ramadhan.

Maka dari itu, saya mencoba mengulas kembali tentang apa itu zakat fitrah? Bagaimana ketentuan-ketentuannya. Mohon maaf bukan bermaksud menggurui, kalo ada salah dalam penulisan di bawah mohon di koreksi.

Pengertian Zakat Secara Umum

 

Menurut bahasa zakat berasal dari bahasa arab yaitu (زكاة = Zakah) yang artinya mensucikan, membersihkan. Sedangkan menurut istilah zakat diartikan sebagai sebagaian harta yang wajib kita keluarkan, karena ada sebagian hak orang lain didalamnya.

Sebagai seorang muslim tentunya kita mengetahui apa itu zakat,  namun masih ada sebagian orang yang masih banyak tidak menghiraukan betapa pentingnya berzakat. Maka dari itu zakat adalah satu rukun islam yang ke tiga setelah sholat dan puasa.

Menurut para ulama, awal mula zakat di wajibkan kepada umat muslim sejak tahun tahun 662 M, setelah 8 tahun Nabiyullah Muhammad Saw hijrah dari makkah ke madinah. Perintah zakat di turunkan sebelum adanya perintah sholat dalam masa perkembangannya, zakat tidak di peruntukan bagi umat Islam saja. Dari umat umat terdahulu pun sudah ada perintah untuk mengeluarkan zakat namun dalam bahasa sedekah.

Sebagaimana Firman Allah Swt

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ ، لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Artinya: “dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)”. (QS. Al-Ma’arij: 24-25)

Setelah 8 tahun nabi berada di madinah, Pemerintahan pada saat itu melembagakan zakat menjadi bagian dari lembaga pemerintah dan menetapkan bagi siapa saja yang di wajibkan membayar jakat dengan tingkat besaran zakat sesuai kekayaan yang ia punya.

Hukum Mengeluarkan zakat

Hukum Zakat fitrah

Hukum mengeluarkan zakat adalah wajib bagi umat islam. Dalam Alquran sudah di sebutkan bagi setiap orang untuk mengeluakan zakat. Saking pentingnya kedudukan zakat bagi manusia, Allah menyampaikannya sebanyak 32 kali dalam alquran.

Firman Allah Swt

أَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ 

Artinya: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat”. (QS. Al-Baqarah: 43)

Poin penting dari ayat tersebut bahwa, posisi kedudukan zakat sama sholat saring beriringan. Terlihat dari urutan rukun iman zakat di sebutkan setelah sholat.

Dalil dan hadist yang menerangkan zakat pun sangat banyak, berikut salah satu sabda Rasululloh Saw

بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، والحج، وصوم رمضان (رواه البخاري ومسلم وغيرهما)

Artinya: “Islam dibangun di atas lima perkara: Bersaksi tiada Tuhan selan Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, menunaikan haji dan puasa ramadhan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga : Larangan saat berpuasa Rhamadhan

Tidak hanya ayat Alquran dan hadist saja yang menerangkan bahwa pentingnya mengeluarkan zakat. Para sahabat sampai (Ijma) para ulama dari masa kemasapun sepakat bahwa zakat penting untuk di keluarkan.

Karna salah satu fungsi zakat bisa membangun ekonomi umat. Bahkan para sahabat di zaman nabi menyerukan untuk memerangi bagi siapa saja orang yang tidak patuh atau tidak membayar zakat.

Macam-Macam Zakat

Dalam praktiknya zakat di bagi kedalam 2 jenis yaitu: Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Zakat fitrah

Zakat fitrah

 

Zakatul fitri adalah zakat yang wajib dikeluarkan bagi setiap umat muslim tanpa terkecuali yang di dalamnya tidak ada ukuran kekayaan, umur, jenis kelamin, status sosial di masyarakat. Zakat  di keluarkan setelah melaksanakan ibadah puasa ramadhan, yang di bayarkan pada akhir menjelang idul fitri.

Zakat yang dikeluarkan berupak makanan pokok, kalau pada zaman nabi berupa gandum, namun disesuaikan dengan makanan pokok yang di konsumsi di setiap daerah. Terutama di indonesia menggunakan beras.

Di Indonesia sendiri sudah terkeola dengan baik ada badan pemerintah yang mengurusi zakat dari tingkat pusat sampai tingkat rumah tangga.

Ketentuan Zakat Fitrah

Syarat Zakat Fitrah:

  • Beragama Islam, Jelas sekali bahwa kewajiban zakat hanya di peruntukan bagi umat muslim saja.
  • Memiliki harta berlebih dari orang lain yang ditanggung nafkahnya untuk selang waktu satu hari siang dan malam, di hara idul fitri.
  • Mencapai dua masa waktu yaitu akhir ramadhan dan awal bulan syawal, dan jika seseorang meninggal tidak menemui waktu itu tidak di wajibkan. contoh saja jika seseorang meninggal di pertengahan ramadhan, maka dia tidak diwajibkan untuk membayarkan zakat

Kewajiban dan Besaran Zakat Fitrah

  • Kepala rumah tangga mempunyai kewajiban membayar zakat untuk dirinya dan juga tanggungannya.
  • Jika salah satu dari tanggungannya meninggal dalam bulan puasa, maka orang itu terlepas daripada membayar zakat

Urwah bin Zubair r.a., (ia bertutur), “Bahwa Asma’ binti Abu Bakar r.a. biasa mengeluarkan (zakat fitrah) pada masa Rasulullah Saw., untuk keluarganya yaitu orang yang merdeka di antara mereka dan hamba sahaya – dua mud gandum, atau satu sha’ kurma kering dengan menggunakan mud atau sha’ yang biasa mereka mengukur dengannya makanan pokok mereka.” (ath-Thahawai II:43 dan lafadz ini baginya).

Dalam hadist tersebut di sebutkan bahwa ukuran atau besaran zakat sebesar satu sha’ Kurma. Jika di konfersikan kedalam beras, karna di indonesia makanan pokonya nasi, maka satu sha’ kurma sama dengan 2,5 kg atau setara 3,5 liter beras.

Namun jika di konversi kedalam uang di sesuaikan dengan harga bahan makanan pokok waktu pelaksanaan zakat.

Contoh: Harga beras 9000/kg rupiah maka tinggal dikalikan dengan 2.5= 9.000 x 2.5= Rp 22.500. Jadi yang di bayarkan jika mengeluarkan zakat dengan uang sebesar 22.500 rupiah/orang.

Tata Cara Zakat Fitrah

Di atas sudah di jelaskan bagaimana ketentuan zakat fitrah baik dari syarat, ketenuan besaran, kamudian siapa yang wajib menjalankan atau membayar. namun semua itu tidak lengkap tanpa kita mengetahui fiqih bagaimana zakat itu di lanksanakan.

Khususnya di Indonesia, waktu pelaksanaan zakat di tetapkan pada tgl 27 sampai 30 ramadhan setiap tahunnya. Sudah pada hafal kan bacaan Doa Niat zakat fitrah, kalo belum ayo di ingat lagi. berikut bacaanya jika temen-temen disini lupa.

Niat Zakat Fitrah

Niat Zakat fitrah

Niat merupakan komponen utama dan awal dalam melaksanakan suatu amalan atau suatu ibadah. Segala sesuatu ibadah tergantung niat yang di utarakan. Niatkan segala sesuatu karena Allah, tidak terkecuali dalam mengeluarkan zakat.

Jangan sampai niat kita untuk melaksanakan suatu ibadah tetapitidak tepat dalam berniatnya. Berikut niat zakat fitrah, alangkah baiknya kita hafal terlebih dahulu meskipun, Amil zakat menuntun dalam pelafalan zakat fitrah.

Niat Zakat untuk Diri Sendiri

Niat zakat untuk sendiri artinya zakat yang dikeluarkan oleh seseorang di maksudkan untuk dirinya sendiri, biasanya sesorang yang sudah mampu, sudah menjadi kepala keluarga atau sudah mempunyai pekerjaan sendiri. berikut bacaanya:

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bahasa Latinnya : Nawaitu an ukhrija zakatal fitrati ‘an nafsi fardho lillahi ta’ala
Artinya” Dengan ini saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardo lillahi ta’ala

Niat Zakat untuk Istri

Niat zakat untuk istri adalah niat zakat yang dikeluarkan atas kewajiban seorang istri untuk membayar zakat, namun diwakilkan oleh suaminya. Berikut bacaanya

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 

Bahasa Latinnya : Nawaitu an ukhrija zakatal fitrati ‘an zaujatii fardo lillahi ta’ala
Artinya : Dengan ini saya berniat mengeluarkan zakat fitrah mewakili atas istri saya fardo lillahi ta’ala

Niat Zakat untuk Anak Laki-laki

Zakat ini di keluarkan bagi setiap orang yang mempunyai anak seorang laki-laki yang masih kecil, sehingga dia belum bisa melafalkan berniat untuk zakat. Berikut bacaanya

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 

Bahasa Latinnya : Nawaitu an ukhrija zakatal fitrati ‘an waladii (sebut nama) fardo lillahi ta’ala
Artinya : dengan ini saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (si fulan) Fardho fardo lillahi ta’ala

Niat Zakat untuk Anak Perempuan

Zakat ini di keluarkan bagi setiap orang yang mempunyai anak seorang perempuan yang masih kecil, sehingga dia belum bisa melafalkan berniat untuk zakat. Berikut bacaanya

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 

Bahasa Latinnya : Nawaitu an ukhrija zakatal fitrati ‘an bintii (sebut nama) fardo lillahi ta’ala
Artinya : dengan ini saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (si fulana) Fardho fardo lillahi ta’ala

Niat Zakat untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Zakat ini di kellauarkan bagi kepala (diri sendiri) dan mewakilkan zakat satu keluarga. Besaran jumlah zakat yang dikeluarkan kalikan dengan total jumlah keluarga

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bahasa Latinnya : Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘an anni waan jamii’ maa yalzamuni nafaqotuhum syar’an fardo lillahi ta’ala
Artinya : dengan ini saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas diri dan atas keluarga saya fardo lillahi ta’ala

Niat Zakat untuk Mewakilkan Orang

Zakat ini di keluarkan atas permintaan seseorang untuk di wakilkan. tidak bisanya seseorang karena sabab musabab sehingga dia tidak bisa membayar zakat yang dilakukan sendiri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

 Bahasa Latinnya : Nawaitu an ukhrija zakatal fitrati ‘an (…..) fardho lillahi ta’ala
Artinya” Dengan ini saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk (nama seseorang), fardo lillahi ta’ala

Zakat Maal (Zakat Harta)

Zakat maal

Zakat Maal atau zakat harta, zakat maal merupakan ketentuan yang harus di bayarkan bagi umat muslim atas hartanya, dengan aturan nisob bagi setiap harta yang ia punyai harta yang termasuk dan wajib di keluarkan zakatnya antara laian: Perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak.

Dalam pelaksanaan nya, terutama di Indonesia belum maksimal, banyak faktor penyebabnya. namun akhir akhir ini pemerintah membuat kebijakan tentang zakat penghasilan bagi pegawai negeri sipil.

Ketentuan Zakat Maal

Syarat Zakat Maal

Pada dasarnya zakat mall adalah zakat yang dikeluarkan oleh seseorang atas harta yang diperolehnya atau dimilikinya selama kurun waktu 1 tahun. Ada beberapa syarat dalam mengeluarkan zakat maall diantaranya: Islam, Merdeka, Berakal, baligh serta mencapai nishab.

dalam zakat mall ada ketentuan khusus yaitu nishab. nishab merupakan batas minimal untuk pedoman dalam mengeluarkan zakat hartanya yang telah di tetapkan agama secara syari. berikut syarat-syarat nishab pada zakat maal

Firman Allah dalam Q.S Al Baqarah 219, yang artinya

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)

dalam potongan ayat tersebut ada kata al afwu yang mempunyai makna: harta yang dimiliki seseorang telah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, syariat menetapkan nishab sebagai tanda seseorang telah wajib mengeluarkan zakat maal

Niat Zakat Maal

“Nawaitu an ukhrija shodaqotal maal fardhan lillahi ta’ala”
Artinya : “Saya berniat sengajamengeluarkan zakat harta semata-mata karena Alloh Ta’ala”

Besaran zakat Maal

No Harta Nishab Besar Zakat
1 Emas 20 dinar (85 gram emas murni 24 karat) 2,5%
2 Perak 200 dirham (595 gram perak murni) 2,5%
3 Mata uang (zakat penghasilan dan zakat simpanan) Jika sudah mencapai nishab perak atau emas (nishab perak yang paling rendah, sekitar Rp 6 juta) 2,5%
4 Hewan ternak  (unta, sapi, kambing) Unta 5 ekor, Sapi 30 ekor, Kambing 40 ekor ada ketentuannya
5 Hasil pertanian 5 wasaq (720 kg) 10% dengan pengairan gratis, 5% dengan pengairan membutuhkan biaya
6 Barang dagangan Jika sudah mencapai nishab perak atau emas (nishab perak yang paling rendah, sekitar Rp 6 juta) 2,5%
7 Harta karun (rikaz) Tidak dipersyaratkan nishab dan haul dalam zakat rikaz. Sudah ada kewajiban zakat ketika harta tersebut ditemukan. 20%

Golongan Penerima Zakat

8 golongan asnaf

Dana yang terhimpun atas zakat ini sangat besar dan jika dikelola dengan baik bisa meningkatkan ekonomin umat. Namun siapa saja golongan yang berhak menerima zakat. Ada 8 golongan yang berhak menerima atau ada 8 golongan asnaf.

Tertera dalam firman allah dalam Q.S At taubah: 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ
وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya orang orang yang berhak menerima zakat itu adalah:

  1. Fakir, orang yang tidak memiliki harta
  2. Miskin, orang yang memiliki penghasilan namun tidak mencukupi
  3. Amil, Panitia pengelola zakat fitrah atau zakat maal
  4. Mualaf, Orang yang baru masuk Islam
  5. Riqab, Seorang dalam keadaan sebagai budak
  6. Gharim, Seseorang yang sedang dalam kondisi banyak hutangnya
  7. Fisabillilah, Orang orang yang sedang berjuang di jalan Allah
  8. Musafir, orang yang sedang melakukan perjalanan jauh

Hikmah dan Fungsi zakat

Hikmah zakat fitrah

Islam merupakan agama yang paling sempunya, sebagai agama yang Rammatalilalami, Islam tidak hanya mengatur tentang bagaimana saja beribadah, namun lebih dari itu islam mengatur tentang tatacara berdagang, pemerintahan dan unsur kehidupan lainnya.

Islam juga mengatur bagaimana tatanan sosial kesehatan dan kesejahteraan masyaratak. Yang jelas pastinya hikmah dan fungsi zakat merupakan sebuah kebaikan yang menyeluruh. Ada beberapa fungsi dari zakat diantaranya fungsi agama, fungsi ahlak dan fungsi sosial.

Suatu amalan tidaklah berlalu begitu saja, apalagi yang di kerjakan adalah perintah Allah Swt. Berikut merupakan Hikmah yang bisa diambil kketika kita taat mengeluarkan zakat

  • Zakat  fitrah sebagai sarana mensucikan diri bagi seseorang dalam kekurangan ibadah selama bulan Ramadhan, sehinnga Hari Raya Idul Fitrinya Sempurna
  • Mengeluarkan zakat harta sebagai sarana mensucikan harta dari hak atas orang lain dan sebagai rasa syukur terhadap harta yang telah diperoleh.
  • Meningkatkan rasa empati terhadap sesama muslim yang sedang dalam kondisi kekurangan. Sehingga bisa bersama sama melaksanakan hari raya dengan senang gembira
  • Mengeluarkan Zakat maal membuat kita lebih berkah dalam harta
  • Mengagkat ekonomi umat muslim, dengan pengelolaan yang baik. Dana zakat yang besar bisa memberikan kesejahteraan bagi umat
  • Sarana kita untuk mendapatkan Ridho Allah Swt, Untuk mendapatkan Surganya kelak di akhirat

Penutup

Semoga apa yang kita dapat melaksanakan ibadah bulan ramadhan dengan sempurna. Tidak melewati bonus yang allah berikan. Moment terbaik untuk bermunazat, moment terbaik untuk hijrah dan bertaubat. Ingat keluarkan zakat fitrah dan zakat maal, agar hidup kita semakin berkah. Dan emoga tulisan ini bermanfaat aminn

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply